Categories: Indeks

Wacana WFH demi Hemat BBM Berisiko Tekan Ekonomi, Dunia Usaha Minta Fleksibilitas

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan harga minyak global yang kembali bergejolak, pemerintah mulai melirik langkah tak biasa: mendorong skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pekerja swasta. Kebijakan ini diposisikan sebagai strategi menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus meredam beban subsidi. Namun di balik potensi efisiensi tersebut, pelaku usaha mengingatkan adanya risiko perlambatan aktivitas ekonomi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menilai penerapan WFH secara luas justru berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2026. Menurutnya, momentum pemulihan ekonomi yang masih rapuh bisa terganggu jika kebijakan ini diterapkan tanpa perhitungan matang.

Ia menjelaskan, pembatasan mobilitas pekerja akan berdampak langsung pada sektor transportasi seperti angkutan umum, taksi, hingga ojek online yang sangat bergantung pada volume penumpang harian. Tak hanya itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pedagang makanan dan minuman di kawasan perkantoran, juga berisiko kehilangan pendapatan akibat menurunnya aktivitas pekerja.

Sarman menekankan bahwa kebijakan WFH tidak bisa diberlakukan secara seragam di semua sektor. Industri yang bersentuhan langsung dengan pelanggan, seperti perdagangan, manufaktur, hingga layanan publik, tetap membutuhkan kehadiran fisik pekerja. Karena itu, ia mendorong pendekatan yang lebih adaptif.

Menurutnya, skema kerja jarak jauh hanya relevan untuk pekerjaan administratif yang dapat dijalankan sepenuhnya melalui platform digital. Dunia usaha pun berharap pemerintah tidak menetapkan kebijakan secara kaku, melainkan memberikan ruang fleksibilitas sesuai karakteristik masing-masing sektor.

Pandangan senada disampaikan Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet. Ia menilai WFH lebih tepat dijadikan instrumen jangka pendek untuk merespons lonjakan harga minyak, bukan sebagai kebijakan struktural jangka panjang.

Yusuf juga menggarisbawahi bahwa efektivitas penghematan energi dari kebijakan ini belum tentu signifikan. Pasalnya, terdapat potensi pergeseran konsumsi energi dari kantor ke rumah tangga, seperti peningkatan penggunaan listrik, air, dan internet. Kondisi ini membuat perhitungan efisiensi energi secara nasional menjadi tidak sederhana.

Selain itu, ia menilai penerapan WFH di sektor swasta tidak bisa disamaratakan. Sektor berbasis digital dan jasa masih memungkinkan, namun sektor manufaktur, logistik, hingga ritel akan menghadapi kendala operasional jika dipaksa menerapkan kebijakan serupa.

“Pendekatan satu kebijakan untuk semua sektor tidak akan efektif dalam struktur ekonomi yang beragam,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa imbauan fleksibel lebih realistis dibandingkan kewajiban menyeluruh.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melihat peluang efisiensi dari kebijakan WFH, terutama jika diterapkan secara selektif, misalnya pada hari Jumat. Skema ini dinilai dapat mengurangi mobilitas menjelang akhir pekan yang biasanya memicu lonjakan konsumsi BBM.

Meski demikian, ia mengakui besaran penghematan yang dihasilkan belum dapat dihitung secara pasti karena sangat bergantung pada dinamika harga minyak dunia. Dari sisi produktivitas, ia memastikan kebijakan ini tidak akan mengganggu sektor yang membutuhkan operasional berkelanjutan, seperti industri manufaktur maupun layanan publik.

Menurutnya, kunci dari kebijakan ini adalah menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan keberlangsungan aktivitas ekonomi. Dengan penerapan terbatas, misalnya satu hari dalam sepekan, dampak terhadap produktivitas nasional dinilai tetap terkendali. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Bukan Sekadar Kapal Perang: Di Balik Aksi Heroik KRI Selamatkan 11 Warga Papua Nugini di Samudera Pasifik

INVESTORJATIM.COM – Di balik misi pertahanan, kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut juga menjadi ujung tombak…

4 jam ago

Permata Bank Perkuat Edukasi Nasabah Prioritas, Dorong Pengelolaan Kekayaan hingga Legacy

INVESTORJATIM.COM – Permata Bank terus memperkuat edukasi bagi nasabah segmen Priority dan Private melalui program…

7 jam ago

Perang Timur Tengah Memanas, Ekonom Unej: Krisis BBM Jadi Momentum Perkuat Ketahanan Energi

INVESTORJATIM.COM – Serangan kelompok Houthi Yaman terhadap fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Riyadh kembali…

13 jam ago

ARTSUBS 2026 Dongkrak Bisnis Hospitality, PALM PARK Hotel Tawarkan Kamar Rp450.000

INVESTORJATIM.COM — Ajang pameran seni rupa berskala besar ARTSUBS 2026 kembali menjadi magnet bagi seniman,…

23 jam ago

Generali Indonesia Dorong Peran Ayah Lewat Program BERGEMA di Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Peran ayah dalam tumbuh kembang anak menjadi perhatian PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia…

1 hari ago

81 Tahun TNI, PT PAL Tegaskan Komitmen Jaga Kedaulatan Lewat Kemandirian Alutsista

INVESTORJATIM.COM – Delapan puluh satu tahun perjalanan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi tonggak penting dalam…

1 hari ago