Pemerintah Perkuat Logistik Multimoda, Tanjung Perak Diproyeksikan Jadi Hub Transhipment Nasional

Asdep Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Ekonomi, Yuli Sri Wilanti, meninjau control room alat pemindai ekspor dan impor pada Kamis (2/7/2016) di TPS.

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah mempercepat pengembangan layanan logistik multimoda dan transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak guna meningkatkan efisiensi rantai pasok serta memperkuat daya saing logistik nasional.

Upaya tersebut dibahas dalam kunjungan lapangan dan rapat koordinasi yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Kamis (2/7). Pertemuan dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Pelindo Regional 3, Pelindo Terminal Petikemas, KAI Logistik, asosiasi logistik, hingga perusahaan pelayaran internasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan jalur kereta api menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Perak untuk memastikan kesiapan infrastruktur yang mendukung integrasi angkutan kereta api dengan layanan pelayaran internasional.

Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, mengatakan integrasi antarmoda menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional.

Baca Juga:  TPS Perkuat Peran sebagai Garda Logistik Nasional, Dukung Pengawasan Peredaran Satwa dan Tumbuhan Liar di Pelabuhan

“Integrasi layanan kereta api dengan pelabuhan dan jaringan pelayaran internasional menjadi solusi untuk mempercepat arus barang, menekan biaya logistik, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujarnya.

Dalam rapat, pemerintah membahas pengembangan layanan logistik multimoda pada koridor Jakarta–Semarang–Surabaya yang menghubungkan angkutan kereta api dengan pelabuhan utama di Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak. Skema tersebut diharapkan membuat distribusi barang ekspor dan impor lebih efisien dan terintegrasi.

TPS menjadi salah satu simpul utama dalam jaringan tersebut melalui konektivitas Stasiun Surabaya Benteng dengan terminal peti kemas. Perannya dinilai strategis sebagai pusat konsolidasi kargo ekspor dan distribusi impor di kawasan Indonesia timur.

Forum juga menyoroti pentingnya pengembangan layanan multimoda untuk menekan biaya logistik nasional yang masih berada di kisaran 14,29% terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain itu, penguatan layanan transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan mampu meningkatkan konsolidasi peti kemas domestik dan internasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan pelayaran global.

Baca Juga:  TPS Cetak Rekor Arus Peti Kemas Internasional, Genjot Modernisasi Alat dan Sistem Operasi

Yuli menilai peningkatan kapasitas transhipment akan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus membuka peluang investasi di sektor logistik.

Sementara itu, Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan komitmen perusahaan mendukung pengembangan logistik multimoda melalui optimalisasi konektivitas kereta api yang telah terhubung langsung ke area terminal, peningkatan efisiensi operasional melalui peremajaan alat bongkar muat dan elektrifikasi, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, TPS akan terus memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang perdagangan internasional dan hub logistik Indonesia bagian timur melalui peningkatan kualitas layanan, konektivitas multimoda, serta pengembangan layanan transhipment yang berdaya saing. (Onny)

Komentar

News Feed