Pakuwon Group Bidik Rp 250 Miliar dari Anniversary Exhibition 2025

Harga Properti Stagnan, Pakuwon Group Dorong Pembelian dengan KPR 0,98% melalui Anniversary Exhibition 2025.

SURABAYA, INVESTORJATIM — Prospek pemulihan ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat diyakini akan memberi angin segar bagi pasar properti. Momentum ini dimanfaatkan Pakuwon Group dengan menghadirkan Pakuwon Group Anniversary Exhibition 2025, pameran tahunan yang digelar pada 13–16 November 2025 di Fashion Atrium Pakuwon Mall Surabaya.

Memperingati 43 tahun kiprahnya di industri properti, Pakuwon Group menawarkan beragam promo, salah satunya kolaborasi spesial dengan Bank BCA. Pengunjung dapat menikmati bunga KPR BCA 0,98% fixed 3 tahun, bebas biaya administrasi, provisi, dan asuransi jiwa. Proses persetujuan KPR juga disediakan langsung di lokasi.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan kerja sama dengan BCA merupakan komitmen perusahaan untuk menghadirkan kemudahan bagi masyarakat.

“Ini momentum tepat untuk memiliki rumah, dengan bunga KPR terendah dalam sejarah dan harga properti yang relatif stagnan,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Pameran juga menawarkan cicilan mulai Rp 2 jutaan, Free PPN hingga Rp 220 juta, serta hadiah seperti iPhone 17 Pro, iPad Air M3, Logam Mulia, hingga Apple Watch.

Momentum Ekonomi Menguat

Sutandi menyebut kondisi ekonomi menunjukkan sinyal positif. Pertumbuhan ekonomi kuartal III tercatat 5,04%, sementara konsumsi mulai pulih. Pemerintah juga menyalurkan sekitar Rp 200 triliun ke perbankan sehingga suku bunga kredit menurun dan inflasi terjaga.

Secara global, stabilisasi ekonomi turut mengurangi tekanan pasar. “Harga emas sudah tinggi, sementara harga properti stagnan sepanjang 2025. Ini titik nadir yang ideal untuk membeli properti,” katanya.

Pakuwon Group saat ini memiliki stok properti siap huni senilai lebih dari Rp 2 triliun, dengan 70% di antaranya memenuhi syarat free PPN. Di Surabaya, stok mencapai Rp 1,8 triliun, termasuk 360 unit rumah di kawasan Pakuwon Indah, Pakuwon City, dan Grand Pakuwon, serta unit apartemen di Bella Tower, Pakuwon City.

Permintaan Tetap Kuat

Direktur Pakuwon Group, Fenny Lousa, mengatakan hingga September 2025 penjualan di Surabaya telah mencapai Rp 1,3 triliun dari target Rp 1,8 triliun. Pameran diharapkan menambah sekitar 25% dari target tersebut.

“Sekitar 60% transaksi menggunakan KPR dengan tenor 8–10 tahun. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemilikan properti jangka panjang,” ujarnya.

Head of Sales & Marketing Pakuwon Group, Liliani Harsono, menambahkan pameran menampilkan produk rumah siap huni, apartemen, kondominium berfasilitas bintang lima, serta ruko di lokasi strategis.

“Semua kebutuhan, baik end user maupun investor, bisa dipenuhi dalam satu event,” katanya.

Pakuwon Group berharap pameran ini memperluas akses masyarakat terhadap hunian berkualitas dan memperkuat kontribusi terhadap industri properti nasional.

“Properti tetap menjadi instrumen investasi paling aman dan menjanjikan. Dengan bunga rendah dan ekonomi yang membaik, sekarang waktu terbaik untuk membeli,” tutur Sutandi. (ONNY ASMARA)

REDAKSI

Recent Posts

CMSE 2026 Pecah Rekor, 15 Ribu Orang Datang Langsung ke BEI

INVESTORJATIM.COM – Capital Market Summit & Expo, atau CMSE 2026, resmi ditutup pada Sabtu, 7…

11 jam ago

Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya Gandeng Kuching Specialist Hospital Gelar Konsultasi Ortopedi

INVESTORJATIM.COM – Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya memperluas peran bisnis hospitality melalui kolaborasi dengan Kuching…

13 jam ago

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,83% hingga Kuartal III/2026, Lampaui Nasional

INVESTORJATIM.COM – Ekonomi Jawa Timur mencatat pertumbuhan sebesar 5,83% secara kumulatif sepanjang Januari–September 2026. Realisasi…

1 hari ago

ITS dan PLN Adu Inovasi Kendaraan Listrik di PLN ICE 2026

INVESTORJATIM.COM – Ada kabar seru nih dari Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, atau ITS, resmi…

2 hari ago

BI Catat Harga Properti Residensial Tumbuh Melambat, Penjualan Rumah Primer Turun 8,43%

INVESTORJATIM.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer melambat pada…

2 hari ago

BEI Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi Investasi di Tengah 32,7 Juta Investor Pasar Modal

INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan…

3 hari ago