Categories: HeadlineIndeks

Program MBG BGN: Disiplin SPPG Jadi Syarat Penerimaan Insentif

INVESTORJATIM.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memberlakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menegaskan tidak akan segan menghentikan insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kedapatan tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) di lapangan.

Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi BGN, Rufriyanto Maulana Yusuf, menjelaskan bahwa skema kemitraan ini menggunakan prinsip disiplin tinggi melalui mekanisme no service, no pay.

Prinsip No Service, No Pay
Menurut Rufriyanto, insentif sebesar Rp6 juta per hari yang diberikan kepada mitra bisa langsung hangus apabila fasilitas SPPG masuk kategori gagal beroperasi atau tidak memenuhi standar kesiapan (stand by readiness).

“Logika operasional dari mekanisme pendisiplinan ini dilandasi oleh supremasi hukum tertinggi, yaitu tiada layanan, tiada pembayaran. Jika fasilitas dinyatakan tidak siap, maka pada hari itu juga insentif dihentikan,” ujar Rufriyanto di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Parameter Pelanggaran Ketat
BGN telah menetapkan parameter mutu yang sangat ketat untuk menjaga keamanan pangan dan kebersihan lingkungan. Beberapa kondisi yang dapat memicu penghentian insentif secara otomatis antara lain:

1. Kualitas Air: Terdeteksi adanya bakteri E.Coli pada filter air.

2. Sanitasi: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mampet hingga mencemari pemukiman warga.

3. Fasilitas: Mesin pendingin rusak yang mengakibatkan bahan makanan busuk.

4. Legalitas: Gagal memperoleh atau mempertahankan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kebijakan ini sengaja dirancang sebagai “alat pemaksa” agar seluruh mitra disiplin menjaga kualitas layanan setiap hari, mengingat seluruh risiko operasional berada di pihak mitra.

Gotong Royong Demi Kedaulatan Bangsa
Meskipun pengawasan dilakukan secara ketat, BGN mengakui bahwa skema kemitraan SPPG masih terus dalam tahap penyempurnaan tata kelola publik. Rufriyanto menekankan bahwa program ini bukan sekadar mengejar keuntungan sepihak bagi mitra, melainkan sebuah misi strategis nasional.

“Kebijakan ini bukan tentang keuntungan sepihak, melainkan gotong royong patriotik demi mewujudkan kedaulatan bangsa yang mandiri dan kompetitif,” pungkasnya.

Langkah tegas ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berkualitas tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat penerima manfaat. (BHO)

REDAKSI

Recent Posts

Jangan-Jangan Kamu Termasuk Tipe yang Ini: 3 Kebiasaan Orang Saat Gajian

INVESTORJATIM.COM – Momen gajian kerap menjadi waktu yang ditunggu banyak orang. Setelah menerima penghasilan bulanan,…

10 jam ago

ITS Uji Sensor Gempa dan Prototipe Rumah Tahan Guncangan di Ponorogo

INVESTORJATIM.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan teknologi untuk memperkuat mitigasi bencana gempa bumi…

12 jam ago

FAS Blibli Bantu Brand Scaling Up Tanpa Tambah Gudang dan Tim

INVESTORJATIM.COM – Pertumbuhan bisnis yang semakin pesat membawa tantangan baru bagi brand, terutama dalam mengelola…

12 jam ago

Bappenas Dorong PT PAL Jadi Konsolidator Industri Maritim Nasional

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah mendorong percepatan konsolidasi industri maritim nasional dengan memperkuat posisi PT PAL Indonesia…

17 jam ago

Tiga Tahun Beruntun, TPS Kembali Raih Penghargaan Wajib Pajak Teladan Surabaya

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP), kembali…

18 jam ago

BI Dorong Korporasi Gandeng UMKM untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

INVESTORJATIM.COM - Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan kemitraan antara korporasi dan usaha mikro, kecil, dan…

19 jam ago