Kampung Nelayan Bebas TB: Strategi Sosial PLN Nusantara Power Dorong Eliminasi Tuberkulosis

INVESTORJATIM.COM – Di tengah tekanan transisi energi dan tuntutan keberlanjutan, PLN Nusantara Power (PLN NP) memperluas makna kinerja korporasi: tak hanya menjaga keandalan listrik, tetapi juga mengintervensi persoalan kesehatan masyarakat. Dari pesisir Jakarta Utara, inisiatif berbasis komunitas diluncurkan untuk menekan tuberkulosis (TB), penyakit menular yang masih menjadi tantangan serius di kawasan padat penduduk.

Melalui Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, PLN NP menghadirkan Program Punggawa Nusantara (Kampung Siaga TB Wujudkan Keluarga Aman, Sehat, dan Sejahtera) sebagai inovasi sosial untuk mendukung percepatan eliminasi TB di Indonesia.

Program ini berangkat dari kompleksitas persoalan kesehatan, lingkungan, dan sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Pluit. Dengan pendekatan lintas sektor, Punggawa Nusantara membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan warga, puskesmas, pemerintah kelurahan, mitra binaan, serta kader kesehatan. Fokusnya mencakup pencegahan, deteksi dini, pendampingan pasien, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan program ini menegaskan peran strategis tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan.

Baca Juga:  PLN Nusantara Power Tampilkan Inovasi Hijau di Electricity Connect 2025

“Punggawa Nusantara merupakan wujud nyata bahwa tanggung jawab sosial perusahaan harus mampu melahirkan perubahan sistemik. Keberlanjutan bukan hanya tentang energi bersih, tetapi juga bagaimana perusahaan mendorong masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh,” ujarnya.

Implementasi program dilakukan melalui sejumlah subprogram, yakni Arjuna, Sadewa, Bima, dan Nakula. Intervensi yang dijalankan meliputi pembangunan sanitasi komunal, skrining massal TB menggunakan rontgen thorax, TCM, dan Mantoux, pendampingan pasien berbasis aplikasi BEBAS TB, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis ekonomi sirkular.

Program ini digerakkan oleh Srikandi Nusantara, kelompok kader TB berbasis perempuan lokal yang menjadi ujung tombak edukasi dan pendampingan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas tersebut dinilai efektif dalam menekan stigma sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya deteksi dini.

Dari sisi capaian, program ini menunjukkan dampak signifikan. Sepanjang 2025, tingkat partisipasi masyarakat dalam skrining TB meningkat 83,4% dibandingkan tahun sebelumnya, dari 517 menjadi 948 orang terduga TB yang menjalani deteksi dini. Program ini juga mencatat tingkat kesembuhan 100% di Kelurahan Pluit.

Baca Juga:  Pelindo Terminal Petikemas Salurkan Bantuan Sarana dan Prasarana di Wilayah Terminal Teluk Lamong

Senior Manager PLN NP UP Muara Karang, Kurniawan Dwi Hananto, menegaskan bahwa program dirancang untuk menciptakan kemandirian komunitas.

“Masyarakat bukan objek, melainkan penggerak utama. Ketika komunitas berdaya, keberlanjutan program akan tumbuh secara alami,” katanya.

Selain berdampak pada kesehatan, program ini turut meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengurangan limbah, pemanfaatan energi bersih untuk mobil rontgen keliling, serta pengembangan usaha komunitas yang menopang pendapatan kelompok rentan.

Capaian tersebut mengantarkan PLN NP UP Muara Karang meraih PROPER Emas 2025, penghargaan tertinggi pemerintah dalam kinerja pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan kapasitas 2.105 MW sebagai salah satu penopang listrik DKI Jakarta, PLN NP UP Muara Karang menunjukkan bahwa keandalan energi dapat berjalan beriringan dengan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial berkelanjutan. (Onny)

Komentar