Categories: HeadlineIndeks

Fokus Efisiensi Anggaran, Tour de Banyuwangi Ijen Absen di Tahun 2026

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara resmi memastikan bahwa ajang balap sepeda internasional bergengsi, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), tidak akan diselenggarakan pada tahun 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran daerah yang kini tengah difokuskan pada program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa penyesuaian ini didasarkan pada kondisi fiskal daerah yang menuntut adanya skala prioritas yang lebih tajam. Menurutnya, anggaran yang semula dialokasikan untuk event berskala internasional tersebut akan dialihkan ke sektor yang lebih mendesak.

“Melihat kondisi anggaran pemerintah daerah yang ada, sepertinya TdBI tidak bisa dilaksanakan di tahun ini. Kami fokus pada hal-hal prinsip yang berdampak langsung ke masyarakat,” ungkap Bupati Ipuk, Kamis (23/4/2026).

Komitmen Jangka Panjang
Meskipun absen di kalender balap tahun ini, Ipuk menegaskan bahwa ITdBI tidak dihentikan secara permanen. Sebagai ikon sport tourism yang telah eksis sejak 2012, pemerintah daerah tetap membuka peluang untuk kembali menggelar ajang ini di masa mendatang jika kondisi finansial memungkinkan.

“Harapannya, tahun depan kita bisa melaksanakan kembali ITdBI,” tambahnya optimis.

Peralihan Fokus ke ‘Banyuwangi Attraction 2026’
Sebagai pengganti absennya ITdBI, Pemkab Banyuwangi akan memperkuat konsep Banyuwangi Attraction 2026. Program ini dirancang dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, yang tidak hanya menonjolkan aspek budaya, tetapi juga memperkuat sektor ekonomi kreatif dan kelestarian lingkungan.

Strategi ini bertujuan untuk memberdayakan potensi lokal dari akar rumput, khususnya di wilayah pedesaan.

Pemberdayaan SDM: Merangkul kekuatan sumber daya manusia dari tingkat desa.

Ekonomi Lokal: Memberi ruang bagi produk unggulan desa untuk naik kelas.

Inisiatif Lingkungan: Mengintegrasikan kepedulian lingkungan dalam setiap atraksi pariwisata.

“Desa-desa kita beri kesempatan menunjukkan potensi yang dimiliki, tidak hanya budaya tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan kepedulian lingkungan,” tegas Ipuk.

Langkah berani ini diharapkan dapat menjaga momentum pariwisata Banyuwangi agar tetap bergeliat, sekaligus memastikan bahwa manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Bumi Blambangan. (AFL)

REDAKSI

Recent Posts

Gandeng Naval Group Prancis, PT PAL Siapkan Bengkel Raksasa untuk Kapal Selam Nagapasa

INVESTORJATIM.COM – Ketergantungan perbaikan kapal selam ke luar negeri perlahan coba diputus. PT PAL Indonesia…

2 jam ago

Tak Cuma Bisa Bayar Pakai QRIS, Mahasiswa UNAIR Kini Diajari Cara Adukan Jebakan Digital Bareng BRI

INVESTORJATIM.COM – Generasi muda jago transaksi digital, tapi banyak yang belum paham cara jaga data…

3 jam ago

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84%, Investasi Semester I/2026 Capai Rp72,7 Triliun

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,84%…

17 jam ago

Ekonomi Jatim Tumbuh, Kadin Soroti Kualitas Lapangan Kerja dan Daya Saing Industri

INVESTORJATIM.COM — Forum Jurnalis Ekonomi-Bisnis Surabaya (FORJEBS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Refleksi Jawa…

18 jam ago

Jaga Reputasi di Tengah Gempuran AI, BRI Gembleng Humas Daerah di Surabaya

INVESTORJATIM.COM – Satu isu lokal di daerah bisa meledak menjadi perbincangan nasional hanya dalam hitungan…

20 jam ago

Disambangi Bappenas, Pelindo Beberkan Jurus Tekan Biaya Logistik dari Tanjung Perak

INVESTORJATIM.COM – Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dan 2028 tidak disusun dari balik meja di…

1 hari ago