Categories: HeadlineIndeks

Rupiah Dijaga Ketat saat Libur Lebaran, BI Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah

INVESTORJATIM.COM – Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sepanjang periode libur Idulfitri 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian global, khususnya akibat konflik di Timur Tengah. Meski pasar keuangan domestik tutup sementara, pergerakan rupiah di pasar internasional tetap berlangsung dan berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi nasional.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menegaskan bahwa otoritas moneter telah menyiapkan langkah antisipatif guna meredam gejolak pasar global.

“Sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya volatilitas akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (21/3/2026).

Menurutnya, BI akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal Indonesia. Langkah ini sekaligus membuka ruang bagi penyesuaian kebijakan apabila eskalasi konflik global semakin meningkat.

“BI akan terus mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal, termasuk menempuh langkah penyesuaian yang diperlukan agar tetap konsisten menjaga stabilitas perekonomian nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa tekanan global akibat konflik Timur Tengah telah memicu pelemahan mata uang di sejumlah negara emerging markets, termasuk Indonesia, serta mendorong keluarnya arus modal asing.

Untuk meredam tekanan tersebut, BI meningkatkan intensitas intervensi di berbagai lini, baik di pasar non-deliverable forward (NDF) offshore maupun transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar dalam negeri.

“Guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi di pasar NDF luar negeri serta transaksi spot dan DNDF di dalam negeri,” ujar Perry.

Selain itu, BI juga mengoptimalkan bauran kebijakan moneter untuk menarik aliran masuk modal asing serta memperkuat kinerja neraca pembayaran. Upaya tersebut diharapkan mampu menopang stabilitas rupiah ke depan.

Perry menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid menjadi faktor pendukung utama stabilitas nilai tukar.

“Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan tetap stabil, didukung oleh komitmen BI, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik,” pungkasnya. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Honda Bawa “Super Boost” ke GIIAS Surabaya 2026, Bidik Pasar Otomotif yang Terus Berubah

INVESTORJATIM.COM – Honda Surabaya Center menyiapkan sejumlah produk dan program untuk menyambut GIIAS Surabaya 2026…

2 jam ago

Khofifah Perkuat Pelestarian Topeng Malangan, 13 Sanggar Dapat Dukungan

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat komitmen pelestarian kesenian tradisional melalui dukungan terhadap keberlanjutan…

16 jam ago

Pelindo dan PELNI Gratiskan Pengiriman Bantuan Gempa NTT, KM Tidar Disiapkan Berangkat 30 Agustus

INVESTORJATIM.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau…

19 jam ago

Dari Kampung Nelayan ke Panggung Teater, Kisah Cinta di Tengah Polemik Reklamasi

INVESTORJATIM.COM – Di tengah polemik reklamasi Kenjeran yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian masyarakat, sebuah cerita…

2 hari ago

Perluas Akses Energi, PGN Gagas Kembangkan CNG di Yogyakarta dan Jateng Selatan

INVESTORJATIM.COM - Keterbatasan jaringan pipa gas bumi tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku usaha untuk…

2 hari ago

TTL Gelar Pelatihan Gada Pratama Gratis bagi Warga Ring 1

INVESTORJATIM.COM - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah…

2 hari ago