PLN Nusantara Power Gandeng VOGO-ARSTROMA, Bidik Industri Karbon Nasional hingga Pasar Global

Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN Nusantara Power, M. Irwansyah Putra dan Presiden Direktur VOGO-ARSTROMA, Kwon Jeong-sang.

INVESTORJATIM.COM – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mempercepat langkah pengembangan industri energi bersih dengan menggandeng VOGO-ARSTROMA dalam pengembangan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Kolaborasi ini tak hanya menyasar penurunan emisi, tetapi juga membuka jalan bagi Indonesia menjadi pemain dalam industri solusi karbon global.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN Nusantara Power M. Irwansyah Putra dan CEO VOGO-ARSTROMA Kwon Jeong-sang pada 10 April 2026.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak akan mengembangkan teknologi penangkapan karbon berbasis membran, membangun proyek percontohan (pilot project), serta menjajaki pembentukan ekosistem manufaktur dalam negeri dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi.

Irwansyah menilai kerja sama tersebut menjadi pijakan awal dalam membangun kemitraan strategis jangka panjang, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga penguatan kapasitas industri nasional.

“Kerja sama ini bukan sekadar implementasi teknologi dekarbonisasi, tetapi juga langkah konkret mendorong lokalisasi teknologi dan peningkatan kapabilitas industri dalam negeri,” ujarnya.

Baca Juga:  600 Huntara di Aceh Tamiang Segera Dihuni, PLN Pastikan Infrastruktur Listrik Tuntas

Menurutnya, PLN Nusantara Power akan terus mendorong inovasi yang mampu menekan emisi sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia.

Sementara itu, Kwon Jeong-sang menegaskan Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri solusi karbon ke depan. Ia menyebut, kerja sama ini membuka peluang pembangunan fasilitas produksi lokal hingga menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor teknologi CCUS.

“Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis untuk membangun industri solusi karbon masa depan, bukan sekadar pasar,” katanya.

Dengan pengalaman implementasi di berbagai proyek internasional, VOGO-ARSTROMA optimistis pengembangan teknologi CCUS di Indonesia dapat berjalan cepat dan memberikan dampak signifikan.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis terbentuknya ekosistem industri karbon nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global energi bersih dan mendukung target net zero emission pada 2060. (Onny)

Komentar