Categories: Business

PJB Raih Penghargaan Co-Firing di Asian Power Awards 2020

Direktur Utama PT PJB  Iwan Agung Firstantara dengan penghargaan Biomass Power Project of The Year in 2020 di Asian Power Awards 2020.Foto:Dok

SURABAYA-Peningkatan buaran energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia terus didorong melalui berbagai cara, mulai dari pengembangan proyek pembangkit EBT hingga inovasi untuk menggunakan biomassa sebagai bahan bakar ramah lingkungan.

Salah satu yang secara aktif digaungkan oleh PT PJB adalah melalui pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar co-firing. Setelah memelopori komersialisasi co-firing pertama di Indonesia pada PLTU Paiton 1&2 di pertengahan tahun 2020, kali ini PJB kembali melakukan komersialisasi pada PLTU lainnya yaitu PLTU Pacitan 2×315 MW. Komersialisasi ini merupakan komersialisasi co-firing kedua untuk PLTU di Indonesia.

Go-live komersialisasi co-firing PLTU Pacitan yang dilakukan pada Senin (7/12/2020) secara virtual itu turut dihadiri oleh jajaran Direksi PJB, Direktur Mega Project PT PLN Persero, serta Direktur Direktorat Bio Energi Kementerian ESDM.

Iwan Agung Firstantara, Direktur Utama PT PJB, menyatakan, bahwa komersialisasi kedua oleh PJB ini semakin mempertebal komitmen PJB dalam mendukung program green booster PLN. “PJB juga akan terus menggiatkan co-firing dan berbagai program EBT lainnya sehingga dapat bersama-sama mencapai bauran EBT 23 persen pada tahun 2025,” katanya.

Kehadiran PLTU Pacitan sebagai pembangkit kedua yang masuk ke dalam daftar komersialisasi juga mendapatkan apresiasi dari PLN. Apresiasi yang disampaikan oleh M Ikhsan Asaad selaku Direktur Mega Project PT PLB (Persero) menunjukkan bahwa PJB memiliki kontribusi yang besar pada pengimplementasian co-firing di Indonesia. Hal ini dikarenakan dari seluruh persebaran co-firing di Indonesia, PLTU yang dioperasikan oleh PJB mendominasi persebaran ini, PLN pun semakin optimistis terhadap peningkatan tren EBT di Indonesia dikarenakan dedikasi yang telah dilakukan oleh PJB.

Direktur Mega Project PT PLN (Persero), Andriah Feby Misna selaku Direktur Direktorat Bioenergi Kementerian ESDM, menjelaskan co-firing pada PLTU Pacitan memiliki porsi yang besar tidak hanya dalam pengurangan penggunaan bahan bakar batubara namun juga berdampak positif pada pengembangan ekonomi kerakyatan yang produktif dan mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia.

“Selain memiliki kapabilitas dalam melakukan inovasi seperti pengolahan biomassa menjadi program co-firing yang andal, PJB turut serta memberikan best practice dalam pengoptimalan PLTU melalui co-firing,” ujarnya.

Best practice yang dibagikan pada acara New Horizon Talk Vol.#3 dengan tajuk ‘Prospect and Challenges of Biomass Co-Firing in Coal Power Plant to Support Renewable Energy Mix ini mengundang mengundang 3 narasumber yang kompeten di bidang energi kelistrikan yaitu Chairani Rahmatullah General Manager PLN Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan, Teguh Widjayanto Kepala Satuan Teknologi dan Enjiniring PT PJB dan Tomio Kubota Deputy Director Technical Advisory and Consulting Group JCoal.

Keberhasilan PJB dalam memelopori Co-firing, baik dari sisi ujicoba hingga komersialisasi juga membuahkan prestasi di kancah internasional. Diwakili oleh Iwan Agung Firstantara, Direktur Utama PT PJB, PJB berhasil mendapatkan penghargaan Biomass Power Project of The Year in 2020 oleh Asian Power Awards 2020. Penghargaan ini semakin menguatkan kesuksesan PJB dalam pengimplementasian co-firing baik di Indonesia hingga di dunia internasional.

Pada Asian Power Award, melalui seleksi yang ketat, serta diawasi langsung oleh 5 juri dari berbagai perusahaan multinasional dari berbagai negara, PJB berhasil menggaet piala perunggu pada kategori Biomass Power Project of the Year setelah bersaing dengan ratusan paper berkualitas lainnya. Hal ini menjadikan bukti nyata diakuinya Co-Firing sebagai upaya PJB yang tidak hanya berambisi untuk menghijaukan seluruh PLTU yang ada di Indonesia, tetapi juga bersatu dalam komitmen dunia dalam Paris Agreement untuk menurunkan emisi global .

Dengan terus dibuktikannya pencapaian PJB melalui beragam pengembangan proyek peco-firing semakin menunjukkan komitmen dan keseriusan PJB dalam menjadi perusahaan pembangkit listrik terdepan dan terpecaya dalam bisnis energi berkelanjutan baik di Asia Tenggara maupun di dunia.(RD)

 

REDAKSI

Recent Posts

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84%, Investasi Semester I/2026 Capai Rp72,7 Triliun

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,84%…

14 jam ago

Ekonomi Jatim Tumbuh, Kadin Soroti Kualitas Lapangan Kerja dan Daya Saing Industri

INVESTORJATIM.COM — Forum Jurnalis Ekonomi-Bisnis Surabaya (FORJEBS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Refleksi Jawa…

15 jam ago

Jaga Reputasi di Tengah Gempuran AI, BRI Gembleng Humas Daerah di Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Satu isu lokal di daerah bisa meledak menjadi perbincangan nasional hanya dalam hitungan…

16 jam ago

Disambangi Bappenas, Pelindo Beberkan Jurus Tekan Biaya Logistik dari Tanjung Perak

INVESTORJATIM.COM – Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dan 2028 tidak disusun dari balik meja di…

22 jam ago

Wagub Emil Dorong Narasi Baru Surabaya sebagai Kota Kebanggaan Santri

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong munculnya narasi baru mengenai Kota…

1 hari ago

Sungai Maron, Wujud Energi Berkeadilan yang Menghidupkan Lingkungan dan Ekonomi Warga

INVESTORJATIM.COM – Bagi masyarakat di sekitar Sungai Maron, Pacitan, Jawa Timur, sungai bukan sekadar aliran…

2 hari ago