Terminal Teluk Lamong Perkuat Konsep Green Port Menuju Net Zero Emission 2060

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat transformasi operasional berbasis konsep Green Port melalui elektrifikasi peralatan, efisiensi energi, digitalisasi, dan pengelolaan lingkungan. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.

Komitmen itu mendapat perhatian Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., saat melakukan kunjungan kerja ke TTL.

Dalam kunjungan tersebut, Antoni meninjau penerapan elektrifikasi peralatan bongkar muat peti kemas di area dermaga dan lapangan penumpukan. Ia juga mengapresiasi kolaborasi TTL dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk pengayaan keanekaragaman hayati serta pemetaan biota laut di sekitar perairan terminal.

“Langkah TTL yang secara aktif menyelaraskan kegiatan operasional dengan kebijakan strategis Kementerian Perhubungan merupakan bagian penting dalam mendukung percepatan pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujar Antoni dikutip dalam rilisnya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan transisi energi ramah lingkungan pada infrastruktur maupun suprastruktur terminal merupakan fondasi penting dalam membangun operasional pelabuhan yang hijau dan berkelanjutan.

Baca Juga:  PGN Soroti Konektivitas Infrastruktur sebagai Kunci Optimalisasi Gas Bumi

Penerapan konsep Green Port TTL juga didukung fasilitas Shore Connection, yakni sumber listrik dari darat bagi kapal yang sedang bersandar. Fasilitas ini memungkinkan kapal mengurangi penggunaan mesin bantu (auxiliary engine) sehingga emisi gas buang dan jejak karbon selama berada di dermaga dapat ditekan.

Dari sisi pengelolaan lingkungan, TTL mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara mandiri. Air limbah domestik yang telah diolah kemudian dimanfaatkan kembali, antara lain untuk penyiraman tanaman.

TTL juga memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) pada sejumlah fasilitas dan gedung di kawasan terminal.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan KSOP Utama Tanjung Perak, Arizal Hendrawan, M.Sc., menegaskan dukungan regulator terhadap pengembangan pelabuhan yang aman, efisien, dan berwawasan lingkungan.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong mengatakan transformasi menuju Green Port merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun terminal yang semakin efisien, modern, dan berkelanjutan.

“TTL terus mendorong pemanfaatan teknologi, elektrifikasi peralatan, penggunaan energi ramah lingkungan, serta penguatan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari transformasi operasional perusahaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kemenperin Gelar Forum Industri Hijau 2025, Wujudkan Prinsip Keberlanjutan

Menurutnya, operational excellence dan keberlanjutan harus berjalan beriringan. Implementasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) diharapkan mampu memperkuat efisiensi sekaligus mendukung pencapaian target NZE 2060.(Onny)

Komentar