Categories: Indeks

Guru Besar ITS Kembangkan Pembangkit Hybrid Surya-Angin, Efisiensi Listrik Naik 25%

PV-Wind Turbin berbasis kendali cerdas karya Prof Dr Ir Imam Abadi ST MT IPM.

INVESTORJATIM.COM – Inovasi energi terbarukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berpotensi menjawab tantangan pasokan listrik di wilayah terpencil. Guru Besar Departemen Teknik Fisika ITS Prof. Dr. Ir. Imam Abadi, S.T., M.T., IPM mengembangkan sistem pembangkit listrik hybrid cerdas yang menggabungkan tenaga surya dan angin, dengan efisiensi listrik yang diklaim meningkat hingga 25,12% dibandingkan panel surya konvensional.

Inovasi tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan karakteristik energi surya dan angin yang saling melengkapi. Panel surya bekerja optimal pada siang hari, sementara turbin angin dapat menopang produksi listrik ketika matahari tidak tersedia.

Imam mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sistem energi terbarukan berbasis kombinasi tenaga surya dan angin. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun menjadi salah satu alasan pengembangan teknologi tersebut.

“Indonesia kaya akan ladang angin dan sinar matahari yang konsisten sepanjang tahun, sehingga kombinasi kedua potensi alami inilah yang kami pilih sebagai penyokong utama sistem energi terbarukan ini,” ujar Imam, Senin (10/8/2026).

Turbin Berputar dengan Angin Lemah

Salah satu komponen utama sistem tersebut adalah turbin angin vertikal berbentuk spiral dengan model helix Savonius. Turbin ini dipilih karena memiliki tingkat cut-in speed atau kecepatan angin awal yang rendah.

Dengan karakteristik tersebut, turbin disebut sudah mampu berputar pada kecepatan angin sekitar 2,5 meter per detik dan menghasilkan tegangan listrik.

“Kelebihan turbin jenis ini adalah sistem cut in speed-nya yang rendah, sehingga hanya dengan kecepatan angin 2,5 meter per sekon saja generator sudah bisa berputar dan stabil menghasilkan tegangan listrik harian,” kata Imam.

Teknologi tersebut menjadi penting mengingat karakteristik angin di Indonesia tidak selalu memiliki kecepatan tinggi. Turbin dengan kebutuhan kecepatan awal yang rendah memungkinkan energi angin tetap dimanfaatkan meskipun hembusan angin relatif lemah.

Panel Surya Dilengkapi Sistem Cerdas

Selain turbin angin, inovasi ITS tersebut mengandalkan panel surya yang dilengkapi solar tracker. Sistem ini memungkinkan panel bergerak secara otomatis mengikuti posisi matahari sehingga penyerapan energi dapat dioptimalkan sepanjang hari.

Teknologi tersebut juga dirancang mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi cuaca. Ketika matahari tertutup awan, sistem tidak hanya mengandalkan sensor cahaya, tetapi dapat beralih menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi matahari.

“Ketika kondisi mendung, kendali cerdas akan secara otomatis mengalihkan sistem ke soft sensor berbasis perhitungan astronomi agar panel surya tetap bergerak pada posisi ideal,” ujar dosen Laboratorium Pengukuran, Keandalan, Risiko, dan Keselamatan Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.

Kemampuan adaptif itu membuat sistem tetap dapat mengarahkan panel menuju posisi optimal meskipun kondisi cuaca berubah secara cepat.

Efisiensi Naik 25,12%

Hasil pengujian lapangan menunjukkan sistem hybrid cerdas tersebut mampu meningkatkan efisiensi listrik hingga 25,12% dibandingkan panel surya konvensional.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat pengembangan teknologi energi terbarukan di ITS untuk mendukung akses energi yang lebih luas, terutama di wilayah yang belum memperoleh pasokan listrik secara optimal.

Imam mengatakan pengembangan teknologi tersebut juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 mengenai energi bersih dan terjangkau serta tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Ke depan, Imam membidik pemanfaatan teknologi tersebut tidak hanya sebagai pembangkit listrik, tetapi juga sebagai stasiun pengisian daya mandiri berbasis energi terbarukan.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat digunakan masyarakat untuk mengisi baterai kendaraan listrik hingga mendukung kebutuhan energi peralatan pertanian.

“Bagi seorang peneliti, kebahagiaan tertinggi adalah ketika melihat hasil karya teknologi yang dikembangkan dapat dirasakan manfaatnya seluas-luasnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Onny)

REDAKSI

Recent Posts

HUT ke-49 Pasar Modal, OJK Resmi Luncurkan 5 ETF Emas Perdana

INVESTORJATIM.COM – Pasar modal Indonesia menandai perayaan HUT ke-49 dengan tonggak baru melalui peluncuran lima…

4 jam ago

HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, OJK dan SRO Perkuat Transformasi serta Luncurkan ETF Emas

INVESTORJATIM.COM – Pasar modal Indonesia memasuki usia ke-49 sejak kembali diaktifkan pada 1977. Momentum tersebut…

21 jam ago

Leapmotor Mulai Produksi Lokal, B10 dan C10 Jadi Model Perdana di Purwakarta

INVESTORJATIM.COM – Leapmotor resmi memulai perakitan lokal kendaraan listrik di Indonesia dengan menjadikan B10 dan…

1 hari ago

Industri Gresik Didorong Tumbuh Bersama SDM Lokal, Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan

INVESTORJATIM.COM — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mendorong pertumbuhan industri…

2 hari ago

Pasar Murah Jatim Digelar ke-92 Kali, Harga Beras hingga Minyak Goreng di Bawah Pasar

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menggelar Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan…

2 hari ago

Arus Peti Kemas TPS Meningkat, Ekspor Juli 2026 Tumbuh 20,54 Persen

INVESTORJATIM.COM - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan pertumbuhan positif arus peti kemas pada Juli…

3 hari ago