SURABAYA, INVESTORJATIM.COM – Kinerja PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sepanjang 2025 menunjukkan akselerasi signifikan, terutama pada layanan peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak. Momentum 25 tahun operasional dimanfaatkan perseroan untuk mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Sepanjang tahun lalu, TPS membukukan realisasi arus peti kemas internasional tertinggi sejak berdiri. Perseroan kini menangani sekitar 80% layanan peti kemas internasional di Tanjung Perak, mempertegas posisinya sebagai kontributor utama arus logistik ekspor-impor di wilayah tersebut.
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi peningkatan kinerja operasional serta penguatan sinergi di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Selain fokus pada layanan internasional, TPS tetap menjaga kelancaran arus domestik sebagai bagian dari integrasi layanan antarterminal.
“Sinergi antarterminal menjadi kunci untuk menjaga stabilitas arus logistik, terutama saat terjadi lonjakan volume maupun kendala operasional,” ujar Wahyu dalam media gathering di Surabaya, Selasa (3/3/2026).
Untuk menopang pertumbuhan tersebut, TPS mempercepat program modernisasi peralatan melalui investasi multi-years. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah konversi 22 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dari berbasis diesel menjadi listrik. Transformasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi energi, menekan biaya operasional, sekaligus mendongkrak produktivitas bongkar muat.
Di sisi lain, perseroan juga menambah 14 unit RTG baru guna memperkuat kapasitas lapangan penumpukan (yard). Empat unit telah beroperasi, sementara sisanya akan dioperasikan secara bertahap hingga pertengahan tahun ini untuk meningkatkan throughput terminal.
Tak berhenti di sana, pada April mendatang TPS dijadwalkan menerima empat unit Quay Container Crane (QCC) baru. Tambahan crane ini diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas kapal secara signifikan, mempercepat waktu sandar, dan memperkuat daya saing layanan agar setara dengan standar terminal global.
Dari sisi tata kelola operasional, TPS juga mengoptimalkan Integrated Planning and Control Center sebagai pusat perencanaan dan pengendalian terpadu. Seluruh pergerakan alat dan aktivitas lapangan terintegrasi dalam satu sistem kendali, sehingga meningkatkan akurasi perencanaan, responsivitas, serta efisiensi layanan.
“Seluruh inisiatif ini kami arahkan untuk menjaga pertumbuhan kinerja sekaligus memastikan pelanggan mendapatkan layanan yang semakin cepat, andal, dan kompetitif,” ujar Wahyu. (Onny)
INVESTORJATIM.COM – Di tengah dorongan memperkuat industri maritim nasional, PT PAL Indonesia justru memilih merayakan…
INVESTORJATIM.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjuk MHD Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Pelaksana Tugas…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan global untuk memangkas emisi karbon, PT PLN Nusantara Power (PLN…
INVESTORJATIM.COM — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar kegiatan halalbihalal bersama petani tebu rakyat di…
INVESTORJATIM.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turun langsung menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI periode…
INVESTORJATIM.COM - Di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang masih melandai, PT Suzuki Indomobil Sales…