Categories: Business

Lima Kali Berturut-Turut Semen Indonesia Raih Penghargaan Industri Hijau Level Tertinggi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto Menyerahkan Penghargaan Industri Hijau kepada Direktur Produksi Semen Indonesia Benny Wendry di Jakarta, Rabu (12/12).

JAKARTA-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meraih penghargaan Industri Hijau level 5 untuk yang kelima kali secara berturut-turut dari Kementerian Perindustrian.

Peringkat tertinggi itu diraih Semen Indonesia bersama 86 perusahaan lainnya, karena dinilai mampu mengelola lingkungan dengan sangat baik.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada Direktur Produksi Semen Indonesia Benny Wendry di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (12/12).

Penghargaan Industri Hijau merupakan apresiasi yang diberikan pemerintah terhadap industri yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dengan memperhatikan teknologi proses yang ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk insentif non fiskal bagi perusahaan yang bergerak di industri manufaktur yang telah melakukan upaya yang signifikan dalam efisiensi penggunaan sumber daya material, energi dan air. Penghargaan ini terbagi dalam 3 kategori, yaitu Industri Besar, Industri Menengah, dan Industri Kecil.

Direktur Produksi Semen Indonesia Benny Wendry mengatakan, keberhasilan Semen Indonesia meraih penghargaan Insdustri Hijau merupakan bukti nyata penerapan prinsip industri hijau dalam seluruh operasioal perusahaan. “Pengelolaan berbasih industri hijau merupakan komitmen utama perusahaan yang diterapkan di seluruh area produksi perusahaan yang tersebar di Gresik, Tuban, Rembang, Indarung dan Pangkep,” katanya.

Di Pabrik Tuban, Semen Indonesia mampu menurunkan emisi gas buang karbon melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif biomasa. Didukung Pemerintah Swedia melalui Swedish Energy Agency, Pabrik Tuban mampu menurunkan emisi karbon sebesar 193.536 ton dalam periode Januari 2013 hingga Februari 2016, imbuh Benny.

Benny melanjutkan, Semen Indonesia juga telah memanfaatkan gas panas buang sebagai pembangkit listrik melalui teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Indarung V Semen Padang. Penggunaan WHRPG ini mampu menghasilkan tenaga listrik sebesar 8 MW dan mengurangi emisi gas karbon sebesar 43 ribu ton per tahun. Teknologi serupa juga telah diterapkan di Pabrik Tuban dengan kapasitas maksimal sebesar 30 MW.

“Langkah nyata ini merupakan dukungan kami terhadap komitmen Pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% hingga tahun 2030 dan Peraturan Menteri Perindustrian tentang Peta Panduan (Road Map) Pengurangan Emisi CO2 Industri Semen di Indonesia,” kata Benny.(RD)

 

 

REDAKSI

Recent Posts

TPS Raih Gold IRCA 2026, Bukti Budaya Kepatuhan Jadi Senjata Daya Saing

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan dan…

40 menit ago

Arumi Bachsin Dorong Generasi Muda Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

INVESTORJATIM.COM — Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam…

6 jam ago

PT Bukit Darmo Property Tbk Sulap Fairway Nine Mall Jadi Pusat Wellness Surabaya Barat, Okupansi Dibidik Tembus 70%

INVESTORJATIM.COM – PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) terus mempercepat transformasi bisnis Fairway Nine Mall…

17 jam ago

LPS Ingatkan Bahaya Literasi Finansial Rendah di Tengah Pesatnya Teknologi Digital

INVESTORJATIM.COM — Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu mengingatkan pentingnya penguatan etika dan…

1 hari ago

OJK: DPK Valas Naik, Stabilitas dan Likuiditas Perbankan Tetap Terjaga

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan memastikan kondisi industri perbankan nasional tetap stabil di tengah meningkatnya…

1 hari ago

Bank Jatim Perkuat Sinergi KUB, Bidik Transformasi Digital dan Pertumbuhan Berkelanjutan

INVESTORJATIM.COM - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim menegaskan komitmennya memperkuat…

1 hari ago