
INVESTORJATIM.COM – Permata Bank terus memperkuat edukasi bagi nasabah segmen Priority dan Private melalui program Wealth Wisdom. Memasuki tahun ke-12, program tersebut kembali digelar di The Westin Surabaya, Jawa Timur, dengan membawa tema “Finding Balance, Building Resilience”.
Melalui program ini, Permata Bank tidak hanya mengedukasi nasabah mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga mendorong mereka melihat kekayaan secara lebih menyeluruh, mulai dari kesehatan, keluarga, tujuan hidup, hingga persiapan generasi penerus.
Consumer and Branch Banking Director Permata Bank Eddy Sajoga mengatakan kebutuhan nasabah terus berkembang seiring perubahan tahapan kehidupan. Karena itu, edukasi mengenai kekayaan perlu dilakukan secara lebih holistik.
“Kalau kita bicara mengenai kekayaan, bukan hanya berfokus pada materi, tetapi kesehatan juga penting. Karena kalau kita tidak sehat, sekaya apa pun tidak bisa menikmati,” ujar Eddy, Rabu (7/10/2026), di Surabaya.
Menurut dia, Wealth Wisdom tahun ini membahas sejumlah aspek yang berkaitan dengan kehidupan nasabah, mulai dari purpose, health, relation, giving hingga bagaimana menikmati momen dalam kehidupan.
Edukasi tersebut juga diarahkan untuk membantu nasabah mempersiapkan keberlanjutan kekayaan yang telah dibangun. Tidak hanya untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, tetapi juga agar dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Bagaimana mengelola uang dengan bijak supaya bisa terus kepada generasi yang berikutnya, tidak habis di satu generasi saja,” katanya.
Group Head Deposit and Wealth Management Permata Bank Verawaty mengatakan kebutuhan nasabah berubah sesuai dengan tahapan kehidupan. Pada tahap awal, nasabah biasanya berfokus pada upaya mengumpulkan dan mengelola kekayaan.
Namun, ketika memasuki tahap berkeluarga, kebutuhan tersebut berkembang, antara lain untuk pendidikan anak, perlindungan, persiapan pensiun hingga perencanaan warisan atau legacy.
“Setelah itu, nasabah mulai berpikir bagaimana kekayaan yang sudah dikumpulkan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Ini yang sering kita kenal sebagai legacy,” ujar Verawaty.
Menurut Verawaty, Permata Bank berupaya mendampingi nasabah Priority dan Private dalam setiap tahapan tersebut melalui berbagai solusi pengelolaan kekayaan. Pendampingan juga diarahkan untuk memastikan pengelolaan kekayaan dapat berlanjut hingga generasi berikutnya.
“Bagaimana kami di Permata Bank mendampingi nasabah untuk kesinambungan dan menurunkan pengelolaan kekayaan ini kepada generasi-generasi berikutnya,” katanya.
Selain aspek finansial, Permata Bank juga membekali nasabah dengan wawasan mengenai perubahan ekonomi dan teknologi. Eddy mengatakan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, membuat dunia bisnis berubah semakin cepat.
Karena itu, generasi penerus juga perlu dipersiapkan agar mampu menghadapi perubahan dan mengembangkan kekayaan yang telah dibangun generasi sebelumnya.
Sementara itu, Division Head Strategic Marketing and Communication Permata Bank Glen Ranti mengatakan Wealth Wisdom memiliki enam pilar yang menjadi dasar edukasi, yakni frugality, purpose, health, relation, giving, dan moment.
Enam pilar tersebut menekankan bahwa kekayaan tidak semata-mata diukur dari jumlah uang yang dimiliki, tetapi juga bagaimana kekayaan dapat memberikan kehidupan yang lebih bermakna.
“Intinya, kami ingin menyampaikan kepada nasabah dan masyarakat, seperti apa kekayaan yang holistik dan kekayaan yang sesungguhnya,” ujar Glen.
Di Surabaya, Wealth Wisdom juga mengangkat pembahasan mengenai legacy dan keseimbangan hidup. Sejumlah pembicara dari berbagai bidang dihadirkan untuk memberikan perspektif kepada nasabah, termasuk Andy F. Noya serta praktisi kesehatan dan kebugaran Ade Rai.
Regional Head East Java, Bali & NTB Permata Bank Jemmy Toding mengatakan edukasi seperti Wealth Wisdom relevan dengan karakteristik nasabah di Jawa Timur yang memiliki kebutuhan beragam, mulai dari kebutuhan keluarga, pengembangan bisnis hingga persiapan generasi berikutnya.
Menurut dia, Jawa Timur juga menjadi wilayah penting bagi Permata Bank seiring dengan pertumbuhan ekonominya. Berdasarkan data BPS yang disampaikan Jemmy, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Melalui Wealth Wisdom, Permata Bank berharap nasabah Priority dan Private tidak hanya semakin memahami cara mengelola dan mengembangkan kekayaan, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan hidup serta mempersiapkan keberlanjutan kekayaan bagi generasi mendatang. (onny)












Komentar