Categories: HeadlineIndeks

Reformasi Berlanjut, Menkeu Bidik Pejabat Pajak

INVESTORJATIM.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melakukan langkah tegas dalam mereformasi internal kementeriannya. Setelah merombak jajaran Bea Cukai, kini Menkeu menyasar pejabat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai upaya meningkatkan integritas dan penerimaan negara.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026), Menkeu Purbaya mengungkapkan akan memindahkan lebih dari 45 pejabat pajak dari posisi strategis yang selama ini dianggap sebagai “lahan gemuk”.

Strategi “Shock Therapy”
Langkah mutasi massal ini disebut Menkeu sebagai bentuk kejutan atau shock therapy bagi para pegawai. Berbeda dengan mutasi rutin yang biasanya hanya melibatkan satu atau dua orang, kali ini perombakan dilakukan dalam skala besar.

“Hal yang sama juga akan kita lakukan di pajak, minggu ini kita akan pindahkan sekitar 45 orang lebih. Mereka dipindahkan dari tempat yang dianggap ‘gemuk’ ke tempat yang lebih sepi,” tegas Purbaya di hadapan anggota dewan.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya terdapat keinginan untuk merumahkan pejabat dengan kinerja buruk. Namun, mengingat aturan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak memungkinkan hal tersebut, mutasi ke wilayah terpencil menjadi opsi utama. Sebaliknya, pejabat yang berkinerja apik akan diberikan promosi ke posisi yang lebih baik.

Respons Atas Insiden OTT Banjarmasin
Kebijakan tegas ini juga dipicu oleh adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat pegawai pajak di Banjarmasin baru-baru ini. Menkeu Purbaya menegaskan tidak akan memberikan perlindungan khusus bagi pegawainya yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

“Saya akan mendampingi mereka terus secara hukum, tapi tidak akan melakukan intervensi hukum. Saya tidak akan datang ke Presiden, KPK, atau Kejaksaan untuk meminta menghentikan kasusnya,” ujar Menkeu dengan nada tegas.

Purbaya menekankan bahwa dirinya menghormati proses hukum yang berlaku dan membiarkannya berjalan seadil-adilnya. “Kalau salah ya salah. Tapi kalau tidak bersalah, ya jangan disalahgunakan (diabuse),” tambahnya.

Kelanjutan Reformasi Birokrasi
Aksi bersih-bersih ini merupakan kelanjutan dari mutasi sebelumnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melibatkan 34 pejabat. Dengan langkah ini, Kemenkeu berharap adanya perbaikan kinerja yang signifikan di kedua institusi tulang punggung pendapatan negara tersebut guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. (NMO)

REDAKSI

Recent Posts

XPENG Kenalkan New X9 dan G6 Pro ke Pasar Surabaya Lewat GIIAS 2026

INVESTORJATIM.COM – XPENG Indonesia untuk pertama kalinya membawa lini kendaraan listrik pintarnya ke pasar Jawa…

3 jam ago

PLN Nusantara Power Buka Peluang Kerja Sama Energi dengan Bangladesh

INVESTORJATIM.COM – Pengalaman PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam mengelola pembangkit listrik dan mengembangkan energi…

3 jam ago

TPS Raih Penghargaan Wajib Pajak Teladan Surabaya Tiga Tahun Berturut-turut

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Pelindo Terminal Petikemas (PTP), kembali meraih…

3 jam ago

Mazda Perkuat Pasar Jawa Timur Lewat Tiga Model Baru di GIIAS Surabaya 2026

INVESTORJATIM.COM – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, memperkuat…

4 jam ago

VinFast Perkuat Ekosistem Mobil Listrik di Indonesia, Bawa Konsep “Drive Worry-Free”

INVESTORJATIM.COM – VinFast menegaskan komitmennya untuk mengembangkan bisnis kendaraan listrik di Indonesia dalam jangka panjang.…

4 jam ago

Honda Super-ONE Menyapa Surabaya, Mobil Listrik Mungil dengan DNA “Joy of Driving”

INVESTORJATIM.COM – Honda membawa mobil listrik mungil Honda Super-ONE ke GIIAS Surabaya 2026. Model yang…

6 jam ago