Categories: FinanceIndeksMarket

HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, OJK dan SRO Perkuat Transformasi serta Luncurkan ETF Emas

Istimewa

INVESTORJATIM.COM – Pasar modal Indonesia memasuki usia ke-49 sejak kembali diaktifkan pada 1977. Momentum tersebut menjadi pijakan bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) untuk memperkuat kualitas, integritas, efisiensi, dan daya saing pasar modal di tengah dinamika ekonomi global.

Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia mengusung tema “Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Tepercaya dan Tangguh”. Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan perdagangan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), dan dilanjutkan konferensi pers OJK bersama SRO.

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica W. Dewi, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, serta jajaran SRO.

Airlangga mengatakan peringatan tersebut menjadi momentum untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan nasional maupun internasional.

“Pasar modal selalu merupakan proxy ekonomi yang dilihat oleh para investor, terutama pada saat-saat yang strategis,” ujarnya, Senin, 10/8/2026.

Pada momentum yang sama, pasar modal Indonesia mencatat tonggak baru melalui peluncuran perdana Exchange Traded Fund (ETF) emas. Sebanyak lima produk ETF emas dari lima manajer investasi resmi tercatat di BEI.

Kelima produk tersebut yakni Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD), Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA), Mandiri ETF Emas (XMES), BRI MI Gold ETF Syariah (XDES), dan Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO).

Kehadiran ETF emas memberikan alternatif bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa tanpa harus memiliki emas fisik. Produk ini juga diharapkan memperluas diversifikasi portofolio dan memperkuat ekosistem bullion nasional.

Di tengah volatilitas pasar, jumlah investor justru terus tumbuh. Per 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 30,3 juta, meningkat 9,9 juta dibandingkan periode sebelumnya dan menjadi pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah.

Sementara itu, sepanjang 2026 IHSG telah mencatat sembilan kali rekor all-time high (ATH), dengan level tertinggi 9.134,70 pada 20 Januari 2026. Kapitalisasi pasar juga sempat mencapai rekor Rp16.640 triliun pada 19 Januari 2026.

Dari sisi penghimpunan dana, hingga 7 Agustus 2026 telah tercatat tujuh saham baru sehingga total perusahaan tercatat mencapai 962 perusahaan. Dana yang dihimpun melalui pasar modal mencapai Rp122,8 triliun.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan momentum HUT ke-49 menegaskan komitmen untuk melanjutkan transformasi dan reformasi secara berkelanjutan.

“BEI terus menunjukkan usaha dalam memperkuat integritas, transparansi, dan daya saing pasar modal,” katanya.

Ke depan, OJK bersama BEI, KPEI, dan KSEI akan melanjutkan agenda reformasi, pengembangan produk, transformasi digital, penguatan manajemen risiko, serta konektivitas dengan pasar global. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun pasar modal yang semakin inklusif, kredibel, dan tangguh sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional.(Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Bukan Sekadar Jual Listrik, PLN Nusantara Power Kini Jual Solusi Energi ke Dunia

INVESTORJATIM.COM – Transformasi besar dilakukan PT PLN Nusantara Power (PLN NP). Dari sekadar perusahaan pembangkit…

4 jam ago

Mahasiswa UMG Raih Best Poster di Kontes Kapal Indonesia 2026

INVESTORJATIM.COM — Empat mahasiswa Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menorehkan…

8 jam ago

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Silika Jadi Penyaring Belerang

INVESTORJATIM.COM - PT Petrokimia Gresik mengembangkan inovasi pemanfaatan produk samping silika sebagai bahan penyaring belerang…

9 jam ago

Penetrasi Asuransi RI Baru 2,27 Persen, AXA Bentuk Perusahaan Syariah untuk Perluas Inklusi

INVESTORJATIM.COM –Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, yakni 2,27 persen pada 2022. Otoritas Jasa…

10 jam ago

Pemerintah Targetkan 10 Juta Wirausaha Baru hingga 2029, ITS Jadi Pusat Inkubasi di Jatim

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah menargetkan mencetak 10 juta wirausaha dan pekerja hingga 2029 melalui penguatan ekosistem…

13 jam ago

OJK Terbitkan POJK 13/2026, Buka Jalan Demutualisasi Bursa Efek

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang…

1 hari ago