Categories: IndeksMarket

Okupansi Tetap 96%, APPBI Jatim Yakin Kinerja Mal Pulih Meski Retail Tertekan

 

SURABAYA, INVESTORJATIM — Di tengah perlambatan ekonomi dan penurunan penjualan ritel sejak Agustus hingga Oktober 2025, kinerja pusat perbelanjaan di Jawa Timur masih menunjukkan ketahanan. Okupansi mal, khususnya yang dikelola Pakuwon Group, tercatat stabil di level 96%, sehingga asosiasi pusat perbelanjaan menilai prospeknya tetap positif hingga akhir tahun.

Ketua Umum Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Jatim, Sutandi Purnomosidi, mengatakan kinerja ritel sempat tertekan akibat siklus musiman pascalibur sekolah dan dampak demonstrasi besar pada Agustus lalu. Kondisi tersebut membuat sejumlah investor asing menahan ekspansi.

Pakuwon Group Bidik Rp 250 Miliar dari Anniversary Exhibition 2025

“Setelah kejadian itu, banyak investor dari China yang menunda masuk. Jumlahnya cukup besar dan space yang mereka minati rata-rata mencapai 2.000 m² per tenant,” ujar Sutandi.

Bisnis Ritel Kinclong, Laba Pakuwon Jati (PWON) Tumbuh 21% di Kuartal III/2025

Dia optimistis situasi akan membaik seiring kebijakan pemerintah, termasuk langkah-langkah yang ditempuh Menteri Keuangan Purbaya.

Meski demikian, kata Sutandi, performa mal secara umum masih solid. Di Surabaya, seluruh mal di bawah Pakuwon Group mempertahankan okupansi 96%. Bahkan di Tunjungan Plaza, sejumlah penyewa baru harus antre untuk mendapatkan ruang.

Pakuwon Jati (PWON) Bagi Dividen Rp 626 miliar

Di luar Surabaya, performa juga menguat. Pakuwon Mall Jogjakarta dan Pakuwon Mall Solo membukukan kenaikan traffic double digit. Posisi Pakuwon Mall Solo yang sebelumnya berada di peringkat keempat kini naik ke posisi kedua, tepat di bawah Solo Paragon Mall. Sementara di Jogja, meski pertumbuhan hanya single digit, penjualan grup MAP di Pakuwon Mall tercatat sebagai yang terbesar di wilayah DIY–Jateng.

Sutandi menambahkan, beberapa brand baru siap masuk ke Pakuwon Mall Surabaya tahun ini, termasuk Suko dan beberapa label besar lainnya, menyusul tutupnya Matahari Department Store.H

Hingga September 2025, penjualan ritel masih mencatat kontraksi. Segmen fesyen turun single digit, sedangkan F&B merosot 15%—lebih dalam dari penurunan normal sekitar 10%. Meski begitu, APPBI Jatim memperkirakan pasar ritel masih mampu menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan minimal single digit. (ONNY ASMARA)

 

REDAKSI

Recent Posts

Permata Bank Ajak Nasabah Lihat Kekayaan Secara Holistik di Wealth Wisdom 2026 Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Kekayaan tak melulu soal seberapa besar aset yang dimiliki. Lebih dari itu, soal…

8 jam ago

Kisah Romantis Pasutri Wisuda Doktor Bareng di ITS Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Momen Wisuda ke-134 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Sabtu (10/10/2026) terasa istimewa.…

23 jam ago

Tiga Inovasi PLN Nusantara Power Sabet Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

INVESTORJATIM.COM – Inovasi energi bersih Indonesia kembali diakui di level regional. PLN Nusantara Power (PLN…

23 jam ago

Kampi Hotel Tunjungan Surabaya Gelar Mixology Competition 2026, Juara Berasal dari Bali

INVESTORJATIM.COM — Kampi Hotel Tunjungan Surabaya kembali menggelar Mixology Competition 2026 untuk tahun kedua sebagai…

1 hari ago

Arus Peti Kemas Stabil, TPS Surabaya Catat 122 Ribu TEUs di September

INVESTORJATIM.COM – Di tengah dinamika perdagangan global, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) masih menjaga kinerja…

1 hari ago

PRJ 2026 Bidik 270.000 Pengunjung, UMKM Jatim Jadi Penggerak Ekonomi

INVESTORJATIM.COM — Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) 2026 ditargetkan mampu menarik 270.000 pengunjung dan menjadi…

2 hari ago