Petani Socah Madura Sebut Instalasi Air Program TJSL Pelindo Marine ‘Sumber Air Berkah

Koordinator Bidang TJSL Kementerian BUMN Fahrudin, Departemen Head Program TJSL Pelindo, Febrianto Zenny Sulistyo, Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Pelindo Marine Lia Indi Agustiana saat tasyakuran bersama Kelompok petani Dusun Peddes Desa Petaonan sebagai penerima manfaat dari instalasi air Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Marine, Selasa (24/09/2024). Foto: Dok. Pelindo Marine
BANGKALAN, investorjatim – Pembangunan instalasi sumur bor dan tandon air yang dibangun oleh PT Pelindo Marine Service atau Pelindo Marine pada 2023 lalu memberikan manfaat bagi petani lahan kering di Desa Socah, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur.

Kelompok petani Dusun Peddes di Desa Petaonan sebagai penerima manfaat dari instalasi air Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) anak usaha BUMN Pelindo itu, menyebutnya sebagai ‘Sumber Air Berkah’. Kini, mereka bisa panen 2 kali pada tahun ini. Setelah sebelumnya hanya dapat panen 1 kali per tahun.

Sebagai keberlanjutan, Pelindo Marine pada 2024 ini kembali memberikan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan pemasangan jaringan pipa distribusi air yang diharapkan mampu meluaskan lahan yang diairi dari semula 2 hektar menjadi 7-10 hektar dengan kelompok tani penerima manfaat meningkat dari sekitar 20 petani berpotensi menjadi 50-75 petani.

Koordinator Bidang TJSL Kementerian BUMN Fahrudin, menyebutkan,  bahwa program TJSL Pelindo Marine tersebut dikembangkan secara multidimensional. Berawal dari dukungan bidang lingkungan, yakni membangun sumur untuk menjadi solusi atas lahan kering. Kemudian berkembang meningkatkan hasil produksi pertanian yang membuat petani mulai berani berdagang untuk manfaat ekonomi. Hingga diharapkan memberikan dampak berkelanjutan, di antaranya pemanfaatan pendapatan tambahan tersebut untuk peningkatan pendidikan anak.

“Ketiga dampak lingkungan, ekonomi (setara pengembangan Usaha Mikro dan Kecil), dan pendidikan tersebut sejalan dengan 3 bidang prioritas Program TJSL Kementerian BUMN. Harapannya skema dukungan ini dapat direplikasi untuk juga menjadi solusi di wilayah lain yang membutuhkan, sehingga tidak hanya berkelanjutan, tapi juga bisa meningkatkan skala kebermanfaatannya,” jelas Fahrudin saat meninjau instalasi sumur bor, pompa listrik, tandon air, sekaligus mengikuti tasyakuran bersama kelompok petani Selasa (24/09/2024).

Ia didampingi oleh Departemen Head Program TJSL Pelindo, Febrianto Zenny Sulistyo, dan Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Pelindo Marine Lia Indi Agustiana, Departemen Head Program TJSL Pelindo, Febrianto Zenny Sulistyo menambahkan, pertimbangan untuk meningkatkan dampak dan skala kebermanfaatan tersebut membuat Pelindo melanjutan dukungan pada ‘Sumber Air Berkah’ dengan pemasangan jaringan perpipaan.

“Kini dengan adanya ‘Sumber Air Berkah’ dari Pelindo Marine, lahan menjadi lebih produktif. Karena distribusi air akan meluas dari semula hanya mengairi sekitar 2 hektar lahan, menjadi berpotensi mengairi hingga 7 sampai 10 hektar lahan, sehingga juga meningkatkan jumlah petani penerima manfaat. Dari semula tak kurang dari 20 petani, menjadi sekitar 50 hingga 75 petani. Semakin banyak petani yang terlibat, juga membuat beban biaya dan tenaga pengoperasian menjadi lebih ringan, karena dikelola dengan sistem gotong royong,” imbuh Febrianto.

Sementara perwakilan warga Desa Socah, Alfarobi Hasan dalam acara tasyakuran tersebut menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Pelindo atas dukungan dan pendampingan yang sudah berjalan sejak 2023 lalu. Ia memaparkan bahwa telah banyak perkembangan pada lahan kering yang semula hanya ditanami setahun sekali dan sisanya cuma menjadi tempat bermain untuk menerbangkan burung dara.

“Kini dengan adanya ‘Sumber Air Berkah’ dari Pelindo Marine telah menjadi lahan produktif. Semula panen padi hanya setahun sekali, kini bisa 2 hingga 3 kali per tahun untuk panen padi. Bahkah sedang dicoba untuk ditanami komoditas jagung. Adanya surplus hasil panen telah membuka mata petani. Bahwa hasil produksi bisa menjadi barang ekonomi untuk menambah penghasilan keluarga dan harapannya dapat membantu biaya pendidikan anak,” ungkapnya. ros

REDAKSI

Recent Posts

Pemkab Gresik Percepat Operasionalisasi 356 KDKMP

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat…

28 menit ago

OJK Pacu Reformasi Pasar Modal untuk Perkuat Daya Saing Indonesia

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat reformasi pasar modal Indonesia untuk meningkatkan transparansi, likuiditas,…

2 jam ago

IPO Bukan Cuma untuk Konglomerat: BEI Bongkar Mitos Pasar Modal yang Bikin Pengusaha Menengah Minder

INVESTORJATIM.COM – IPO itu hanya untuk perusahaan besar, punya omzet triliunan, dan pemiliknya sudah masuk…

4 jam ago

IHSG Terkoreksi, BEI Tegaskan Reformasi Jalan Terus dan Fundamental Emiten Masih Tumbuh

INVESTOR JATIM.COM – Kabar dari MSCI Inc. pada 15 Oktober 2026 sempat membuat pasar bergejolak.…

4 jam ago

Optimalkan Potensi PLTA Dalam Negeri, PLN Nusantara Power Andalkan Teknologi AI

INVESTORJATIM.COM – Upaya mewujudkan swasembada energi tidak hanya dilakukan dengan membangun pembangkit baru, tetapi juga…

1 hari ago

Strategi Belanja Akhir Bulan: Pilih Kebutuhan Prioritas untuk Kurangi Kerepotan Harian

INVESTORJATIM.COM – Memasuki akhir Oktober, banyak aktivitas yang datang bersamaan, mulai dari tuntutan pekerjaan yang…

1 hari ago