
INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia memperkuat sinergi dengan TNI dan pemangku kepentingan industri pertahanan untuk meningkatkan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan operasional pertahanan nasional.
Upaya tersebut mengemuka dalam kunjungan Tim Tugas Pemantauan Objek Vital Pertahanan Nasional ke PT PAL Indonesia di Surabaya, Selasa (8/9/2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas dan kapabilitas perusahaan, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang dihadapi industri pertahanan nasional.
Peninjauan mencakup fasilitas dan galangan kapal, kemampuan maintenance, repair and overhaul (MRO), sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi, hingga kesiapan industri pendukung.
SEVP Transformasi Manajemen PT PAL Indonesia Taat Siswo Sunarto mengatakan perusahaan terbuka terhadap proses pemantauan dan berbagai masukan untuk meningkatkan kapabilitas industri.
“Harapannya, kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi TNI dan PT PAL Indonesia dalam mendukung kemandirian dan kesiapsiagaan pertahanan nasional,” ujar Taat.
Fokus MRO dan Transfer Teknologi
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas. Salah satunya terkait kesiapan galangan nasional dalam mendukung MRO ITS Garibaldi/KRI Gajah Mada, perkembangan transfer of technology (ToT) kapal selam, serta penguatan industri pendukung.
Menurut Taat, penguatan industri pertahanan tidak dapat dilakukan oleh satu perusahaan secara mandiri. Dibutuhkan ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari industri komponen, pemasok, SDM, teknologi, hingga lembaga pendidikan.
“Industri pertahanan membutuhkan ekosistem yang saling terhubung. Industri komponen, pemasok, sumber daya manusia, teknologi, dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membangun rantai pasok pertahanan yang kuat,” katanya.
Sebagai national consolidator, PT PAL Indonesia terus mendorong kolaborasi dengan pelaku industri dalam negeri. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, serta memperbesar penggunaan material dan komponen lokal yang memenuhi standar marine class dan standar global.
Penguatan rantai pasok domestik tersebut diharapkan turut meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sehingga kebutuhan pertahanan nasional semakin dapat dipenuhi melalui kemampuan industri dalam negeri.
TNI Soroti Kesiapan Industri Pertahanan
Ketua Tim Tugas Pemantauan, Laksma Octave Ferdinal, mengatakan pemantauan lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai capaian, tantangan, serta kebutuhan PT PAL Indonesia.
Menurutnya, hasil pemantauan akan menjadi bahan evaluasi bagi pimpinan untuk menentukan langkah tindak lanjut guna memperkuat industri pertahanan nasional.
“Pemantauan ini bukan hanya untuk menilai capaian PT PAL, tetapi juga untuk mendengar langsung persoalan di lapangan. Temuan-temuan ini akan menjadi perhatian pimpinan untuk segera ditindaklanjuti,” kata Octave.
Dia menambahkan, kesiapan industri pertahanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapsiagaan TNI.
“Karena kami percaya, kesiapan TNI berawal dari industri pertahanan yang kuat,” ujarnya.
Ke depan, PT PAL Indonesia akan melanjutkan penguatan kapabilitas galangan, penguasaan teknologi, pengembangan SDM, serta pemberdayaan industri pendukung.
Sinergi dengan TNI dan pemangku kepentingan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas PT PAL Indonesia, tetapi juga membangun ekosistem industri pertahanan nasional yang lebih mandiri dan berdaya saing. (onny)














Komentar