Categories: BusinessIndeks

Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Nasional Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah

Istimewa

JAKARTA, INVESTORJATIM.COM — PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga meski terjadi gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah. Perseroan menilai kapasitas produksi serta cadangan bahan baku yang dimiliki saat ini cukup untuk menjaga keberlanjutan pasokan pupuk bagi petani di dalam negeri.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira mengatakan perseroan berkomitmen menjalankan mandat pemerintah untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, termasuk di tengah dinamika geopolitik global.

“Pupuk Indonesia berkomitmen menjalankan mandat pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani. Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk,” ujarnya dalam keterangan resmi, pekan lalu.

Saat ini, kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup mencapai 14,5 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk. Khusus pupuk urea, kapasitas produksi perseroan disebut mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik.

Secara fundamental, produksi urea nasional juga dinilai memiliki tingkat kemandirian yang kuat. Hal ini karena bahan baku utama berupa gas bumi dapat dipenuhi dari pasokan domestik dengan harga yang telah diatur oleh pemerintah.

Dengan kondisi tersebut, eskalasi konflik di Selat Hormuz—yang merupakan salah satu jalur distribusi penting urea global—dinilai tidak berdampak langsung terhadap pasokan pupuk urea di Indonesia.

“Pupuk Indonesia merupakan produsen urea terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Dengan kapasitas produksi yang kuat tersebut, kami memiliki kemampuan untuk menjaga pasokan pupuk tetap optimal bagi petani Indonesia,” kata Yehezkiel.

Selain mengandalkan kapasitas produksi, Pupuk Indonesia juga memperkuat ketahanan rantai pasok melalui diversifikasi sumber bahan baku strategis yang masih diimpor. Beberapa bahan baku pupuk, seperti fosfat (P) dan kalium (K), tidak tersedia secara alami di Indonesia dan menjadi komponen penting dalam produksi pupuk NPK.

Saat ini, perseroan memperoleh pasokan fosfat dari sejumlah negara di kawasan Afrika Utara, antara lain Maroko, Tunisia, dan Aljazair. Sementara itu, kalium dipasok dari Kanada dan Laos yang berada di luar wilayah konflik Timur Tengah sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.

Adapun bahan baku lain yang berpotensi terdampak eskalasi konflik di Timur Tengah adalah sulfur (S) yang selama ini berasal dari Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Namun demikian, perusahaan juga memiliki alternatif pasokan sulfur dari negara lain, termasuk Kanada.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia turut memperkuat manajemen stok bahan baku dengan menjaga ketersediaan fosfat, kalium, dan sulfur pada tingkat yang memadai untuk mendukung produksi.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi antisipasi terhadap potensi kenaikan biaya logistik yang dipicu oleh peningkatan harga minyak dunia.

Didukung kapasitas produksi yang kuat, diversifikasi sumber bahan baku, serta manajemen stok yang terjaga, Pupuk Indonesia optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional.

“Fokus utama kami tetap memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi dengan optimal,” tutup Yehezkiel.(Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Harga Pertamax Turun per 1 Agustus, Pertamina Pangkas Tarif hingga Rp1.000 per Liter

INVESTORJATIM.COM – PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi,…

6 jam ago

Laba FIF Tembus Rp2,37 Triliun, Pembiayaan Melesat di Tengah Tantangan Ekonomi

INVESTORJATIM.COM – PT Federal International Finance (FIF) mencatatkan kinerja impresif sepanjang Semester I/2026. Di tengah…

12 jam ago

Laba Bersih Astragraphia Melonjak 30% Jadi Rp138 Miliar, Bisnis Solusi Digital Kian Moncer

INVESTORJATIM.COM – PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) membukukan kinerja positif pada semester I/2026. Di tengah…

17 jam ago

Rektor UNAIR Dorong Mahasiswa Baru Aktif Berinovasi dan Manfaatkan Peluang Studi ke Luar Negeri

INVESTORJATIM.COM – Universitas Airlangga (UNAIR) memanfaatkan momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026…

18 jam ago

Atria Hotel Malang Tawarkan Pengalaman Staycation Berkonsep Wellness dengan Kolam Renang Berlatar Pegunungan

INVESTORJATIM.COM – Tren staycation yang mengedepankan kenyamanan sekaligus kesehatan (wellness) terus berkembang di industri perhotelan.…

20 jam ago

BEI Perkuat Transparansi Emiten dan Luncurkan Saham Berbasis Hijau, IHSG Menguat 0,64 Persen

INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat upaya meningkatkan transparansi pasar modal melalui penyempurnaan…

1 hari ago