Dalam RUPS BBRI disebut bahwa kredit dan pembiayaan meningkat 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.
INVESTORJATIM.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat kinerja positif hingga akhir Juni 2026. Laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan bunga, serta perbaikan kualitas aset dan efisiensi.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, pertumbuhan tersebut dicapai di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang tetap terjaga.
“Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu hal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan Indonesia,” kata Hery dalam pemaparan kinerja BRI di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Kredit BRI Tumbuh 16,2 Persen
Hingga akhir Juni 2026, total aset konsolidasian BRI mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7 persen secara tahunan.
Sementara itu, kredit dan pembiayaan meningkat 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen secara tahunan.
Pendapatan bunga bersih atau net interest income juga naik 9,9 persen dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun.
Adapun Pre-Provision Operating Profit (PPOP) meningkat 12,8 persen menjadi Rp65,7 triliun.
75,1 Persen Kredit Disalurkan ke UMKM
Meski terus melakukan diversifikasi bisnis, BRI tetap menjadikan UMKM sebagai fokus utama.
Hingga Juni 2026, kredit BRI yang disalurkan ke segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6 persen secara tahunan.
Angka tersebut setara dengan 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group.
Hery menegaskan, pengembangan bisnis korporasi, komersial, konsumer, dan sumber pertumbuhan baru tidak mengubah fokus BRI terhadap UMKM.
“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Fundamental BRI Makin Sehat
Selain pertumbuhan bisnis, BRI mencatat perbaikan sejumlah indikator fundamental.
Biaya dana atau Cost of Fund (CoF) turun dari 3 persen pada kuartal II 2025 menjadi 2,4 persen pada kuartal II 2026.
Efisiensi juga membaik. Cost to Income Ratio (CIR) turun dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3 persen menjadi 2,9 persen. Cost of Credit (CoC) juga membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.
Dari sisi profitabilitas, Return on Asset (ROA) berada di sekitar 2,7 persen. Adapun Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen.
“Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan yang kami capai semakin berkualitas,” kata Hery.
Salurkan KUR Rp103,8 Triliun
BRI juga memperkuat pembiayaan UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sepanjang Januari-Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur.
Jika dihitung sejak 2015 hingga Juni 2026, total penyaluran KUR BRI mencapai Rp1.539 triliun kepada sekitar 48,4 juta nasabah.
Selain pembiayaan, BRI menjalankan berbagai program pemberdayaan UMKM. Program Desa BRILiaN hingga Juni 2026 telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan.
Program Klasterku Hidupku menjangkau lebih dari 44.000 klaster usaha, sedangkan platform digital LinkUMKM telah digunakan sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.
Pendampingan melalui Rumah BUMN juga telah melibatkan sekitar 596.000 pelaku UMKM.
Hery mengatakan, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam strategi BRI mengembangkan UMKM.
“Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan, meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas,” tutur Hery. (onny)
INVESTORJATIM.COM – Ribuan pelari tidak hanya berlari untuk menjaga kebugaran dalam ajang Generali Lion Heart…
INVESTORJATIM.COM — Kafe Bromo, restoran legendaris di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, memperkenalkan identitas baru…
INVESTORJATIM.COM — CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem…
INVESTORJATIM.COM – Polemik pembangunan Tol Tengah Kota Surabaya kembali mencuat. Kali ini, DPRD Surabaya menawarkan…
INVESTORJATIM.COM — Swiss-Belexpress Jemursari Surabaya memperkenalkan dua fasilitas terbaru, yakni Express Café dan Sapphire Meeting…
INVESTORJATIM.COM - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat transformasi operasional berbasis konsep Green Port melalui…