Categories: HeadlineIndeks

Inflasi Kian Mendekati 3 Persen, Pemerintah Perketat Pengendalian Harga

INVESTORJATIM.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan peringatan keras terkait tren inflasi nasional yang terus merangkak naik. Tito menyebut angka inflasi saat ini mulai mendekati ambang psikologis 3 persen, sebuah level yang dinilai memerlukan kewaspadaan serius dari seluruh jajaran pemerintah.

Peringatan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Pangan 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Rapat ini diikuti secara intensif oleh perwakilan kementerian, lembaga, serta seluruh kepala daerah di Indonesia.

Sinyal Merah bagi Ekonomi Masyarakat
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada Desember 2025 tercatat berada di angka 2,92 persen. Meski masih di bawah angka tiga, tren kenaikan dari bulan sebelumnya menjadi catatan merah bagi pemerintah.

“Inflasi di atas 3 persen sudah menjadi sinyal peringatan. Kenaikan yang berlebihan akan langsung memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah,” tegas Tito dalam arahannya.

Ia menekankan bahwa harga pangan adalah sektor yang paling sensitif. Komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, daging, dan ikan menjadi perhatian utama karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari. Pengendalian inflasi ini pun merupakan perintah langsung dari Presiden dengan evaluasi yang dilakukan secara rutin setiap pekan.

Stabilitas Nasional dan Persiapan Ramadan
Tito juga mengaitkan stabilitas harga dengan keamanan nasional. Menurutnya, lonjakan biaya hidup yang tidak terkendali berpotensi memicu tekanan sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah pusat dan daerah bersinergi menjaga harga pangan strategis, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri.

“Kita harus melihat trennya. Tren kenaikan ini harus segera direm sebelum melewati batas aman,” tambahnya.

Kabar Baik dari Wilayah Terdampak Bencana
Di sisi lain, Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan adanya anomali positif di beberapa wilayah Sumatra yang sempat terdampak bencana. Memasuki minggu keempat Januari 2026, Indeks Perkembangan Harga (IPH) di wilayah tersebut justru menunjukkan penurunan.

Data Penurunan IPH di Sumatra:

1. Sumatera Barat: Turun -4,47% (Didorong komoditas cabai merah, bawang merah, dan bawang putih).

2. Sumatera Utara: Turun -3,63% (Didorong cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng).

3. Aceh: Turun -1,33%.

Penurunan di Aceh menjadi sorotan khusus karena wilayah ini sempat mencatatkan inflasi tertinggi pada Desember lalu. “Ini hal yang jarang terjadi untuk Aceh, namun di akhir Januari 2026, IPH Aceh akhirnya mengalami penurunan,” ujar Amalia. (ZLW)

REDAKSI

Recent Posts

IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Jumat Pagi

INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada Jumat,…

7 jam ago

Survei Kepuasan 93,3 Persen, Penanganan Klaim TPS Diapresiasi Pelanggan

INVESTORJATIM.COM – Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dalam meningkatkan kualitas layanan membuahkan hasil positif.…

7 jam ago

Produksi Emas Pani Bakal Dobel, Merdeka Gold Resources Siapkan Fasilitas CIL Kedua

INVESTORJATIM.COM – PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS; HKEX: 6228) akan mengakselerasi Proyek Pani…

7 jam ago

Emil Dardak Dorong Literasi Keuangan Syariah Jatim Berujung Aksi Nyata

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong peningkatan literasi keuangan syariah di…

9 jam ago

Pupuk Indonesia Siapkan 8,5 Ton Pupuk Subsidi di KDKMP Tambakrejo Sidoarjo

INVESTORJATIM.COM - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok sekitar 8,5 ton pupuk bersubsidi di Koperasi…

20 jam ago

Generali Group dan World Bank Group Teken MoU, Perluas Akses Asuransi dan Mobilisasi Modal di Negara Berkembang

INVESTORJATIM.COM – Generali Group (Generali) dan World Bank Group (WBG) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam…

1 hari ago