Categories: HeadlineIndeks

Bahlil Klaim Uji Coba B50 Capai 60–70 Persen di Berbagai Moda Transportasi

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mematangkan langkah menuju kemandirian energi nasional. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa implementasi penuh mandatori Biodiesel 50 (B50) ditargetkan mulai berjalan pada 1 Juli 2026.

Saat ini, proses uji coba pencampuran 50% minyak kelapa sawit (CPO) ke dalam solar tersebut diklaim telah mencapai progres 60% hingga 70% di berbagai sektor transportasi dan alat berat.

Progres Uji Coba dan Target Finalisasi
Bahlil menjelaskan bahwa pengujian teknis dilakukan secara komprehensif pada moda transportasi strategis, meliputi:

1. Kendaraan bermotor.

2. Kereta api dan kapal laut.

3. Alat berat sektor industri.

“Hasil uji coba terhadap B50 sekarang sudah pada taraf 60 sampai 70 persen. Insya Allah, bulan Mei-Juni hasil akhirnya sudah selesai dan akan diterapkan pada 1 Juli,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4).

Misi “Survival Mode” dan Ketahanan Energi
Kebijakan B50 dipandang bukan sekadar program bauran energi biasa, melainkan strategi bertahan (survival mode) Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dengan memaksimalkan sumber daya domestik, pemerintah optimistis dapat menekan ketergantungan pada impor solar.

Selain fokus pada B50, Bahlil memastikan stok energi nasional saat ini dalam kondisi aman:

Cadangan BBM: Berada di atas 20 hari.

Cadangan LPG: Berada di atas 10 hari.

Target Tambahan: Pemerintah tengah mengupayakan penambahan cadangan penyangga dari Karimun selama 7 hari untuk mengejar target cadangan nasional hingga satu bulan.

Efisiensi Ekonomi: Hemat Subsidi Rp48 Triliun
Senada dengan Kementerian ESDM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti dampak ekonomi positif dari kebijakan ini. Implementasi B50 diproyeksikan mampu mengurangi penggunaan BBM fosil hingga 4 juta kiloliter (kl) per tahun.

“Kebijakan B50 ini berpotensi menghemat subsidi senilai Rp48 triliun dalam kurun waktu enam bulan,” ungkap Airlangga. Ia juga memastikan bahwa PT Pertamina secara infrastruktur telah siap untuk menjalankan mandatori ini.

Tantangan Produksi
Meski progres berjalan positif, pemerintah mengakui masih terdapat tantangan besar pada kapasitas produksi biodiesel. Penyesuaian pabrik-pabrik biodiesel di seluruh Indonesia terus dikebut agar mampu memenuhi permintaan pasar saat regulasi resmi diberlakukan tahun depan. (ZBI)

REDAKSI

Recent Posts

Honda Surabaya Center Genjot Penjualan Hybrid Lewat IIMS Surabaya 2026

INVESTORJATIM.COM – Honda Surabaya Center optimistis pasar kendaraan hybrid di Jawa Timur terus bertumbuh seiring…

12 jam ago

PLN Nusantara Power Gandeng Mitsubishi Power Perkuat Keandalan Pembangkit di Era Transisi Energi

INVESTORJATIM.COM – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat kolaborasi strategis dengan Mitsubishi Power untuk…

14 jam ago

Bangun Kapal Selam Scorpene Evolved, PT PAL Bidik Kemandirian Industri Pertahanan

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia bersama Naval Group terus memperkuat kolaborasi strategis dalam pembangunan kapal…

15 jam ago

Pelindo dan ALFI Jatim Sepakat Percepat Transformasi Layanan Kepelabuhanan

INVESTORJATIM.COM - Dalam mengelola bisnis berkelanjutan, perencanaan strategis memegang peranan penting. Termasuk pertimbangan-pertimbangan guna menentukan…

15 jam ago

FKH UNAIR Soroti Ancaman Newcastle Disease terhadap Ketahanan Pangan dalam SAGAVET 2026

INVESTORJATIM.COM — Universitas Airlangga melalui Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) menggelar SAGAVET 2026 bertema Dampak Penyakit…

1 hari ago

Duta ITS 2024 Raih Juara I Duta Bahasa NTB 2026 lewat Inovasi Literasi untuk Terapi Skizofrenia

INVESTORJATIM.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Duta ITS 2024, Tangguh…

1 hari ago