Categories: Finance

BEI Surabaya Perkuat Pengawasan Dan Literasi Pasar Modal di Jawa Timur

 

Cita Melisa, Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia.

SURABAYA, INVESTOR JATIM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat fungsi pengawasan, kepatuhan, dan edukasi pasar modal di wilayah Jawa Timur. Hari ini Selasa (21/10/2025), dua divisi dari kantor pusat BEI, yaitu Divisi Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan serta Divisi Keanggotaan, melakukan kunjungan kerja ke Surabaya.

Menurut, Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya, Cita Melisa kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin BEI untuk memastikan seluruh anggota bursa menjalankan aktivitasnya sesuai regulasi yang berlaku.

“Kedua divisi ini secara reguler melakukan audit terhadap anggota bursa yang terdaftar, guna memastikan seluruh operasional berjalan sesuai dengan ketentuan dan menjaga integritas pasar modal,” jelas Cita dalam Media Gathering BEI di Surabaya Selasa  (21/10/2025).

Cita menambahkan, saat ini terdapat 92 anggota bursa di seluruh Indonesia, terdiri dari 64 perusahaan lokal dan 28 perusahaan joint venture. Dan dari 92 anggota bursa tersebut, 50 nya memiliki kantor cabang di wilayah Jatim, yang aktif yang turut berkontribusi terhadap pertumbuhan pasar modal di Jawa Timur.

Selain pengawasan, BEI Surabaya juga aktif memperluas literasi dan inklusi keuangan melalui Galeri Investasi BEI yang tersebar di berbagai daerah. Galeri ini merupakan kerja sama antara BEI, perguruan tinggi, dan perusahaan sekuritas.

“Dengan adanya Galeri Investasi, masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor sekuritas di Surabaya. Mereka bisa belajar dan berinvestasi melalui galeri yang ada di kampus atau lembaga mitra kami di berbagai daerah di Jawa Timur,” ujar Cita.

Dari sisi perkembangan investor, Jawa Timur kini memiliki sekitar 2 juta investor pasar modal, atau setara 10,5% dari total investor nasional yang mencapai 18,9 juta SID (Single Investor Identification) per Agustus 2025.

Adapun persebaran investor di Jawa Timur didominasi oleh,Kota Surabaya 19%, Kabupaten Sidoarjo  8%, Kabupaten Jember 6%, Kota Malang, 5% Kabupaten Malang 5% dan Daerah lainnya: 57%

“Pertumbuhan investor di Jawa Timur menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pasar modal semakin tinggi. Surabaya menjadi pusat aktivitas utama, namun tren positif juga mulai terlihat di berbagai kota dan kabupaten lainnya,” tutur Cita.

Langkah penguatan pengawasan dan peningkatan literasi ini menjadi bukti komitmen BEI untuk menghadirkan pasar modal yang sehat, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur. (Onny Asmara)

REDAKSI

Recent Posts

PT PAL Indonesia Perkuat Industri Pertahanan, Fokus MRO hingga Transfer Teknologi Kapal Selam

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia memperkuat sinergi dengan TNI dan pemangku kepentingan industri pertahanan untuk…

6 menit ago

Ekonomi Global Melambat, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh 5,2 Persen

INVESTORJATIM.COM – Perekonomian global masih dibayangi sejumlah tantangan pada 2026. Harga energi yang tinggi, suku…

20 jam ago

PAL Pastikan Perbaikan KMP Mahkota Nusantara Rampung, ASDP Soroti Kebutuhan Armada

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia memastikan perbaikan KMP Mahkota Nusantara rampung sesuai target sehingga kapal…

20 jam ago

BEI Gelar Public Expose Live, 45 Emiten Paparkan Strategi dan Prospek Bisnis

INVESTORJATIM.COM – Investor dinilai perlu melihat lebih dari sekadar pergerakan harga saham sebelum menentukan keputusan…

20 jam ago

Arus Peti Kemas TPS Tembus 128.000 TEUs pada Agustus 2026, Ekspor Lampaui Impor

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan kinerja positif sepanjang Agustus 2026 dengan arus…

20 jam ago

10 Tahun SUN: Panel Surya Tak Lagi Cukup untuk Menjawab Kebutuhan Industri

INVESTORJATIM.COM – Memasuki satu dekade perjalanan di industri energi bersih, SUN mulai mengubah arah bisnis.…

20 jam ago