
SURABAYA, INVESTORJATIM. – PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) memasang target optimistis untuk memulihkan kinerja keuangan pada 2026. Prospek tersebut ditopang oleh meningkatnya minat tenant di Fairway Nine Mall dan progres pembangunan Hotel Hyatt Centric yang mulai menunjukkan kejelasan timeline.
Direktur BKDP Brasada Chandra mengatakan bahwa meskipun dalam beberapa tahun terakhir perseroan masih mencatatkan rugi, berbagai komitmen tenant baru yang siap beroperasi pada 2026 menjadi fondasi kuat bagi peningkatan pendapatan sewa.
“Tahun depan kami berharap kinerja kembali positif. Okupansi Fairway Nine Mall akan meningkat signifikan seiring masuknya tenant baru,” ujarnya dalam paparan publik di Clubhouse Bukit Darmo Golf, Rabu (3/12).
Saat ini okupansi mal yang berlokasi di Surabaya Barat tersebut berada di level 57,4 persen. Dengan sejumlah tenant baru yang telah melakukan finalisasi, BKDP menargetkan keterisian meningkat menjadi 82 persen pada 2026.
Beberapa tenant yang telah memastikan bergabung antara lain Cork & Screw (506 m²), Falcon Fitness (404 m²), Hanam BBQ Resto (403 m²), GBI (1.154 m²), serta Ah Bang Kopitiam, Natural Farm, dan City Garden (4.933 m²). Selain itu, ada perusahaan ritel asal Korea yang berminat menyewa 3.000 m², ditambah satu supermarket dan beberapa anchor tenant lain.
Saat ini, pendapatan terbesar BKDP masih berasal dari sewa mal dengan kontribusi sekitar 72 persen, disusul penyewaan apartemen dan ruang perkantoran.
Di sisi lain, perusahaan juga mempercepat penyelesaian proyek Hotel Hyatt Centric yang diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru. Hotel berbintang 4–5 ini akan menyediakan 210 kamar serta fasilitas function room, meeting room, dan Golf Lounge. Finalisasi desain yang semula ditargetkan rampung pada September 2025 mengalami penyesuaian akibat kendala teknis.
Tender proyek dijadwalkan berlangsung pada Februari–Maret 2026, dan konstruksi dimulai pada Juli 2026. Operasional hotel ditargetkan mulai akhir 2027. Total investasi mencapai Rp200 miliar, seluruhnya dari dana internal, masing-masing Rp100 miliar pada 2026 dan 2027.
Hingga kuartal ketiga 2025, kinerja BKDP masih tertekan. Perseroan membukukan pendapatan Rp27,31 miliar, turun 10,49 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp30,52 miliar. Namun rugi bersih menyusut menjadi Rp27,23 miliar dari sebelumnya Rp35,9 miliar. Tekanan kinerja tahun ini dipengaruhi tingginya biaya maintenance, overhaul genset, serta pelemahan rupiah.
“Kami optimistis 2026 menjadi tahun pemulihan karena beban perawatan sudah tidak sebesar tahun ini dan tenant baru akan mulai memberikan kontribusi,” ujar Brasada. (ONNY)









Komentar