Categories: FinanceIndeksMarket

OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Syariah, Bidik Pembiayaan Sektor Riil

INVESTORJATIM.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat diferensiasi layanan sekaligus memperluas pembiayaan ke sektor riil. Kebijakan ini diharapkan mendorong industri perbankan syariah meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, khususnya pembiayaan usaha produktif dan UMKM.

Ketiga pedoman tersebut meliputi Pedoman Produk Ijarah, Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), dan Wakalah Penjualan Aset Ready Stock. Peluncuran dilakukan dalam Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah (PTBS) keempat yang menjadi bagian dari Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, penerbitan pedoman tersebut merupakan bagian dari implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027.

“Pengembangan produk dengan karakteristik khas syariah perlu diikuti penguatan struktur industri agar perbankan syariah semakin kompetitif dan mampu menjadi pilihan utama Masyarakat,” kata Dian, Selasa, 3/11/2026.

Ketiga pedoman tersebut melengkapi sembilan pedoman produk yang telah diterbitkan sebelumnya. Pedoman Ijarah diarahkan untuk kebutuhan pemanfaatan aset tanpa pengalihan kepemilikan, seperti penyewaan rumah toko, kantor, gudang, mesin, dan kendaraan untuk kegiatan produktif.

Sementara itu, produk IMBT menawarkan skema sewa yang diakhiri dengan pengalihan kepemilikan aset. Skema ini dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan rumah dan kendaraan maupun aset produktif bagi pelaku usaha.

Adapun pedoman Wakalah Penjualan Aset Ready Stock menyasar kebutuhan pembiayaan rantai pasok. Melalui skema ini, pemasok dapat memperoleh likuiditas dari bank atas persediaan barang yang telah tersedia tanpa harus menunggu pembayaran dari pembeli akhir.

Dian menyebutkan, aset perbankan syariah pada September 2026 mencapai Rp1.108,45 triliun atau tumbuh 10,16% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pangsa pasarnya tercatat sebesar 7,53% terhadap total aset perbankan nasional.

OJK juga mendorong penguatan permodalan, konsolidasi, pemisahan unit usaha syariah, serta sinergi bank syariah dengan bank induk untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan efisiensi operasional.

Di sisi lain, OJK memperkuat pengembangan produk investasi syariah melalui POJK Nomor 4 Tahun 2026 dan PADK Nomor 14 Tahun 2026.

Dian menegaskan, pengembangan pembiayaan UMKM tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan nominal, tetapi harus memperhatikan kualitas penyalurannya agar memberikan dampak nyata terhadap kegiatan ekonomi.

Penguatan ekosistem juga dilakukan melalui produk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) untuk mendukung pembiayaan UMKM dan pendidikan.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, OJK berharap perbankan syariah semakin terhubung dengan sektor produktif, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Ditunggu 3 Tahun, Akhirnya Bogasari Mengajar Sampai ke Boyolali

INVESTORJATIM.COM – Setelah tiga kali datang jauh-jauh ke pabrik Bogasari di Jakarta Utara, siswa SMK…

3 jam ago

Bukan Cuma Listrik, PLN NP di Muara Karang Sudah Siapkan Mobil Hidrogen dan Teknologi Serap Karbon Pakai Ganggang

INVESTORJATIM.COM – Kalau dengar nama PLTGU Muara Karang, yang kebayang pasti soal pasokan listrik buat…

4 jam ago

Bukan Sekadar Pupuk, Strategi Pupuk Indonesia Sulap Gas Natuna Jadi Ammonia Hub di Batam

INVESTORJATIM.COM – Selama puluhan tahun, gas dari Natuna dan Grissik mengalir ke Singapura. Dari sana,…

5 jam ago

Optimalkan PAD Tulungagung, Digitalisasi Digenjot

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mempercepat digitalisasi transaksi pajak daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus…

8 jam ago

Jadi Nama Stadion Baru AC Milan dan Inter Milan, Generali Cetak Rekor Naming Rights Terbesar

INVESTORJATIM.COM – Generali resmi menjadi naming partner stadion baru yang akan menjadi markas bersama AC…

12 jam ago

ACES Bukukan Laba Rp604,7 Miliar per Kuartal III/2026, Naik 25,7% dan Perkuat Tata Kelola

INVESTORJATIM.COM – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), pengelola merek AZKO, ATARU, Pendopo, NEKA, dan…

13 jam ago