
INVESTORJATIM.COM — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Area Bojonegoro terus memperkuat upaya mendorong penggunaan gas bumi di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui kegiatan bertajuk “Sinergi Bersama PGN Area Bojonegoro: Wujudkan UMKM Tangguh, Hemat Energi, dan Berdaya Saing”, perusahaan mengajak pelaku usaha memanfaatkan energi gas bumi sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi bisnis.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Eastern, Bojonegoro, itu dihadiri perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Bojonegoro, pelaku usaha laundry, UMKM, restoran, hingga anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Area Head PGN Area Bojonegoro, Faishal Arief, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi yang aman, efisien, praktis, dan ramah lingkungan.
Menurut dia, penggunaan gas bumi mampu membantu pelaku UMKM mengurangi biaya operasional sekaligus memperoleh pasokan energi yang lebih stabil dibandingkan sumber energi konvensional.
“Kami juga mengapresiasi dukungan Disdagkop UM dan Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Bojonegoro yang terus mendorong iklim usaha yang semakin maju serta penggunaan energi berkelanjutan di Bojonegoro,” ujarnya pekan lalu.
Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Disdagkop UM Kabupaten Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawati, menilai pengembangan jaringan gas (jargas) PGN menjadi kebutuhan yang dinantikan masyarakat dan pelaku usaha. Menurutnya, gas bumi memiliki keunggulan berupa pasokan yang stabil sehingga mampu mendukung aktivitas bisnis secara berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Dewan Asosiasi Laundry Indonesia, Dimas Setiawan, turut membagikan hasil riset mengenai prospek usaha laundry di Bojonegoro. Berdasarkan penelitian yang dilakukan lebih dari satu tahun, ia menilai potensi bisnis laundry di daerah tersebut lebih menjanjikan dibandingkan wilayah Lamongan maupun Tuban.
Dimas juga menjelaskan bahwa pemanfaatan gas bumi dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi usaha karena mampu menekan biaya operasional.
Selain memperkenalkan manfaat ekonomi, PGN juga memberikan edukasi mengenai aspek keselamatan penggunaan gas bumi. Sales PGN Area Bojonegoro, Eko Suprayitno, memaparkan karakteristik gas bumi, prosedur penanganan darurat apabila terjadi kebocoran, serta langkah-langkah menjaga keamanan instalasi gas di rumah maupun tempat usaha.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Ketua IWAPI Bojonegoro, Sri Artiningsih, mengatakan sosialisasi tersebut membuka wawasan pelaku usaha bahwa gas bumi tidak hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, tetapi juga menjadi solusi energi yang lebih hemat, praktis, tersedia selama 24 jam, dan ramah lingkungan bagi sektor usaha.(Onny)














Komentar