Categories: FinanceIndeksNational

OJK Perkuat Industri BPR dan BPRS, Aset Tumbuh Jadi Rp236,69 Triliun per Maret 2026

Istimewa

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) agar menjadi lembaga keuangan yang berintegritas, tangguh, dan berkontribusi lebih besar dalam memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa dinamika ekonomi global dan regional menjadi tantangan yang harus dihadapi industri perbankan, termasuk BPR dan BPRS. Di sisi lain, perkembangan teknologi keuangan yang semakin pesat turut mengubah perilaku serta ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan.

“BPR dan BPRS menghadapi persaingan yang semakin ketat, termasuk dalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada segmen mikro dan kecil yang diiringi potensi peningkatan risiko kredit,” ujar Dian, dalam keterangannya, Selasa/2/6/2026.

Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus menindaklanjuti amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), OJK telah menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS 2024–2027.

Roadmap tersebut menjadi panduan bagi BPR dan BPRS dalam menyusun strategi bisnis yang lebih resilien. Program penguatan difokuskan pada empat pilar utama, yakni penguatan struktur dan daya saing, akselerasi digitalisasi, penguatan peran BPR dan BPRS di wilayah operasionalnya, serta penguatan pengaturan, perizinan, dan pengawasan.

Dari sisi kinerja, industri BPR dan BPRS masih mencatatkan pertumbuhan positif. Hingga Maret 2026, total aset industri meningkat 3,70 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp236,69 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 2,83 persen yoy menjadi Rp176,96 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 3,16 persen yoy menjadi Rp165,49 triliun. Ketahanan permodalan juga tetap terjaga dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) agregat mencapai 27,20 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Dalam mendukung sektor UMKM, porsi kredit dan pembiayaan yang disalurkan BPR dan BPRS mencapai 50,07 persen dari total pembiayaan pada Maret 2026. OJK menilai angka tersebut masih berpotensi ditingkatkan melalui kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan lain dan berbagai program akses keuangan daerah.

Selain itu, OJK juga terus mendorong konsolidasi industri guna memperkuat daya tahan BPR dan BPRS. Hingga akhir April 2026, sebanyak 57 BPR dan BPRS telah memperoleh persetujuan untuk berkonsolidasi menjadi 18 entitas, sementara lebih dari 200 lainnya masih dalam proses penggabungan atau peleburan.

Melalui implementasi roadmap dan penguatan konsolidasi, OJK optimistis industri BPR dan BPRS dapat semakin berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses pembiayaan UMKM, serta meningkatkan daya saing sektor perbankan nasional. (Onny)

 

REDAKSI

Recent Posts

OJK Terbitkan POJK Financial Influencer 2026, Perketat Aturan Penyampaian Informasi Keuangan

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6…

2 jam ago

Dubes Denmark Kagumi Kemajuan PT PAL, Sebut Simbol Teknologi Maritim Indonesia

INVESTORJATIM.COM – Pengakuan terhadap kemampuan industri pertahanan dan maritim nasional kembali datang dari panggung internasional.…

4 jam ago

RUPST MDKA Setujui Dividen Rp300 Miliar, Rombak Direksi dan Kantongi Restu Tambah Modal

INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) memasuki 2026 dengan optimisme baru. Di tengah…

22 jam ago

RUPST 2026 Restui Agenda Ekspansi, MBMA Bidik Lonjakan Produksi Nikel dan Perkuat Hilirisasi Baterai

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan harga nikel global yang masih membayangi industri pertambangan, PT Merdeka…

22 jam ago

Raih Penghargaan Nasional, TPS Pangkas Proses Administrasi Kapal 59% Lewat Inovasi Digital VEPORT

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tuntutan efisiensi dan percepatan layanan logistik nasional, transformasi digital menjadi kunci…

1 hari ago

Fave Hotel Kediri Perkuat Link and Match Pendidikan-Industri Lewat Program Guru Tamu di SMKN 1 Bagor

INVESTORJATIM.COM — Industri perhotelan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia…

2 hari ago