Pabrik Gula Pradjekan PT SGN di Bondowoso, Jawa Timur yang menjadi mitra petani dalam mengolah tebu menjadi gula.(Ist)
INVESTORJATIM.COM – Petani tebu didorong meningkatkan kualitas bahan baku melalui penerapan prinsip MBS (Manis, Bersih, dan Segar) guna mengoptimalkan hasil panen sekaligus meningkatkan rendemen saat tebu diolah di pabrik gula.
Penerapan prinsip tersebut dinilai penting karena kualitas tebu yang diterima pabrik turut menentukan efektivitas proses pengolahan dan hasil produksi gula. Tebu dengan tingkat kemasakan optimal, minim kotoran, serta segera dikirim setelah ditebang berpeluang menghasilkan rendemen yang lebih baik.
Kondisi tersebut juga memberikan manfaat langsung bagi petani. Semakin baik kualitas tebu yang dikirim ke pabrik, semakin besar peluang memperoleh hasil pengolahan yang optimal sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari hasil budidaya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan Bondowoso, Rolis Wikarsono, mengajak petani untuk konsisten menjaga kualitas tebu dengan menerapkan prinsip MBS.
“Petani harus terus menjaga kualitas tebunya. Tebu yang Manis, Bersih, dan Segar akan memberikan hasil yang lebih baik ketika masuk ke pabrik. Kami mengajak petani untuk mengirimkan tebu dengan mutu MBS ke PG milik PT SGN agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Dengan hasil yang baik, tentu harapannya pendapatan petani juga dapat meningkat,” ujar Rolis dikutip dalam rilisnya, Selasa, 1/9/2026.
Menurutnya, peningkatan kualitas tebu perlu menjadi perhatian bersama antara petani dan pabrik gula. Petani memiliki peran penting dalam memastikan bahan baku yang masuk ke pabrik berada dalam kondisi terbaik.
Selain berpengaruh terhadap hasil produksi, kualitas bahan baku juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri gula. Pasokan tebu berkualitas dapat mendukung kinerja pabrik sekaligus menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dengan petani.
Sementara itu, PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) terus memperkuat sinergi dengan petani tebu melalui pengelolaan bahan baku dan proses pengolahan yang optimal.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pergulaan yang semakin produktif dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak, terutama petani tebu.
Melalui penerapan MBS, petani tidak hanya berupaya menjaga kualitas tebu sejak dari kebun hingga pabrik, tetapi juga membuka peluang memperoleh rendemen lebih baik. Pada akhirnya, peningkatan kualitas bahan baku diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan nilai hasil panen dan pendapatan petani.
Dari tebu yang berkualitas, hasil pengolahan yang optimal diharapkan dapat tercipta sekaligus memperkuat keberlanjutan industri gula nasional.(Red)
INVESTORJATIM.COM – Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Perumahan Deltasari Indah, Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan…
INVESTORJATIM.COM – Perkembangan kredit digital di Indonesia dalam satu dekade terakhir tidak hanya berkaitan dengan…
INVESTORJATIM.COM – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur Yunita Linda Sari meninggal dunia…
INVESTORJATIM.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat kinerja positif hingga akhir…
INVESTORJATIM.COM – Ribuan pelari tidak hanya berlari untuk menjaga kebugaran dalam ajang Generali Lion Heart…
INVESTORJATIM.COM — Kafe Bromo, restoran legendaris di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, memperkenalkan identitas baru…