Humas LPS
INVESTORJATIM.COM — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) pada periode 1 Juni hingga 30 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi likuiditas perbankan yang masih memadai, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang kuat, serta tingkat persaingan antarbank yang dinilai tetap sehat.
Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) LPS pada 28 Mei 2026. Dalam keputusan tersebut, TBP untuk simpanan rupiah di bank umum tetap sebesar 3,50%, simpanan rupiah di Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebesar 6,00%, dan simpanan valuta asing di bank umum sebesar 2,00%.
LPS menilai tingkat bunga penjaminan yang berlaku saat ini masih relevan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional sekaligus mendukung stabilitas sektor keuangan di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.
Suku Bunga Pasar Naik Terbatas
Dalam evaluasinya, LPS mencermati bahwa perkembangan suku bunga pasar (SBP) simpanan, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing, masih menunjukkan tren kenaikan yang relatif terbatas. Kondisi tersebut belum memerlukan penyesuaian tingkat bunga penjaminan.
Selain itu, penghimpunan dana masyarakat oleh industri perbankan masih menunjukkan performa yang solid. Kondisi likuiditas yang memadai serta persaingan yang sehat antarbank turut menjadi faktor yang mendukung keputusan mempertahankan TBP.
LPS juga memastikan bahwa tingkat cakupan penjaminan simpanan masih berada jauh di atas ketentuan yang diamanatkan Undang-Undang. Saat ini, cakupan penjaminan masih melindungi lebih dari 90% total rekening nasabah perbankan di Indonesia.
Kinerja Intermediasi Perankan Tetap Solid
Di tengah tantangan ekonomi global, fungsi intermediasi perbankan nasional masih menunjukkan kinerja yang positif. Data per April 2026 mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 11,39% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sementara itu, penyaluran kredit juga tetap tumbuh dengan laju 9,98% (yoy). Pertumbuhan DPK dalam mata uang rupiah tercatat lebih tinggi dibandingkan DPK valuta asing, menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap instrumen simpanan domestik masih kuat.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh kondisi fundamental industri perbankan yang tetap sehat. Tingkat permodalan, profitabilitas, dan likuiditas bank masih berada dalam kondisi yang memadai sehingga mampu menjadi bantalan terhadap berbagai potensi risiko ekonomi maupun gejolak pasar keuangan.
Hampir Seluruh Rekening Nasabah Dijamin
LPS mencatat tingkat perlindungan simpanan nasabah masih sangat tinggi. Hingga April 2026, sebanyak 666,72 juta rekening nasabah bank umum atau setara 99,94% dari total rekening tercatat dijamin penuh hingga nominal Rp2 miliar.
Sementara itu, pada kelompok Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/BPRS), jumlah rekening yang dijamin penuh mencapai 15,58 juta rekening atau sekitar 99,98% dari total rekening yang ada.
Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tetap memperoleh perlindungan optimal melalui program penjaminan simpanan yang dijalankan LPS.
LPS Ingatkan Nasabah Pahami Aturan 3T
Di sisi lain, LPS kembali mengingatkan masyarakat mengenai syarat simpanan yang dijamin melalui ketentuan 3T, yakni simpanan harus tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga yang diterima tidak melebihi TBP, serta nasabah tidak melakukan tindakan yang menyebabkan kondisi bank menjadi tidak sehat.
LPS juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tingkat bunga simpanan yang ditawarkan perbankan. Sementara itu, industri perbankan diminta lebih aktif menyampaikan informasi terkait TBP melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk platform digital, guna meningkatkan transparansi dan perlindungan nasabah.
Ke depan, LPS menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap tingkat bunga penjaminan agar tetap sejalan dengan perkembangan ekonomi, industri perbankan, dan pasar keuangan nasional. (Onny)
INVESTORJATIM.COM — PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) optimistis kinerja pada kuartal II/2026 akan menunjukkan…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap perlindungan keanekaragaman hayati dan penguatan tata kelola logistik…
INVESTORJATIM.COM – Transformasi digital yang dijalankan PT PAL Indonesia mendapat apresiasi dari Pemerintah Amerika Serikat.…
INVESTORJATIM.COM – Proyek ekspor kapal Landing Dock Philippines (LDP) #1 tak hanya menjadi bukti daya…
INVESTORJATIM.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mendorong penguatan sinergi antarpemangku kepentingan guna…
INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) mencatatkan sejarah baru di pasar modal…