Hipmi Jatim Mantapkan Sinergi Dengan Pemerintah, Siap Gerakkan Ekonomi Daerah Lewat Koperasi dan UMKM

Forum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XVII dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Hipmi Jatim di Surabaya

SURABAYA, INVESTOR JATIM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) sangat strategis dalam memperkuat sektor perdag angan dan mendorong daya saing ekonomi daerah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, dalam forum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XVII dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Hipmi Jatim di Surabaya.

Adhy menyebut, sinergi antara pemerintah dan Hipmi menjadi kunci dalam memperluas pasar serta mengakselerasi pertumbuhan UMKM di berbagai sektor.

“Kolaborasi dengan Hipmi berperan penting dalam memperluas misi dagang dan meningkatkan kapasitas UMKM. Jika sebagian besar UMKM mampu naik kelas, maka ekonomi Jawa Timur pun akan ikut naik kelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari total 9,6 juta pelaku UMKM di Jawa Timur, peran organisasi pengusaha muda dibutuhkan untuk mempercepat realisasi program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

“Pemerintah membutuhkan mitra aktif seperti Hipmi untuk memastikan program nasional berdampak langsung ke masyarakat. Kolaborasi dan semangat wirausaha adalah kunci agar pertumbuhan ekonomi terus berlanjut,” tegas Adhy.

Baca Juga:  Petrokimia Gresik Dorong Pemberdayaan UMKM Lokal Lewat PetroNite Fest 2025

Hipmi Jatim Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Ketua Umum BPD Hipmi Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hipmi Jatim siap berperan sebagai mitra kolaboratif dalam pelaksanaan lima program prioritas nasional.

“Kami mendukung penuh arahan Ketum BPP Hipmi Akbar Buchari dan siap terlibat langsung dalam penguatan sektor pangan, energi, serta koperasi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” kata Ahmad.

Sebagai langkah konkret, Hipmi Jatim kini menyiapkan Koperasi Hipmi Jawa Timur. Koperasi tersebut dirancang bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi sebagai ekosistem ekonomi produktif bagi anggota dan pelaku usaha sektor riil.

Selain itu, Hipmi Jatim juga berperan aktif dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pemberdayaan UMKM lokal sebagai penyedia bahan baku dan jasa pengolahan makanan.

“Program nasional seperti MBG bisa memberi dampak nyata jika UMKM di daerah ikut menjadi bagian dari rantai ekonomi. Kami ingin manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Ahmad.

Baca Juga:  Isu Zakat untuk MBG Diluruskan, Menag: Harus Sesuai Asnaf

Hipmi Nasional Dorong Peran Aktif Pengusaha Muda di Program Prioritas

Dari tingkat nasional, Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Buchari menegaskan bahwa organisasi pengusaha muda ini akan terlibat langsung dalam pelaksanaan lima agenda besar pemerintahan, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa Merah Putih.

“Hipmi tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian dari pelaku yang ikut mengeksekusi solusi di lapangan. Lima program ini membuka ruang kolaborasi besar bagi pengusaha muda di seluruh daerah,” ujar Akbar.

Ia menjelaskan, Hipmi tengah membangun ekosistem usaha terintegrasi dari hulu hingga hilir di sektor pangan, melibatkan petani, peternak, dan pelaku distribusi. Untuk program MBG, Hipmi juga telah membentuk Satgas MBG Nasional bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pertanian guna memastikan efek ekonomi program tersalurkan ke pelaku usaha daerah.

“Tantangan kita bukan sekadar menyediakan makanan bergizi, tapi bagaimana memastikan efek ekonominya dirasakan oleh petani, peternak, dan UMKM,” jelasnya.

Baca Juga:  Jamkrindo Beri Peluang Baru Bagi Pelaku UMKM Ikut Tender Negara. Ini Syaratnya

Akbar turut menilai langkah Hipmi Jatim membentuk koperasi sebagai langkah tepat dan sejalan dengan program pemerintah membangun Koperasi Desa Merah Putih di lebih dari 80 ribu desa di Indonesia.

Ia juga mendorong kader Hipmi untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Kementerian BUMN dan perbankan nasional agar bisa naik kelas.

“Sekarang saatnya yang mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah, dan menengah menjadi besar. Itulah semangat utama Hipmi sejak awal berdiri,” tutup Akbar. (Onny Asmara)

Komentar