Categories: HeadlineIndeks

Rekor Sepanjang Masa, Permintaan Emas Dunia Capai 5.002 Ton pada 2025

INVESTORJATIM.COM – Laporan terbaru World Gold Council (WGC) mengenai Tren Permintaan Emas tahun 2025 mencatatkan sejarah baru. Total permintaan emas global sepanjang tahun 2025 dilaporkan mencapai angka tertinggi sepanjang masa, yakni sebesar 5.002 ton.

Lonjakan ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan stabilitas ekonomi global yang terus berlanjut, yang membawa nilai investasi emas tahunan meroket hingga US$555 miliar.

Investasi Jadi Motor Utama
Shaokai Fan, Head of Asia Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC, mengungkapkan bahwa investasi global mencapai level bersejarah sebesar 2.175 ton.

“Di seluruh dunia, investor yang mencari aset lindung nilai (safe haven) dan diversifikasi berbondong-bondong masuk ke ETF emas, dengan total penambahan 801 ton sepanjang tahun,” ujar Shaokai, Jumat (6/2/2026).

Selain ETF, pembelian emas batangan dan koin juga sangat kuat, mencapai 1.374 ton (setara US$154 miliar). Pasar Asia tetap menjadi pemimpin, di mana Tiongkok tumbuh 28% dan India naik 17% secara tahunan (YoY). Kedua negara ini menyumbang lebih dari 50% permintaan di kategori tersebut.

Kondisi Pasar Indonesia: Investasi Naik, Perhiasan Tertekan
Di Indonesia, total permintaan emas konsumen mencapai 48,2 ton, atau tumbuh moderat sebesar 2% secara tahunan. Namun, terjadi pergeseran tren yang sangat signifikan di masyarakat:

1. Lonjakan Emas Batangan: Permintaan emas batangan dan koin di Indonesia melonjak 29% menjadi 31,6 ton. Hal ini dipicu oleh keinginan masyarakat melindungi kekayaan di tengah pelemahan nilai tukar mata uang domestik dan volatilitas pasar.

2. Penurunan Volume Perhiasan: Sebaliknya, permintaan perhiasan turun 27% menjadi 16,6 ton. Meski demikian, secara nilai rupiah, total belanja perhiasan emas justru naik 5%.

3. Siasat Kadar Rendah: Untuk menyiasati harga yang tinggi, konsumen Indonesia mulai beralih ke perhiasan dengan kadar rendah (di bawah 14 karat) agar emas tetap terjangkau.

Peran Bank Sentral dan Pasokan Global
Bank sentral dunia tetap menjadi penopang utama dengan menambah 863 ton emas ke cadangan devisa mereka. Meski angka ini di bawah rekor 1.000 ton pada tahun-tahun sebelumnya, peran sektor resmi tetap krusial dalam menjaga stabilitas harga.

Dari sisi pasokan, tahun 2025 juga mencetak rekor produksi tambang sebesar 3.672 ton. Menariknya, meskipun harga emas sedang tinggi, volume daur ulang (recycling) hanya meningkat tipis 3%. Ini menunjukkan bahwa pemilik emas lebih memilih menyimpan aset mereka daripada menjualnya, mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap nilai emas jangka panjang. (UHB)

REDAKSI

Recent Posts

TPS Perkuat “Benteng” Tata Kelola, Siapkan SDM Hadapi Risiko Bisnis yang Kian Kompleks

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan industri logistik yang semakin kompetitif dan penuh ketidakpastian, isu tata…

19 jam ago

Harga Terjangkau, Pertamina Gelar Pasar Murah untuk Tekan Inflasi di Jember

INVESTORJATIM.COM - Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat komitmen sosialnya dengan menggelar program…

21 jam ago

Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Menguat, Cek Rincian Harga per 16 April 2026

INVESTORJATIM.COM - Harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 yang dipasarkan melalui Pegadaian mengalami kenaikan…

24 jam ago

Lari Sambil Selamatkan Satwa: Ajang “Run for Animals 2026” Gaet Publik Lewat Cara Tak Biasa

INVESTORJATIM.COM – Indonesia tak pernah kekurangan agenda pelestarian alam. Namun di tengah derasnya tren gaya…

2 hari ago

Demam Padel hingga Hyrox Meledak, Blibli Tancap Gas Obral Gear Olahraga

INVESTORJATIM.COM – Lonjakan tren gaya hidup aktif yang kian menguat, terutama di kalangan generasi muda,…

2 hari ago

Geopolitik Memanas, PLN Nusantara Power Ngebut Transisi Energi dan Kunci Keandalan Listrik

INVESTORJATIM.COM – Di tengah bara ketegangan geopolitik global yang terus menyala dan mengguncang rantai pasok…

2 hari ago