Categories: IndeksLifestyle

UMKM Pasuruan Olah Buah Siwalan Jadi Minuman Premium, Oiry Dessert Raup Permintaan hingga 100 Cup per Hari

Istimewa

INVESTORJATIM.COM — Potensi buah siwalan yang melimpah di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menghasilkan produk bernilai tambah. Melalui inovasi minuman Siwalan Mix Legen, Khoriyah, warga Desa Pagak, berhasil mengembangkan usaha yang kini semakin diminati pasar.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Iir itu mengemas buah siwalan dan sari legen ke dalam botol dan cup berkapasitas 600 mililiter dengan merek Oiry Dessert. Produk tersebut menawarkan minuman segar berbahan baku lokal yang menyasar konsumen rumah tangga hingga kalangan perkantoran.

Bersama seorang pekerja, ia mengerjakan seluruh proses produksi mulai dari mengupas kulit ari buah siwalan, mengolah sari legen, hingga pengemasan.

Menurut Iir, ide mengolah siwalan menjadi minuman siap konsumsi muncul saat mengikuti bazar produk lokal di Pasuruan pada 2024. Saat itu, ia melihat belum banyak produk siwalan yang dikemas secara modern sehingga memiliki daya tarik lebih tinggi di pasar.

“Karena waktu itu saya lihat di pasaran belum ada yang dikemas seperti ini. Jadi saya punya ide untuk mengemasnya, barangkali ada yang tertarik, dan alhamdulillah banyak yang suka,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Bahan baku buah siwalan diperoleh langsung dari petani di wilayah Kecamatan Beji. Buah dikirim dalam kondisi kulit luar telah dikupas sehingga proses produksi dapat dilakukan lebih cepat.

Memasuki musim kemarau, pasokan buah siwalan meningkat seiring masa panen. Kondisi tersebut turut mendongkrak kapasitas produksi. Iir mengaku mampu memenuhi permintaan hingga sekitar 100 cup per hari.

Produk Siwalan Mix Legen ukuran 600 mililiter dipasarkan dengan harga Rp22.000 per cup. Selain itu, ia juga menjual minuman sari legen murni tanpa buah siwalan dalam kemasan botol 1.500 mililiter dengan harga yang sama.

Setiap cup berisi sekitar empat hingga lima buah siwalan, bergantung pada ukuran buah yang diperoleh dari petani.

Menurutnya, sebagian besar pesanan berasal dari instansi pemerintah, perkantoran, hingga perusahaan yang menjadikan produk tersebut sebagai minuman penyegar saat rapat maupun berbagai kegiatan.

Iir menilai tingginya minat konsumen menunjukkan bahwa komoditas lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Selain memberikan nilai tambah bagi hasil panen petani, inovasi tersebut juga membuka peluang usaha berbasis potensi daerah.

“Karena ini dibuat dari bahan yang segar dan disajikan dalam kondisi dingin, cocok dinikmati saat cuaca panas. Alhamdulillah respons pelanggan sangat baik,” pungkasnya. (Red/Humas Kab Pasuruan)

REDAKSI

Recent Posts

HUT ke-81 RI, PGN Edukasi Warga Semarang soal Manfaat Jargas

INVESTORJATIM.COM — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di sejumlah wilayah Kota Semarang tidak hanya…

2 hari ago

Honda Bawa “Super Boost” ke GIIAS Surabaya 2026, Bidik Pasar Otomotif yang Terus Berubah

INVESTORJATIM.COM – Honda Surabaya Center menyiapkan sejumlah produk dan program untuk menyambut GIIAS Surabaya 2026…

2 hari ago

Khofifah Perkuat Pelestarian Topeng Malangan, 13 Sanggar Dapat Dukungan

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat komitmen pelestarian kesenian tradisional melalui dukungan terhadap keberlanjutan…

2 hari ago

Pelindo dan PELNI Gratiskan Pengiriman Bantuan Gempa NTT, KM Tidar Disiapkan Berangkat 30 Agustus

INVESTORJATIM.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau…

2 hari ago

Dari Kampung Nelayan ke Panggung Teater, Kisah Cinta di Tengah Polemik Reklamasi

INVESTORJATIM.COM – Di tengah polemik reklamasi Kenjeran yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian masyarakat, sebuah cerita…

3 hari ago

Perluas Akses Energi, PGN Gagas Kembangkan CNG di Yogyakarta dan Jateng Selatan

INVESTORJATIM.COM - Keterbatasan jaringan pipa gas bumi tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku usaha untuk…

3 hari ago