Categories: IndeksNational

Uni Eropa–Jerman Percepat Proyek Kereta Api Regional Surabaya, Tonggak Global Gateway di Jawa Timur

Duta Besar Jerman Ralf Beste dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jelaskan dukungan Jerman dan Uni Eropa dalam bentuk teknologi dan inovasi infrastruktur kereta api di Jawa Timur melalui proyek Jalur Kereta Api Regional Surabaya.

SURABAYA, INVESTORJATIM – Perwakilan Delegasi Uni Eropa (EU) bersama Pemerintah Jerman dan sejumlah negara anggota Uni Eropa melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur, untuk menindaklanjuti perkembangan Proyek Jalur Kereta Api Regional Surabaya (Surabaya Regional Railway Line/SRRL). Proyek ini merupakan salah satu dari tiga proyek unggulan Indonesia dalam inisiatif Global Gateway Uni Eropa, dengan dukungan pendanaan utama dari Jerman.

Rombongan delegasi diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi. Dalam agenda tersebut, delegasi juga meninjau Stasiun Pasar Turi yang menjadi bagian penting dari pembangunan SRRL Fase 1, sekaligus simbol kemajuan nyata proyek Global Gateway di Jawa Timur.

Kunjungan ini bertujuan memaparkan cakupan proyek SRRL Fase 1, perkembangan terkini, serta rencana kerja ke depan. Selain itu, pertemuan juga membahas sektor-sektor investasi prioritas di Jawa Timur dan potensi keterlibatan perusahaan Eropa, khususnya di bidang transportasi, mobilitas perkotaan, serta rantai nilai pendukungnya. Sebagai proyek unggulan Global Gateway, SRRL Fase 1 dipandang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemangku kepentingan publik dan swasta.

Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Jerman melalui Bank Pembangunan KfW tengah mengembangkan SRRL Fase 1 sebagai proyek transformasi mobilitas komuter antara Surabaya dan Sidoarjo. Proyek ini diharapkan menjadi pendorong pembangunan perkotaan berkelanjutan di kawasan metropolitan Surabaya Raya (Gerbangkertosusila).

Pada fase pertama, proyek SRRL mencakup pembangunan sekitar 22 kilometer jalur ganda yang telah dielektrifikasi, modernisasi lima stasiun, peningkatan sistem keselamatan di perlintasan sebidang, pembangunan depo permanen Sidotopo, serta peningkatan kualitas layanan dengan interval kedatangan kereta hingga setiap 15 menit.

Dalam jangka menengah, sekitar lima tahun setelah beroperasi, jalur ini diproyeksikan melayani lebih dari 200.000 penumpang per hari dan memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 1,3 juta penduduk dalam dua tahun pertama operasional. Selain membantu menekan kemacetan dan biaya logistik, proyek ini juga mendukung agenda transisi hijau dengan potensi pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 150.000 ton CO₂ per tahun ketika SRRL Fase 2 rampung pada 2045.

Pendanaan proyek ini mencapai total EUR 296,8 juta, terdiri atas pinjaman lunak sebesar EUR 230 juta dan hibah EUR 6 juta dari Pemerintah Jerman melalui KfW, serta tambahan dana EUR 60,8 juta dari Kementerian Perhubungan Jerman. Penandatanganan perjanjian pinjaman dan hibah pada 30 Juni 2025 menjadi tonggak penting bagi realisasi proyek Global Gateway ini. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berperan krusial dalam memastikan kelancaran perizinan, pengelolaan lalu lintas pekerjaan, serta komunikasi yang transparan antar pemangku kepentingan.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menegaskan bahwa investasi di sektor perkeretaapian akan menentukan arah perkembangan kota dalam jangka panjang. “Karena itu, kualitas menjadi hal yang sangat penting, dan inilah nilai tambah yang dapat ditawarkan Jerman dan Eropa melalui inisiatif Global Gateway,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi menyampaikan bahwa proyek SRRL mencerminkan penerjemahan prioritas bersama menjadi infrastruktur konkret. “Global Gateway menghadirkan mobilitas yang lebih aman, cepat, dan ramah lingkungan bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang kemitraan bagi perusahaan-perusahaan Eropa di sektor transportasi dan mobilitas,” katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan, proyek Kereta Api Regional Surabaya Fase 1 sejalan dengan Nawa Bhakti Satya, sembilan program prioritas pembangunan Jawa Timur dalam RPJMD 2025–2029. Proyek ini juga masuk dalam 25 Rencana Aksi Rencana Mobilitas Perkotaan Berkelanjutan (Sustainable Urban Mobility Plan/SUMP GKS+) sebagai kerangka modernisasi transportasi jangka 20 tahun, serta telah tercantum dalam Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Paket Hot Promo Resmi Diluncurkan, Telkomsel Tawarkan Internet Terjangkau untuk Semua

INVESTORJATIM.COM - Telkomsel menghadirkan “Paket Hot Promo” sebagai pilihan paket internet terbaru yang dirancang untuk…

13 jam ago

Rayakan HUT ke-46, PT PAL Tancap Gas di Lamongan: Bagi Beasiswa hingga Perluas Basis Industri Maritim

INVESTORJATIM.COM – Di tengah dorongan memperkuat industri maritim nasional, PT PAL Indonesia justru memilih merayakan…

1 hari ago

Khofifah Tunjuk Plt Kadis ESDM Jatim Usai Kepala Dinas Jadi Tersangka Dugaan Pungli

INVESTORJATIM.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjuk MHD Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Pelaksana Tugas…

1 hari ago

Gas Buang Disulap Jadi “Emas Hijau”, PLN NP Pamer Teknologi Tangkap Karbon Pertama di RI

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan global untuk memangkas emisi karbon, PT PLN Nusantara Power (PLN…

1 hari ago

SGN Gelar Halalbihalal Bersama Petani Tebu Rakyat di Probolinggo

INVESTORJATIM.COM — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar kegiatan halalbihalal bersama petani tebu rakyat di…

2 hari ago

Menaker Dorong Lompatan Hubungan Industrial, Bridgestone Jadi Role Model Nasional

INVESTORJATIM.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turun langsung menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI periode…

2 hari ago