TPS Tambah Alat Baru, Arus Logistik Tanjung Perak Dipacu Lebih Efisien

Dari kiri ke kanan Wakil Ketua ALFI Jatim Husni, Ketua ALFI Jatim Sebastian Wibisono, Direktur Utama TPS Wahyu Widodo dan Direktur Operasi TPS Noor Budiwan

SURABAYA, INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan efisiensi biaya logistik nasional dan meningkatnya arus barang jelang periode Lebaran, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) tancap gas memperkuat kapasitas operasionalnya. Operator terminal petikemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak ini menghadirkan tambahan alat bongkar muat serta pembaruan fasilitas guna menjaga kelancaran distribusi barang, khususnya di Jawa Timur dan kawasan Indonesia timur.

Komitmen tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi dan dialog yang digelar di Gedung Administrasi TPS pada akhir bulan lalu. Direktur Utama TPS Wahyu Widodo, Direktur Operasi TPS Noor Budiwan, serta Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur Sebastian Wibisono sepakat bahwa peningkatan fasilitas menjadi kunci menjaga daya saing logistik nasional.

Sebastian menilai, pembaruan fasilitas yang dilakukan TPS menjadi angin segar bagi pelaku usaha logistik. Hampir seluruh peralatan bongkar muat kini merupakan unit baru yang siap menopang pelayanan secara optimal.

Selain itu, TPS juga telah mengoperasikan fasilitas tambahan berupa area fumigasi serta alat pemindai untuk kegiatan ekspor dan impor. Dengan fasilitas tersebut, proses pemeriksaan barang dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi, sehingga memangkas potensi dwelling time.

Baca Juga:  Management Walkthrough, BJTI Pastikan Kesiapan Fasilitas dan Alat Bongkar Muat

 

 

Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, sedang menunjukkan kinerja operasional secara real time di ruang Integrated Planning and Control Room

Untuk menjaga keseimbangan layanan di kawasan pelabuhan, sebagian unit Container Crane (CC) turut dialokasikan ke Terminal Berlian. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan distribusi beban kerja yang lebih merata serta mendukung kelancaran operasional secara menyeluruh di area Tanjung Perak.

Wahyu Widodo menegaskan pentingnya transparansi dalam pelayanan. Menurutnya, TPS berkomitmen menghadirkan layanan yang modern dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui akses laman resmi TPS, aktivitas operasional terminal dapat dipantau secara real time oleh para pemangku kepentingan.

Di sisi operasional, Noor Budiwan menjelaskan bahwa TPS menerapkan pengaturan ritme kerja yang lebih adaptif, termasuk strategi pengendalian antrean menjelang Lebaran. Penyesuaian pola kerja saat sahur dan berbuka puasa dilakukan untuk memastikan kegiatan bongkar muat tetap berjalan optimal.

“Berkat komunikasi intensif dan koordinasi antarpihak, jumlah keluhan eksternal menurun signifikan. Kami juga melakukan pemantauan berkala terhadap forecast ekspor dan impor guna memastikan fleksibilitas penggunaan area Container Yard (CY), baik inbound maupun outbound,” ujarnya, dalam keterangan resmi Minggu (1/3/2016).

Baca Juga:  TPS Tebar Berkah Ramadhan, 789 Paket Sembako dan Santunan Mengalir ke Mitra Kerja dan Panti Asuhan

Dari sisi penambahan alat, TPS telah menerima total 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dalam tiga tahap pengiriman. Empat unit di antaranya telah beroperasi, sementara 10 unit lainnya akan menyusul secara bertahap. Pada akhir April mendatang, TPS juga dijadwalkan menerima empat unit Container Crane baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.

Manajemen berharap tambahan peralatan tersebut dapat mendongkrak kinerja operasional, mempercepat waktu sandar kapal (port stay), serta membuka ruang peningkatan terminal handling capacity. Dengan langkah ini, TPS membidik efisiensi layanan yang lebih kompetitif di tengah dinamika arus perdagangan domestik maupun internasional. (Onny)

Komentar