
INVESTORJATIM.COM – Transformasi besar dilakukan PT PLN Nusantara Power (PLN NP). Dari sekadar perusahaan pembangkit listrik, kini mereka menjelma menjadi penyedia solusi energi yang bisnisnya menembus pasar global.
Pesan “Powering Beyond Borders” itu dibawa PLN NP dalam ajang Electricity Connect 2026 yang digelar 22-24 September 2026 di ICE BSD City.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan transformasi ini bukan gimmick, melainkan strategi untuk menghadirkan solusi energi yang menguntungkan bagi pelanggan dan mitra.
“PLN Nusantara Power terus bertransformasi dengan memperluas kapabilitas yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan pembangkit, tetapi juga menghadirkan berbagai solusi energi yang memberikan nilai tambah,” ujar Ruly, Senin (22/9/2026).
Layanan yang ditawarkan pun terintegrasi, mulai dari operation and maintenance (O&M), maintenance repair and overhaul (MRO), technical services, engineering, procurement and construction (EPC), hingga pengembangan investasi energi dan inovasi teknologi transisi energi.
Bukti transformasi itu terlihat dari jejak globalnya. Di Bangladesh, PLN NP tidak lagi hanya penyedia jasa teknis, tapi sudah menjadi mitra strategis pengelola pembangkit 400 MW Bibiyana South Combined Cycle Power Plant setelah sebelumnya menangani major inspection Chandpur 150 MW.
Di Arab Saudi, kiprahnya bahkan sudah sejak era 2000-an melalui pekerjaan MRO di Rabigh dan Shoaiba Power Plant, dan pada 2025 mendukung layanan pembangkit di atas 600 MW.
Sementara di Malaysia, PLN NP terlibat dalam proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) East Coast Rail Link (ECRL) dan kolaborasi pengembangan Bio-CNG sebagai energi berkelanjutan.
“Capaian internasional PLN NP menunjukkan kompetensi energi Indonesia mampu bersaing di pasar global,” kata Ruly.
Tak hanya ekspansi bisnis, PLN NP juga membawa solusi transisi energi yang menguntungkan dan rendah karbon. Di Electricity Connect 2026, mereka memamerkan inovasi Bio-CNG, Hydrogen Refueling System (HRS), HRS Mobile, co-firing biomassa, hydrogen ecosystem, hingga teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).
Booth PLN NP pun tidak hanya menjadi ajang pamer, tapi ruang kolaborasi dengan mitra strategis dan technology provider melalui mini talkshow selama tiga hari penyelenggaraan untuk membuka peluang kerja sama baru.
“Forum ini menjadi wadah membangun konektivitas baru antara expertise, teknologi, dan kolaborasi untuk masa depan energi,” tutup Ruly. (onny)








Komentar