Categories: HeadlineIndeks

Iran Bakal Kenakan Biaya Selangit untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah Iran dilaporkan tengah merencanakan kebijakan kontroversial dengan memberlakukan pungutan biaya bagi setiap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Jalur laut strategis ini merupakan urat nadi utama bagi ekspor minyak dunia, di mana gangguan sekecil apa pun dapat mengguncang stabilitas ekonomi global.

Tarif Fantastis dan Penolakan Dolar AS
Berdasarkan laporan Bloomberg News, Iran mengusulkan tarif sebesar US$1 (sekitar Rp16.900) per barel minyak yang diangkut. Skema ini akan berdampak besar pada biaya logistik energi dunia.

Sebagai ilustrasi, sebuah kapal tanker raksasa jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) dengan kapasitas 2 juta barel bisa dikenai biaya hingga US$2 juta atau setara Rp33,8 miliar untuk sekali melintas.

Tidak hanya soal nominal, Iran dikabarkan mengambil langkah de-dolarisasi dengan menolak pembayaran dalam mata uang Dolar AS. Teheran lebih memilih transaksi menggunakan:

1. Yuan China

2. Aset Digital (Stablecoin)

Selain pembayaran, setiap kapal yang telah disetujui harus melalui prosedur pemeriksaan ketat yang diawasi langsung oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Benturan Hukum Internasional: Debat UNCLOS
Kebijakan sepihak ini diprediksi akan memicu perdebatan hukum internasional yang sengit. Berdasarkan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, hak lintas damai di perairan teritorial dan selat internasional harus dijamin.

Apurva Mehta, pakar hukum dari firma ANB Legal, menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa Pasal 19 UNCLOS melindungi kebebasan pelayaran selama tidak merugikan keamanan negara pesisir. Namun, Iran memiliki celah hukum sendiri.

“Parlemen Iran tidak pernah meratifikasi UNCLOS. Oleh karena itu, Teheran akan berpendapat bahwa mereka tidak terikat oleh rezim internasional tersebut dan berhak menetapkan ketentuan mandiri di Selat Hormuz,” ujar Mehta.

Eskalasi Ketegangan: Ancaman Serangan Udara
Kondisi di kawasan semakin genting menyusul pernyataan keras dari mantan Presiden AS, Donald Trump. Menanggapi situasi di Timur Tengah, Trump mengisyaratkan kesiapan untuk meningkatkan skala serangan terhadap infrastruktur vital Iran.

“Bahkan kami belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Target berikutnya adalah jembatan, lalu Pembangkit Listrik,” tegas Trump setelah mengunggah video serangan udara yang menghantam sebuah jembatan di Teheran dan menewaskan delapan orang.

Menanggapi ancaman tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, memberikan pernyataan balasan yang defensif namun tegas.

“Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan, tidak akan pernah bisa memaksa warga Iran untuk menyerah,” pungkas Zarif.

Analis energi memperingatkan bahwa jika kebijakan pungutan ini benar-benar diterapkan, harga minyak dunia dipastikan akan melonjak tajam akibat kenaikan biaya asuransi dan risiko keamanan di jalur Selat Hormuz. (ZGT)

REDAKSI

Recent Posts

Disambangi Bappenas, Pelindo Beberkan Jurus Tekan Biaya Logistik dari Tanjung Perak

INVESTORJATIM.COM – Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dan 2028 tidak disusun dari balik meja di…

2 jam ago

Wagub Emil Dorong Narasi Baru Surabaya sebagai Kota Kebanggaan Santri

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong munculnya narasi baru mengenai Kota…

8 jam ago

Sungai Maron, Wujud Energi Berkeadilan yang Menghidupkan Lingkungan dan Ekonomi Warga

INVESTORJATIM.COM – Bagi masyarakat di sekitar Sungai Maron, Pacitan, Jawa Timur, sungai bukan sekadar aliran…

1 hari ago

Bukan Sekadar Lari, 75 Pelari Surabaya Pemanasan untuk Gerakan Amal Pendidikan Terbesar di Jatim

INVESTORJATIM.COM – Tren lari yang kini jadi gaya hidup anak muda Surabaya dimanfaatkan Baitul Maal…

2 hari ago

Emil Dardak Dorong Organisasi Kemasyarakatan Perkuat Ekonomi dan Pembangunan Jatim

INVESTORJATIM.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong organisasi kekerabatan dan kemasyarakatan memperkuat…

2 hari ago

Hidrogen, Energi Bersih yang Bisa Memperkuat Daya Saing Indonesia

INVESTORJATIM.COM – Pengembangan energi bersih bukan hanya soal mengurangi emisi, tetapi juga bagaimana Indonesia membangun…

3 hari ago