Categories: Headline

Bappenas Dorong PT PAL Jadi Konsolidator Industri Maritim Nasional

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (kiri) bersama Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod.

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah mendorong percepatan konsolidasi industri maritim nasional dengan memperkuat posisi PT PAL Indonesia sebagai National Consolidator sekaligus Lead Integrator industri perkapalan nasional.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, pemerintah bersama PT PAL Indonesia akan segera menyusun road map industri maritim nasional. Peta jalan tersebut akan mengatur pembagian fokus dan peran antargalangan kapal di dalam negeri.

“Segera kita bentuk tim bersama untuk penyusunan roadmap industri maritim,” kata Rachmat saat bertemu Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut Rachmat, pengembangan industri maritim harus dilakukan secara terintegrasi karena sektor tersebut memiliki efek berganda terhadap perekonomian sekaligus menjadi salah satu pintu masuk penguasaan teknologi tinggi.

Dalam skema yang disiapkan, PT PAL akan diperkuat pada sektor militer dan pertahanan, sedangkan galangan kapal nasional lainnya dapat mengambil peran lebih besar di sektor sipil.

Bappenas juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mendorong penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi landasan penguatan industri maritim nasional.

Pesanan Kapal Terintegrasi

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan, konsolidasi industri maritim diperlukan karena pembangunan kapal memiliki dampak luas terhadap rantai industri pendukung, mulai dari pembangunan dermaga, infrastruktur maritim, logistik, hingga industri komponen.

“Industri maritim merupakan salah satu industri induk yang mendorong berbagai sektor industri lainnya,” ujar Kaharuddin.

Salah satu skema yang tengah didorong adalah pemesanan kapal melalui PT PAL Indonesia, kemudian pengerjaannya didistribusikan kepada galangan kapal lain di dalam negeri.

Skema tersebut dapat dilakukan melalui konsep bundling dengan memanfaatkan produk, desain, dan teknologi yang dimiliki PT PAL. Dengan demikian, PT PAL tidak hanya berperan sebagai produsen kapal, tetapi juga sebagai pengintegrasi kebutuhan, desain, teknologi, dan kapasitas produksi industri galangan nasional.

Kaharuddin menyebut skema tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat konsolidasi industri maritim sekaligus memperluas pasar.

“PT PAL berperan sebagai pengintegrasi kebutuhan, desain, teknologi, dan kapasitas produksi, sementara pengerjaan dapat melibatkan galangan nasional lainnya,” katanya.

Kapasitas Produksi PT PAL Meningkat

Penguatan peran sebagai konsolidator didukung transformasi yang dilakukan PT PAL dalam lima tahun terakhir, terutama melalui peningkatan kapasitas produksi.

Salah satu indikatornya terlihat dari percepatan pengerjaan Frigate Merah Putih. Waktu docktime kapal tersebut berhasil dipangkas dari sebelumnya 22 bulan menjadi hanya 8 bulan.

Sementara itu, proyek Landing Dock Filipina dapat mencapai tahap peluncuran dalam waktu sekitar enam bulan.

Di sisi lain, PT PAL juga mengembangkan kapabilitas teknologi pertahanan. Salah satunya melalui pengembangan unmanned submarine berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikenal sebagai Kapal Selam Otonom (KSOT).

“Pengembangan industri maritim tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi kapal, tetapi juga penguatan ekosistem dan penguasaan teknologi tinggi,” tutur Kaharuddin.

Dengan skema konsolidasi tersebut, PT PAL diproyeksikan tidak hanya menjadi pemain utama industri galangan nasional, tetapi juga menjadi simpul integrasi yang menghubungkan teknologi, desain, kapasitas produksi, dan pasar industri maritim Indonesia. (onny)

REDAKSI

Recent Posts

Tiga Tahun Beruntun, TPS Kembali Raih Penghargaan Wajib Pajak Teladan Surabaya

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP), kembali…

3 jam ago

BI Dorong Korporasi Gandeng UMKM untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

INVESTORJATIM.COM - Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan kemitraan antara korporasi dan usaha mikro, kecil, dan…

4 jam ago

OJK Lantik Deputi Komisioner BMKS, Siapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kelembagaan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) dengan…

13 jam ago

Akhmad Munir Dorong Penguatan Modal Ventura untuk Perkuat Startup dan UMKM

INVESTORJATIM.COM — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir menilai industri modal ventura…

15 jam ago

Powerful Indonesia Festival 2026 Rayakan Budaya Nusantara dan Dukung UMKM

INVESTORJATIM.COM – The Apurva Kempinski Bali kembali menggelar Powerful Indonesia Festival 2026 pada 16–17 Agustus…

18 jam ago

Gempa NTT, ITS Cek Kondisi Pelabuhan Maumere untuk Pastikan Jalur Bantuan Tetap Aman

INVESTORJATIM.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerjunkan tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana ke Nusa…

18 jam ago