Lonjakan tersebut turut ditopang oleh peningkatan jumlah pengguna baru sebesar 31%, menandakan semakin luasnya adopsi PayLater sebagai solusi pengelolaan arus kas di tengah kebutuhan musiman yang meningkat.
Di tengah tren tersebut, pola penggunaan PayLater juga menunjukkan pergeseran yang lebih terarah. Dominasi tenor satu bulan mengindikasikan bahwa layanan ini semakin dimanfaatkan sebagai instrumen pengelolaan kebutuhan jangka pendek, khususnya menjelang periode gajian dan pencairan tunjangan hari raya (THR).
SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari, mengatakan bahwa Ramadan tahun ini tidak hanya ditandai oleh pertumbuhan transaksi, tetapi juga perubahan perilaku finansial masyarakat yang semakin strategis.
“PayLater kini banyak dimanfaatkan sebelum gajian dan THR, dengan tenor satu bulan sebagai pilihan utama agar pengeluaran tetap terkendali. Apalagi, Kredivo menawarkan bunga 0% dan tanpa biaya admin untuk tenor tersebut. Ini menunjukkan PayLater mulai berperan sebagai alat perencanaan keuangan jangka pendek sekaligus metode pembayaran sehari-hari,” ujarnya.
Sejalan dengan tren tersebut, rata-rata nilai transaksi per pengguna berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta, dengan frekuensi transaksi mencapai 4–5 kali per pengguna. Hal ini mencerminkan bahwa PayLater digunakan secara luas untuk memenuhi kebutuhan prioritas secara bertahap, tidak hanya untuk transaksi bernilai besar, tetapi juga kebutuhan harian yang berulang.
Kategori groceries menjadi salah satu pendorong utama, dengan pertumbuhan volume transaksi hingga 160% dibandingkan Ramadan 2025.
Transaksi Offline di Daerah Dongkrak Ekonomi Lokal
Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada transaksi PayLater di merchant offline, khususnya di wilayah luar Jabodetabek. Selama Ramadan 2026, volume transaksi di kota tier 2 dan 3 meningkat 31%, sementara nilai transaksi melonjak hingga 67%.
Kondisi ini mencerminkan semakin terintegrasinya layanan PayLater dalam aktivitas belanja harian masyarakat di daerah. Tidak hanya memperluas akses pembiayaan digital, tren ini juga memperkuat perputaran ekonomi lokal melalui peningkatan transaksi langsung di merchant offline.
Ekspansi ini sejalan dengan strategi Kredivo dalam memperluas jangkauan layanan dan kemitraan merchant di luar kota besar, sekaligus mendorong inklusi keuangan yang lebih merata.
Indina menambahkan, ke depan perseroan akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat melalui ekspansi terukur dan penguatan tata kelola risiko.
“Kami akan terus mengedepankan prinsip responsible lending serta edukasi keuangan agar PayLater tidak hanya memudahkan, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi pengguna dan ekosistem,” tutupnya. (Onny)
INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan industri logistik yang semakin kompetitif dan penuh ketidakpastian, isu tata…
INVESTORJATIM.COM - Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat komitmen sosialnya dengan menggelar program…
INVESTORJATIM.COM - Harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 yang dipasarkan melalui Pegadaian mengalami kenaikan…
INVESTORJATIM.COM – Indonesia tak pernah kekurangan agenda pelestarian alam. Namun di tengah derasnya tren gaya…
INVESTORJATIM.COM – Lonjakan tren gaya hidup aktif yang kian menguat, terutama di kalangan generasi muda,…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah bara ketegangan geopolitik global yang terus menyala dan mengguncang rantai pasok…