Pilih Kampus di Era Disrupsi Tak Lagi Sederhana, BINUS Malang Hadirkan Solusi Menyeluruh untuk Orang Tua

Media gathering Binus @Malang yang digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama.

INVESTORJATIM.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, proses menentukan pendidikan tinggi kini menjadi semakin kompleks bagi orang tua dan calon mahasiswa. Banyaknya pilihan kampus, ketidakpastian arah karier, serta tuntutan relevansi di era digital membuat keputusan ini tidak lagi sederhana.

Memilih perguruan tinggi bahkan menjadi salah satu keputusan terbesar bagi orang tua. Kekhawatiran akan salah langkah semakin besar, terlebih dengan fenomena career mismatch, di mana sekitar 35%–36% lulusan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan pendidikannya. Di sisi lain, World Economic Forum memprediksi 22% pekerjaan global akan berubah pada 2030, mempertegas bahwa masa depan karier semakin tidak pasti.

Direktur Kampus BINUS @Malang, Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M., menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan tersebut dengan memastikan lulusannya relevan dan adaptif.

“Pemilihan kampus bukan sekadar mendapatkan gelar, tetapi investasi masa depan. Kami memastikan pendidikan yang diberikan relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata,” ujarnya dalam media gathering di Surabaya, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, BINUS merancang kurikulum berorientasi masa depan dengan melibatkan industri secara aktif. Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) telah terintegrasi dalam pembelajaran, disertai penguatan kemampuan seperti literasi digital, critical thinking, problem solving, dan adaptabilitas.

Baca Juga:  SEVINA Berikan Program Beasiswa Pada Enam Siswa Prestasi. Berikut Siswa Penerima Kuliah Gratis

Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung melalui program unggulan seperti enrichment, yang memungkinkan mereka terjun ke dunia industri sebelum lulus. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mulai membangun karier sejak dini.

“Sekitar 80% mahasiswa BINUS sudah bekerja atau berwirausaha sebelum wisuda. Dalam enam bulan setelah lulus, hampir seluruhnya terserap di dunia kerja,” jelasnya.

Di tengah banyaknya pilihan, sebagian orang tua masih mempertimbangkan perguruan tinggi luar negeri karena faktor prestise dan peluang global. Namun, biaya tinggi serta tantangan adaptasi menjadi pertimbangan tersendiri. BINUS @Malang hadir sebagai alternatif dengan kualitas internasional namun tetap relevan dan lebih terjangkau.

Sebagai bagian dari upaya memberikan solusi nyata, BINUS @Malang juga menghadirkan berbagai program pengenalan seperti Discovery Day yang digelar pada 28–29 April 2026 di Surabaya, untuk memberikan pengalaman langsung kepada orang tua dan calon mahasiswa.

Selain kesiapan akademik dan karier, BINUS juga menaruh perhatian serius pada kesehatan mental mahasiswa di tengah tekanan era digital.

Baca Juga:  Dari Limbah Jadi Karya: SMP YPPI–1 Surabaya Tunjukkan Diplomasi Budaya Berbasis Lingkungan

Digital Psychology Program BINUS @Malang, Natahsa Gandhi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyebut generasi saat ini hidup dalam banjir informasi, namun rentan mengalami kecemasan, stres, hingga burnout.

“Semua informasi bisa diakses dengan mudah, tetapi justru membuat banyak anak muda cemas terhadap masa depan mereka. Ini menjadi dilema bagi generasi saat ini,” ujarnya.

Untuk itu, BINUS menghadirkan Student Advisory and Support, unit khusus yang mendampingi mahasiswa secara akademik dan psikologis. Pendampingan dilakukan secara personal, termasuk mentoring, konseling, hingga program wellbeing.

“Kami tidak menghilangkan stres, tetapi membantu mahasiswa mengelolanya secara adaptif. Kampus harus menjadi tempat yang aman dan suportif, bukan hanya tempat belajar,” jelasnya.

Pendampingan ini juga tetap berjalan saat mahasiswa mengikuti program enrichment di luar kampus, termasuk di luar kota, dengan monitoring berkelanjutan bersama mitra industri.

“Kami ingin mahasiswa tetap mendapatkan pengalaman nyata di dunia kerja, tetapi tidak berjalan sendiri. Selalu ada support system yang mendampingi,” tambahnya.

Pendekatan ini turut dirasakan oleh orang tua mahasiswa. Raden Agung Wirawan Kusworo mengaku puas dengan perkembangan anaknya selama menempuh pendidikan di BINUS @Malang.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Buka Puasa: Ramadan Jadi Momentum Kolaborasi YPPI, NSA, dan UWIKA dengan Media

“Anak kami tidak hanya mendapatkan pendidikan yang relevan, tetapi juga kesempatan membangun karier sejak dini. Ini menjadi investasi terbaik untuk masa depan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Winardi Sutanto, orang tua alumni BINUS @Malang. Ia menilai pendidikan di BINUS memberikan dampak nyata bagi karier anaknya.

“Setelah lulus, anak kami langsung bekerja di bidang yang relevan. Pendidikan di BINUS bukan hanya akademik, tetapi investasi jangka panjang yang manfaatnya langsung terasa,” katanya.

Robertus menambahkan, kekuatan BINUS terletak pada pendekatan Digital Technopreneur yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman dunia nyata.

“Kami tidak hanya menyiapkan mahasiswa untuk bekerja, tetapi juga menciptakan peluang melalui inovasi. Dengan dukungan ekosistem dan jaringan industri, lulusan BINUS siap menghadapi dunia yang terus berubah,” tegasnya.

Dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari kurikulum, pengalaman industri, hingga dukungan mental, BINUS @Malang berupaya menjawab keresahan orang tua sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan yang semakin kompleks. (Onny)

 

Komentar