Dirut PT Siantar Top Armin (kiri) dan direktur PT Siantar Top Suwanto (kanan) menunjukkan produk baru Siantar Top, untuk perkuat pasar ekspor ekspor.
INVESTORJATIM.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus hampir Rp18.000 per dolar Amerika Serikat mulai memberikan tekanan terhadap industri makanan dan minuman, terutama pada biaya bahan baku impor, kemasan, hingga ongkos logistik. Meski demikian, PT Siantar Top Tbk. (STTP) menegaskan masih mampu menjaga kinerja melalui penguatan pasar ekspor dan berbagai langkah efisiensi operasional.
Direktur PT Siantar Top Suwanto, mengatakan perseroan telah memiliki pengalaman menghadapi tekanan serupa saat pandemi Covid-19 sehingga lebih siap mengantisasi gejolak ekonomi global maupun fluktuasi kurs.
Menurutnya, pelemahan rupiah memang berdampak langsung terhadap kenaikan biaya produksi karena sejumlah bahan baku dan komponen pendukung masih bergantung pada impor. Kenaikan kurs dolar juga memicu lonjakan harga minyak, bahan kemasan, serta biaya distribusi.
“Ketika dolar naik, otomatis biaya bahan baku ikut meningkat. Packaging naik, ongkos logistik naik, sehingga seluruh struktur biaya ikut terdorong. Kami terus mengevaluasi situasi dan berupaya menahan kenaikan harga produk selama masih memungkinkan,” ujar Suwanto usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (5/6/2026) di Surabaya.
Dia mengungkapkan kenaikan biaya akibat pelemahan kurs saat ini diperkirakan mendekati 10%. Namun, perseroan masih berupaya menjaga margin melalui efisiensi dan optimalisasi rantai pasok.
Sejumlah strategi yang dijalankan antara lain memperluas jaringan distribusi, meningkatkan kapasitas muatan pengiriman untuk menekan biaya transportasi, serta mencari sumber bahan baku dan material yang lebih kompetitif, terutama dari kawasan ASEAN.
“Kalau masih bisa kami tahan, harga tidak akan dinaikkan. Namun apabila tekanan biaya semakin besar, tentu penyesuaian akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan daya beli konsumen,” katanya.
Sementara itu Direktur Utama PT Siantar Top Armin menambahkan, di tengah tekanan kurs, Siantar Top justru melihat peluang dari pasar ekspor. Pelemahan rupiah dinilai membuat produk Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional, terutama di kawasan Timur Tengah, Asia, Kanada, dan Amerika Serikat.
Armin mengatakan pertumbuhan penjualan ekspor perseroan masih berada pada level dua digit. Hingga Mei 2026, kontribusi ekspor juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski pasar Timur Tengah sempat terdampak konflik geopolitik dan gangguan jalur pelayaran, perseroan bersama distributor lokal telah mengantisipasi dengan memperbesar persediaan barang guna menjaga ketersediaan produk.
“Permasalahan utama di Timur Tengah saat ini lebih kepada ketersediaan kapal dan biaya pengiriman. Namun kami sudah berkoordinasi dengan distributor untuk menjaga stok sehingga pasar tetap terlayani,” ujarnya.
Armin menambahkan perseroan tetap optimistis mempertahankan target pertumbuhan penjualan dua digit pada tahun ini. Optimisme tersebut didukung oleh penguatan pasar ekspor yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan cukup besar.
“Kami terus memperkuat pasar yang sudah ada, termasuk Timur Tengah, Asia, Kanada, dan Amerika Serikat. Kondisi global memang penuh tantangan, tetapi kami masih melihat peluang pertumbuhan,” katanya.
Dalam RUPST yang digelar di Verwood Hotel Surabaya pada Jumat (5/6/2026), perseroan juga melaporkan kinerja keuangan tahun buku 2025 yang tetap solid. Siantar Top membukukan penjualan bersih sebesar Rp5,24 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,18 triliun.
Kontribusi penjualan domestik masih mendominasi sebesar 81,16%, sementara pasar ekspor menyumbang 18,84% dari total pendapatan. Ke depan, perseroan menargetkan peningkatan penjualan sekitar dua digit melalui penguatan pasar ekspor dan peningkatan efisiensi operasional di tengah tekanan nilai tukar dan ketidakpastian ekonomi global. (Onny)
INVESTORJATIM.COM – Di tengah meningkatnya jumlah investor pasar modal di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia…
INVESTORJATIM.COM — Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPD SI) resmi…
INVESTORJATIM.COM – PLN Nusantara Power (PLN NP) kembali menorehkan prestasi dengan meraih 22 penghargaan dalam…
INVESTORJATIM.COM – Industri mebel dan kerajinan Indonesia terus menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian ekonomi…
INVESTORJATIM.COM — PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional hilirisasi…
INVESTORJATIM.COM — Universitas Airlangga (UNAIR) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Preliminary Discussion D-8 Youth Dialogue…