RSUD Dr. Soetomo Peringkat 1 Nasional SCImago 2026, Khofifah Sebut Bukti Daya Saing Global Layanan Kesehatan Jatim

INVESTORJATIM.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi capaian RSUD Dr. Soetomo yang berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam SCImago International Rankings (SIR) 2026 untuk sektor kesehatan. Prestasi tersebut dinilai menjadi indikator kuat meningkatnya daya saing layanan kesehatan Jawa Timur di tingkat global.

Berdasarkan hasil pemeringkatan internasional tersebut, RSUD Dr. Soetomo menempati posisi teratas di Indonesia pada seluruh kategori penilaian utama, yakni Overall Rank, Research Rank, dan Societal Rank. Capaian itu sekaligus mengukuhkan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut sebagai salah satu institusi kesehatan paling berpengaruh di Tanah Air.

Khofifah mengatakan keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan kualitas layanan medis yang unggul, tetapi juga menunjukkan keberhasilan transformasi kelembagaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan riset, inovasi, dan kontribusi sosial kepada masyarakat.

“Capaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus Indonesia. RSUD Dr. Soetomo membuktikan bahwa rumah sakit daerah mampu tampil sebagai institusi kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).

Baca Juga:  Surabaya Diusulkan Jadi Lokasi Munas XVIII HIPMI 2026

SCImago International Rankings merupakan salah satu sistem pemeringkatan institusi internasional yang mengukur kinerja berdasarkan tiga indikator utama, yaitu penelitian (research), dampak sosial (societal), dan inovasi (innovation). Penilaian tersebut banyak digunakan untuk mengukur kontribusi institusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan manfaat sosial secara luas.

Pada level internasional, RSUD Dr. Soetomo juga mencatatkan posisi yang kompetitif. Rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia Timur itu menempati peringkat ke-58 dunia untuk kategori overall dan peringkat ke-22 dunia pada kategori societal. Di kawasan Asia, RSUD Dr. Soetomo berada di peringkat ke-35 kategori overall dan peringkat ke-6 kategori societal.

Khofifah menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen rumah sakit, mulai dari tenaga medis, peneliti, akademisi, hingga jajaran manajemen. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang didukung komitmen peningkatan mutu layanan secara konsisten.

Di tengah tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks, rumah sakit saat ini dituntut tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan medis. Institusi kesehatan juga harus mampu menjadi pusat penelitian, inovasi, pendidikan tenaga kesehatan, serta agen perubahan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Panen dan Tanam Tebu Serentak di Malang, Program Bongkar Ratoon Digenjot untuk Percepat Swasembada Gula

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, akan terus mendorong transformasi layanan kesehatan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur, pemanfaatan teknologi kesehatan, dan pengembangan riset yang aplikatif.

Menurutnya, capaian RSUD Dr. Soetomo dapat menjadi benchmark bagi rumah sakit lain dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin rumah sakit di Jawa Timur tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan rujukan dunia. Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya. (Onny)

Komentar