Ekspor Kapal Perang Berlanjut, PT PAL Luncurkan Landing Dock-603 untuk Filipina

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod (kanan) dan Flag Officer in Command Philippine Navy Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta (kiri) setelah prosesi peluncuran Future Landing Dock (LD)-603, kapal.

 

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia kembali memperkuat kiprahnya di pasar ekspor dengan meluncurkan Future Landing Dock (LD)-603, kapal pertama dari dua unit Landing Dock yang dipesan Angkatan Laut Filipina (Philippine Navy).

Peluncuran kapal yang digelar di Graving Dock Orca PT PAL Indonesia, Selasa (30/6/2026), menjadi bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, Flag Officer in Command Philippine Navy Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, dan Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Letnan Jenderal Rommel P. Roldan.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan pembangunan lambung kapal diselesaikan hanya dalam enam bulan melalui penerapan Industrial Maritime 4.0 (IM4) yang mengintegrasikan digitalisasi proses produksi dan pengendalian kualitas.

Baca Juga:  AHY Pasang Target Besar, PT PAL Disiapkan Jadi Motor Kebangkitan Industri Maritim RI

“Kami memahami Filipina, seperti Indonesia, merupakan negara kepulauan yang kerap menghadapi bencana. Karena itu kapal ini sangat dibutuhkan sehingga proses pembangunannya kami percepat,” ujarnya.

Menurut Kaharuddin, Future Landing Dock dirancang untuk mendukung berbagai operasi, mulai dari pengangkutan personel, kendaraan tempur, dan logistik, hingga operasi amfibi, keamanan maritim, serta bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Setelah diluncurkan, kapal akan memasuki tahap outfitting, Harbour Acceptance Test (HAT), dan Sea Acceptance Test (SAT) sebelum diserahkan kepada Philippine Navy pada 2026.

Kaharuddin menambahkan, proyek tersebut juga menjadi upaya PT PAL memperkuat ekosistem industri maritim nasional. Sejumlah perusahaan dalam negeri, baik BUMN maupun swasta, dilibatkan sebagai pemasok komponen kapal.

“Kami akan terus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada setiap proyek yang kami kerjakan,” katanya.

Ia juga menyebut kepercayaan Filipina yang kembali memesan kapal menjadi bukti kualitas produk PT PAL di pasar internasional.

“Pengalaman kami menunjukkan pelanggan yang telah menggunakan produk PT PAL kembali memberikan pesanan. Itu menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas produk kami,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapal Raksasa Taiwan Masuk Surabaya, TTL Makin Percaya Diri Tantang Pelabuhan Asia

Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta mengatakan Landing Dock-603 akan meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Filipina dalam mengangkut personel, peralatan, dan logistik antarpulau.

“Kapal ini akan memperkuat kemampuan kami dalam mendukung operasi amfibi, keamanan maritim, serta misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina Letnan Jenderal Rommel P. Roldan menilai pengadaan kapal tersebut merupakan investasi strategis untuk memperkuat kemampuan maritim negaranya.

Sebagai bentuk apresiasi, Philippine Navy juga menyerahkan penghargaan kepada PT PAL Indonesia atas kontribusinya dalam mendukung modernisasi armada Angkatan Laut Filipina.

Sebelumnya, PT PAL telah membangun dua unit Strategic Sealift Vessel (SSV), sejumlah Landing Craft Utility (LCU), serta menyelesaikan proyek Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) BRP Tarlac-601. Keberhasilan tersebut menjadi modal bagi PT PAL untuk terus memperluas pasar ekspor kapal perang di kawasan. (Onny)

Komentar