Categories: Indeks

Studi UI Ungkap Peran Kredit Digital Kredivo, 54 Persen Penyaluran untuk Kebutuhan Produktif

Dampak PayLater terhadap akses pembiayaan, perilaku finansial, hingga aktivitas ekonomi masyarakat mulai menjadi perhatian.

INVESTORJATIM.COM – Perkembangan kredit digital di Indonesia dalam satu dekade terakhir tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan industri dan penggunaan layanan PayLater. Dampaknya terhadap akses pembiayaan, perilaku finansial, hingga aktivitas ekonomi masyarakat juga mulai menjadi perhatian.

Hal itu menjadi fokus studi Kredivo Group bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang akan meluncurkan Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo pada 10 September 2026.

Studi tersebut mengkaji kontribusi layanan PayLater Kredivo dan Pinjaman Tunai dari KrediFazz terhadap perluasan akses kredit, perilaku finansial masyarakat, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta aktivitas ekonomi secara lebih luas.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan, studi tersebut diharapkan memberikan gambaran berbasis bukti mengenai peran kredit digital dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

“Di tengah pertumbuhan industri yang pesat dan diskursus publik yang berkembang, perspektif berbasis bukti menjadi penting untuk melihat bagaimana kredit digital benar-benar bekerja dalam konteks sosial ekonomi Indonesia,” ujar Paksi.

Akses kredit formal masih menjadi tantangan

Studi tersebut dilakukan di tengah masih besarnya tantangan akses pembiayaan di Indonesia.

Dalam 10 tahun terakhir, kepemilikan rekening bank meningkat dari 36 persen menjadi 56 persen. Namun, penetrasi kredit formal justru turun dari 18 persen pada 2017 menjadi 15 persen pada 2024.

Di sektor UMKM, kesenjangan pembiayaan nasional masih mencapai sekitar Rp 1.290 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kebutuhan pembiayaan yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan keuangan konvensional.

Temuan awal studi menunjukkan pemanfaatan kredit digital Kredivo juga tidak seluruhnya digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Pada 2025, sekitar 54 persen kredit yang disalurkan melalui Kredivo digunakan untuk kebutuhan produktif, seperti modal usaha, renovasi rumah, pendidikan, dan kesehatan.

Satu dari enam pengguna merupakan pengakses kredit pertama

Dari sisi inklusi keuangan, studi tersebut menemukan bahwa satu dari enam pengguna aktif Kredivo pada 2025 merupakan pengakses kredit pertama.

Kelompok tersebut didominasi masyarakat yang selama ini relatif kurang terjangkau layanan kredit formal. Sebanyak 48 persen di antaranya merupakan perempuan, sedangkan 57 persen berusia di bawah 30 tahun.

Pada segmen UMKM, sekitar 97 persen penerima pinjaman modal usaha merupakan pelaku usaha mikro.

Sementara itu, sekitar 40 persen penerima pinjaman tersebut memperoleh akses kredit formal untuk pertama kalinya melalui Kredivo.

Chief Marketing Officer Kredivo Indina Andamari mengatakan, temuan awal tersebut baru menggambarkan sebagian dari perubahan yang terjadi selama satu dekade perkembangan Kredivo.

“Sepuluh tahun lalu, Kredivo hadir untuk membantu menjawab kesenjangan akses kredit di Indonesia. Seiring waktu, layanan kami berkembang dari membuka akses pembiayaan menjadi bagian dari perjalanan finansial jutaan masyarakat,” kata Indina.

Menurut dia, hasil studi tersebut diharapkan menjadi masukan bagi Kredivo untuk menghadirkan layanan pembiayaan yang lebih relevan dan inklusif.

Studi LD FEB UI dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian melibatkan ratusan pengguna serta puluhan pelaku UMKM di berbagai provinsi.

Analisis penelitian juga menggunakan data internal Kredivo serta berbagai data sekunder.

Hasil lengkap studi akan dipublikasikan dalam Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo pada 10 September 2026.

Laporan tersebut diharapkan dapat memperluas pembahasan mengenai kredit digital di Indonesia, sehingga tidak hanya melihat pertumbuhan industri dan risiko konsumsi, tetapi juga kontribusinya terhadap inklusi keuangan, kesejahteraan masyarakat, dan aktivitas ekonomi. (onny)

REDAKSI

Recent Posts

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Silika Jadi Penyaring Belerang

INVESTORJATIM.COM - PT Petrokimia Gresik mengembangkan inovasi pemanfaatan produk samping silika sebagai bahan penyaring belerang…

45 menit ago

Penetrasi Asuransi RI Baru 2,27 Persen, AXA Bentuk Perusahaan Syariah untuk Perluas Inklusi

INVESTORJATIM.COM –Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, yakni 2,27 persen pada 2022. Otoritas Jasa…

2 jam ago

Pemerintah Targetkan 10 Juta Wirausaha Baru hingga 2029, ITS Jadi Pusat Inkubasi di Jatim

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah menargetkan mencetak 10 juta wirausaha dan pekerja hingga 2029 melalui penguatan ekosistem…

5 jam ago

OJK Terbitkan POJK 13/2026, Buka Jalan Demutualisasi Bursa Efek

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang…

23 jam ago

Bank Jatim Percepat Penyelesaian Aset Lewat Akselerasi Lelang KPKNL 2026

INVESTORJATIM.COM — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) memperkuat sinergi dengan Direktorat…

24 jam ago

SIG Tingkatkan Penggunaan Biomassa di Pabrik Tuban, Sekam Padi Capai 400 Ton per Hari

INVESTORJATIM.COM — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) terus memperluas pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar…

1 hari ago