Categories: Market

BEI Pantau 70 Emiten Berisiko Tercoret, Sejumlah BUMN Masuk Daftar Waspada

BEI tngkatkan pengawasan terhadap kualitas emiten.

JAKARTA, INVESTORJATIM – Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan pengawasan terhadap kualitas emiten dengan merilis daftar 70 perusahaan terbuka yang berpotensi kehilangan status pencatatan sahamnya di bursa. Puluhan emiten tersebut dinilai memenuhi kriteria tertentu yang memungkinkan dilakukannya penghapusan pencatatan (delisting), terutama akibat penghentian sementara perdagangan saham dalam jangka panjang.

Dari daftar tersebut, terdapat tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ikut masuk dalam kategori berisiko. Ketiganya adalah PT Indofarma Tbk (INAF), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WKST), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Emiten pelat merah itu saat ini tengah menjalani proses restrukturisasi seiring tekanan keuangan dan operasional yang masih berlangsung.

Selain BUMN, BEI juga mencantumkan PT PP Properti Tbk (PPRO) dalam daftar pemantauan. Anak usaha PT PP (Persero) Tbk tersebut diketahui telah mengalami suspensi perdagangan saham sejak November 2022 dan hingga kini belum kembali diperdagangkan.

Daftar potensi delisting ini diumumkan melalui Pengumuman Bursa Nomor Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 yang diterbitkan pada 30 Desember 2025. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-N yang mengatur mekanisme delisting dan relisting saham perusahaan tercatat.

BEI menjelaskan, penghapusan pencatatan saham dapat dilakukan apabila perusahaan mengalami kondisi material yang berdampak negatif terhadap keberlangsungan usaha, baik dari sisi keuangan maupun aspek hukum, serta tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang memadai. Selain itu, emiten yang tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perusahaan tercatat juga berpotensi dikeluarkan dari bursa.

Salah satu indikator utama yang menjadi perhatian Bursa adalah durasi suspensi perdagangan saham. Emiten yang sahamnya dihentikan perdagangannya selama sedikitnya 24 bulan, baik di seluruh pasar maupun sebagian segmen perdagangan, dapat menjadi kandidat delisting.

Adapun untuk suspensi yang telah berlangsung selama enam bulan berturut-turut, BEI berkewajiban mengumumkan status potensi delisting kepada publik. Pengumuman tersebut akan diperbarui secara berkala setiap Juni dan Desember sampai status suspensi dicabut atau keputusan delisting ditetapkan.

Secara keseluruhan, daftar per 30 Desember 2025 memuat 70 perusahaan lintas sektor, mulai dari energi, konstruksi, properti, infrastruktur, hingga industri barang konsumsi. Sejumlah emiten di sektor tekstil juga tercatat dalam daftar, termasuk PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), yang telah lama mengalami penghentian perdagangan saham. Sritex, misalnya, disuspensi sejak Oktober 2022.

Berikut sebagian daftar emiten yang masuk dalam pengumuman BEI per 30 Desember 2025:

PT Alumindo Light Metal Industry Tbk

PT Armidian Karyatama Tbk

PT Ratu Prabu Energi Tbk

PT Berkah Beton Sadaya Tbk

PT Binakarya Jaya Abadi Tbk

PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk

PT Bakrie Telecom Tbk

PT Cahaya Bintang Medan Tbk

PT Cowell Development Tbk

PT Capri Nusa Satu Properti Tbk

PT Dewata Freightinternational Tbk

PT Jaya Bersama Indo Tbk

PT Envy Technologies Indonesia Tbk

PT Eterindo Wahanatama Tbk

PT Fajar Surya Wisesa Tbk

PT Aksara Global Development Tbk

PT Golden Plantation Tbk

PT HK Metals Utama Tbk

PT Hotel Mandarine Regency Tbk

PT Saraswati Griya Lestari Tbk

PT Inti Agri Resources Tbk

PT Indofarma Tbk

PT Indo Pureco Pratama Tbk

PT Sky Energy Indonesia Tbk

PT Darmi Bersaudara Tbk

PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

PT Eureka Prima Jakarta Tbk

PT Limas Indonesia Makmur Tbk

PT Lionmesh Prima Tbk

PT Marga Abhinaya Abadi Tbk

PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk

PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk

PT Mitra Pemuda Tbk

PT Metro Realty Tbk

PT Asia Pacific Investama Tbk

PT Sinergi Megah Internusa Tbk

PT Polaris Investama Tbk

PT Plaza Indonesia Realty Tbk

PT Pollux Properties Indonesia Tbk

(Onny)

REDAKSI

Recent Posts

XPENG Kenalkan New X9 dan G6 Pro ke Pasar Surabaya Lewat GIIAS 2026

INVESTORJATIM.COM – XPENG Indonesia untuk pertama kalinya membawa lini kendaraan listrik pintarnya ke pasar Jawa…

27 menit ago

PLN Nusantara Power Buka Peluang Kerja Sama Energi dengan Bangladesh

INVESTORJATIM.COM – Pengalaman PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam mengelola pembangkit listrik dan mengembangkan energi…

1 jam ago

TPS Raih Penghargaan Wajib Pajak Teladan Surabaya Tiga Tahun Berturut-turut

INVESTORJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Pelindo Terminal Petikemas (PTP), kembali meraih…

1 jam ago

Mazda Perkuat Pasar Jawa Timur Lewat Tiga Model Baru di GIIAS Surabaya 2026

INVESTORJATIM.COM – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, memperkuat…

1 jam ago

VinFast Perkuat Ekosistem Mobil Listrik di Indonesia, Bawa Konsep “Drive Worry-Free”

INVESTORJATIM.COM – VinFast menegaskan komitmennya untuk mengembangkan bisnis kendaraan listrik di Indonesia dalam jangka panjang.…

2 jam ago

Honda Super-ONE Menyapa Surabaya, Mobil Listrik Mungil dengan DNA “Joy of Driving”

INVESTORJATIM.COM – Honda membawa mobil listrik mungil Honda Super-ONE ke GIIAS Surabaya 2026. Model yang…

4 jam ago