Categories: Indeks

Mudik 2026 Capai 147,55 Juta Orang, Turun Tipis dari Tahun Lalu

INVESTORJATIM.COM – Arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan dinamika baru. Di tengah tekanan ekonomi dan perubahan pola perjalanan masyarakat, mobilitas saat Hari Raya tetap masif meski tidak setinggi tahun sebelumnya. Pemerintah mencatat pergerakan jutaan orang masih mendominasi lintas wilayah, menandakan tradisi mudik tetap menjadi denyut utama mobilitas nasional.

Kementerian Perhubungan mencatat jumlah pemudik Idulfitri 2026 mencapai 147,55 juta orang. Realisasi ini turun sekitar 4,5% dibandingkan periode 2025 yang mencapai 154,6 juta orang. Perhitungan tersebut bersumber dari data mobile positioning selama periode 13–29 Maret 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy menyampaikan bahwa angka tersebut justru melampaui proyeksi awal pemerintah. Berdasarkan hasil survei, jumlah pemudik diperkirakan hanya 143,92 juta orang. Dengan demikian, realisasi perjalanan tahun ini tercatat lebih tinggi sekitar 2,53% dari estimasi.

Meski demikian, pemerintah belum merinci faktor utama yang memicu penurunan jumlah pemudik secara tahunan. Kemenhub menyebut terdapat sejumlah pertimbangan masyarakat dalam menentukan perjalanan mudik tahun ini, yang masih akan dianalisis lebih lanjut.

Dari sisi moda transportasi, penggunaan angkutan umum mengalami peningkatan signifikan. Jumlah pengguna angkutan umum mencapai 23,54 juta orang atau naik 10,86% dibandingkan tahun lalu, dengan porsi mencapai 15,95% dari total pemudik.

Sementara itu, penggunaan kendaraan pribadi masih mendominasi. Sebelum periode mudik, pemerintah memperkirakan sekitar 76 juta orang menggunakan mobil pribadi atau setara 52,8% dari total pemudik. Adapun pengguna sepeda motor diprediksi mencapai 24,08 juta orang atau sekitar 16,7%.

Pergerakan kendaraan dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tercatat mencapai 2,96 juta unit, meningkat 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Mayoritas kendaraan mengarah ke wilayah timur Pulau Jawa—meliputi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur—dengan porsi 51,5%. Sisanya, 26,5% bergerak ke arah barat menuju Banten dan Sumatra, serta 22% ke arah selatan menuju kawasan Bogor dan Sukabumi.

Di sisi lain, arus balik menuju Jabodetabek tercatat sebanyak 2,70 juta kendaraan atau sedikit turun 0,4% secara tahunan.

Dari aspek keselamatan, data Integrated Road Safety Management System Korlantas Polri mencatat total 3.517 kecelakaan selama periode mudik. Angka ini turun 6,31% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada tingkat fatalitas yang menyusut 31,19%, serta korban luka berat yang turun 13,80%.

Pemerintah menilai capaian ini sebagai sinyal positif dalam pengelolaan angkutan Lebaran, sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi pada periode mendatang. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Petrokimia Gresik Lepas 50 Taruna Makmur Batch IX, Siapkan SDM Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan

INVESTORJATIM.COM - PT Petrokimia Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional melalui…

3 jam ago

Levi’s® Gelar End of Season Sale, Hadirkan Diskon hingga 50 Persen Selama Musim Liburan

INVESTORJATIM.COM - Memasuki musim liburan sekolah, Levi’s® menghadirkan program End of Season Sale yang berlangsung…

9 jam ago

ALLPACK Surabaya 2026 Resmi Bergulir, Industri Kemasan Didorong Perkuat Nilai Tambah Produk

INVESTORJATIM.COM – Pameran teknologi pengolahan dan pengemasan ALLPACK Surabaya 2026 resmi dibuka di Grand City…

13 jam ago

SIG Tingkatkan Kompetensi Tukang Bangunan, 103 Tenaga Konstruksi Ikuti Sertifikasi

INVESTORJATIM.COM - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Gresik, bekerja…

14 jam ago

TPS Genjot Kompetensi Manajer Lewat Coaching & Mentoring, Percepat Transformasi Perusahaan

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikema Surabaya (TPS) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyelenggaraan…

14 jam ago

Rancangan Permenkes IHT Dinilai Ancam Penerimaan Negara dan Picu Potensi PHK Massal

INVESTORJATIM.COM - Sektor Industri Hasil Tembakau (IHT) kembali menghadapi tantangan berat. Di tengah angin segar…

17 jam ago