EastFood Indonesia 2026 Digelar, Industri Mamin Nasional Tetap Tumbuh di Tengah Gejolak Global.

Pembukaan EastFood Indonesia 2026 yang digelar di Grand City Convention and Exhibition Surabaya,

INVESTORJATIM.COM – Industri makanan dan minuman (mamin) nasional menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tantangan global. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan sektor mamin yang mencapai 7,04% pada kuartal I/2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61%.

Optimisme tersebut mengemuka dalam pembukaan EastFood Indonesia 2026 yang digelar di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Kamis (18/6/2026). Pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-16 itu diikuti sekitar 180 peserta, termasuk 30 UMKM dari berbagai daerah, dengan target 20.000 pengunjung selama empat hari pelaksanaan.

CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan EastFood Indonesia telah berkembang menjadi salah satu pameran industri makanan dan minuman terbesar di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, Surabaya sebagai gerbang Indonesia Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional.

“Selama 16 kali penyelenggaraan, EastFood Indonesia telah menjadi platform bisnis penting bagi pelaku industri untuk memperluas pasar, membangun jaringan usaha, memperkenalkan inovasi, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun global,” ujar Daud, usai membuka pameran.

Prosesi pembukaan East Food Surabaya

Dia menjelaskan pameran tersebut menghadirkan seluruh rantai nilai industri makanan dan minuman, mulai dari produsen bahan baku, industri pengolahan, pengemasan, distribusi hingga sektor perhotelan, restoran, dan katering (horeka).

Baca Juga:  Pasar Lesu, BTN Genjot Penjualan Lewat Properti Expo di Surabaya

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sektor pengemasan kini dipisahkan melalui pameran tersendiri bertajuk AllPack Surabaya 2026 yang akan berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di lokasi yang sama.

“Secara keseluruhan skala penyelenggaraan tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu karena sektor packaging kami hadirkan melalui pameran khusus sehingga masing-masing industri dapat berkembang lebih optimal,” katanya.

Selain menghadirkan pameran dagang, EastFood Indonesia 2026 juga diramaikan berbagai agenda pendukung, seperti Bakat Boga Challenge, masterclass pizza bersama chef asal Italia, workshop kopi dan barista, kelas gelato, pastry dan bakery, hingga berbagai seminar industri.

Daud menambahkan EastFood Indonesia merupakan bagian dari rangkaian pameran industri makanan dan minuman yang digelar Krista Exhibitions sepanjang tahun, mulai dari Yogyakarta, Surabaya, Bali, hingga puncaknya di NICE Convention Center, PIK 2, Jakarta.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menilai industri makanan dan minuman masih menjadi salah satu sektor paling resilien di tengah tekanan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, hingga perubahan iklim.

Pada 2025, industri makanan dan minuman tumbuh 6,38%, sedangkan pada kuartal I/2026 pertumbuhannya meningkat menjadi 7,04%.

“Banyak yang mengatakan industri makanan dan minuman merupakan sektor yang resilien. Di tengah gejolak ekonomi dan berbagai ketidakpastian global, sektor ini masih mampu tumbuh dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Adhi.

Baca Juga:  ICX 2026 Dibuka di Surabaya, Pameran Kopi hingga Kolaborasi Otomotif Siap Dongkrak Ekonomi Kreatif

Menurut dia, industri makanan dan minuman berkontribusi sekitar 7% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan sekitar 43% terhadap PDB industri nonmigas.

Meski demikian, industri tersebut tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari dinamika geopolitik global, perubahan iklim, hingga gangguan rantai pasok yang berdampak pada biaya produksi.

Karena itu, Adhi menilai pameran seperti EastFood Indonesia menjadi sarana penting bagi pelaku usaha untuk berbagi pengalaman, memperkenalkan inovasi dan teknologi baru, serta membangun kolaborasi guna menghadapi tantangan industri.

“Pameran seperti ini menjadi momentum bagi pelaku industri untuk saling bertukar pengalaman, memperkenalkan teknologi baru, dan mencari solusi bersama. Dengan inovasi dan kolaborasi, kami optimistis industri makanan dan minuman akan terus tumbuh,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa mengatakan penyelenggaraan EastFood Indonesia 2026 memiliki arti strategis bagi pengembangan industri pangan dan UMKM di Jawa Timur.

Dia menjelaskan sektor industri pengolahan, khususnya makanan dan minuman, masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Pada triwulan I/2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh 5,96%, tertinggi di Pulau Jawa.

Menurut Endy, kekuatan industri makanan dan minuman Jawa Timur didukung oleh posisi provinsi tersebut sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Jawa Timur tercatat sebagai produsen utama berbagai komoditas strategis seperti jagung, cabai rawit, daging sapi, telur ayam, susu, tebu, garam, dan hasil perikanan tangkap.

Baca Juga:  IIMS Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jadi Momentum Dongkrak Industri Otomotif Jatim

“Potensi besar di sektor hulu ini harus terus didorong agar menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi melalui pengembangan industri pengolahan pangan, inovasi produk, teknologi pengemasan, serta perluasan akses pasar,” ujarnya.

Dia menilai EastFood Indonesia bukan sekadar ajang promosi, melainkan wadah yang mempertemukan pelaku industri, UMKM, investor, distributor, buyer, dan mitra internasional untuk memperkuat ekosistem industri pangan dari hulu hingga hilir.

Endy juga mengapresiasi komitmen penyelenggara yang memberikan ruang bagi UMKM untuk berpartisipasi dalam pameran internasional tersebut. Menurutnya, keikutsertaan UMKM diharapkan tidak hanya menghasilkan promosi produk, tetapi juga membuka peluang kemitraan, transaksi bisnis, hingga ekspor.

“UMKM merupakan fondasi ekonomi daerah dan bagian penting dari rantai pasok industri pangan nasional. Kami berharap partisipasi UMKM dalam pameran ini mampu menghasilkan peluang usaha dan pasar baru yang nyata,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan dan UMKM melalui peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, digitalisasi usaha, pengembangan kemitraan, serta perluasan akses pemasaran di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan dukungan pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha, EastFood Indonesia 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya kolaborasi, investasi, serta inovasi baru yang mampu memperkuat daya saing industri makanan dan minuman nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Indonesia. (Onny)

Komentar