Khofifah Resmikan PT Sunrise Masami Internasional di Banyuwangi, Perkuat Industri Substitusi Impor dan Hilirisasi

Istimewa

INVESTORJATIM.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan PT Sunrise Masami Internasional di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu. Kehadiran pabrik kemasan logam tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat industri substitusi impor sekaligus mendorong percepatan hilirisasi sektor perikanan, makanan, dan minuman di Indonesia.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah didampingi Direktur PT Sunrise Masami Internasional Aminoto, Marketing Director PT Pasifik Masami Indonesia Sherly Indrawati Aminoto Kho, Chairman Sunrise Group Eric Lam Wing Po, serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Usai peresmian, Khofifah meninjau proses produksi di pabrik, mulai dari pencetakan hingga laminasi kaleng, serta menyapa para karyawan yang bekerja di fasilitas tersebut.

Menurut Khofifah, investasi di sektor kemasan logam memiliki peran penting dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor. Dia mengatakan program substitusi impor telah lama menjadi agenda pembangunan industri nasional dan membutuhkan proses serta komitmen yang berkelanjutan.

“Hari ini ada harapan baru karena PT Sunrise Masami Internasional akan memperkuat industri substitusi impor, terutama pada produk industri kaleng yang selama ini masih diimpor,” ujarnya seperti dalam rilisnya, Jumat, 3/7/2026.

Baca Juga:  Perkuat Iklim Investasi, APINDO Jatim dan Polda Jatim Jalin Sinergi Jaga Kondusivitas Dunia Usaha

Dia menambahkan keberadaan industri kemasan akan meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas, terutama hasil perikanan. Khofifah kembali menegaskan pentingnya konsep “petik, olah, kemas, jual” agar produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi di pasar domestik maupun ekspor.

Selain itu, Khofifah mengapresiasi komitmen perusahaan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal Banyuwangi. Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Marketing Director PT Pasifik Masami Indonesia Sherly Indrawati Aminoto Kho mengatakan pabrik tersebut dibangun melalui skema joint venture dengan Sunrise Group, produsen kemasan logam asal China yang memproduksi sekitar 13 miliar kaleng per tahun.

Dia menjelaskan produk yang dihasilkan akan memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor. Saat ini sekitar 90 persen produksi perusahaan ditujukan ke pasar Afrika, Eropa, dan Asia Tenggara.

Di sisi lain, Chairman Sunrise Group Eric Lam Wing Po menyatakan investasi tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi jangka panjang dengan Indonesia. Menurutnya, kehadiran PT Sunrise Masami Internasional akan mendukung pertumbuhan industri manufaktur nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk ekspor dari Banyuwangi di pasar global.(Onny)

Baca Juga:  APINDO Jatim Perkuat Organisasi dan Rumuskan Strategi Hadapi Tantangan Ekonomi

Komentar