Categories: FinanceIndeksMarket

Aset Naik 4,6%, PT Suparma Fokus Perkuat Kapasitas Produksi Melalui Investasi Mesin Baru

SURABAYA, INVESTORJATIM — PT Suparma Tbk, mencatat kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2025, ditandai dengan peningkatan aset dan penjualan bersih, meski laba bersih mengalami tekanan akibat rugi selisih kurs seiring pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, total aset perseroan naik Rp154,8 miliar atau 4,6% menjadi Rp3,55 triliun, dibandingkan posisi akhir Desember 2024 yang sebesar Rp3,39 triliun. Peningkatan ini terutama berasal dari naiknya saldo uang muka pembelian yang melonjak tujuh kali lipat, dari Rp19,3 miliar menjadi Rp138 miliar.

Direktur PT Suparma Tbk Hendro Luhur menjelaskan, lonjakan uang muka tersebut berkaitan dengan investasi strategis untuk peningkatan kapasitas produksi.

“Sebagian besar uang muka digunakan untuk pembelian Paper Machine No.11, termasuk Rp88 miliar untuk aset tetap dan Rp36 miliar untuk pembelian suku cadang. Investasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat efisiensi dan daya saing jangka panjang perusahaan,” ujar Hendro, dalam paparan publik, Kamis (30/10/2025).

Dari sisi kewajiban, liabilitas perseroan juga meningkat Rp86,4 miliar atau 8,6% menjadi Rp1,09 triliun. Kenaikan ini dipengaruhi oleh perjanjian sale and leaseback baru dengan PT Mitsubishi HC Capital senilai USD 3,33 juta, yang akan jatuh tempo pada Maret 2028.

Sementara itu, ekuitas meningkat Rp68,4 miliar atau 2,9% menjadi Rp2,45 triliun, seiring dengan kenaikan saldo laba belum dicadangkan sebesar Rp48,4 miliar atau 4,7%.

Kinerja Operasional Masih Tumbuh di Tengah Tekanan Kurs

Meskipun harga jual rata-rata kertas turun 2% menjadi Rp11.703 per kg, volume penjualan justru meningkat 2,9% menjadi 168.988 ton. Kondisi ini membuat penjualan bersih masih tumbuh tipis 0,8% menjadi Rp1,98 triliun.

Namun, laba periode berjalan turun signifikan 40,4% menjadi Rp68,4 miliar, dibandingkan Rp114,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu rugi selisih kurs sebesar Rp19,6 miliar, berbanding terbalik dengan laba kurs Rp11,1 miliar pada tahun lalu.

Hendro menuturkan, fluktuasi nilai tukar memberikan tekanan cukup besar pada laba tahun ini. “Kurs Rupiah yang melemah dari Rp15.138 per USD menjadi Rp16.680 per USD berpengaruh pada beban keuangan. Namun demikian, kami tetap menjaga profitabilitas melalui efisiensi biaya dan peningkatan kapasitas produksi,” jelasnya.

Arus Kas dan Produksi Tetap Terkendali

Per 30 September 2025, saldo kas dan bank perseroan tercatat Rp137,2 miliar, turun 17,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp166,7 miliar.

Kas bersih dari aktivitas operasi juga menurun 9,1% menjadi Rp391,8 miliar, dipengaruhi oleh naiknya pembayaran kepada pemasok sebesar 5,1%.

Meski demikian, kinerja produksi menunjukkan tren positif. Volume produksi kertas meningkat 5,2% menjadi 172.054 ton, setara dengan 76,2% dari target tahunan 225.800 ton dengan tingkat utilisasi 73,8%.

Secara keseluruhan, penjualan bersih selama sembilan bulan pertama 2025 telah mencapai 71,1% dari target tahun penuh sebesar Rp2,8 triliun, sementara kuantitas penjualan telah menyentuh 70,4% dari target 240.000 ton.

“Kami optimistis target tahunan dapat tercapai seiring beroperasinya mesin baru yang akan memperluas kapasitas produksi di akhir tahun. Investasi ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan Suparma pada 2026,” pungkas Hendro. (ONNY ASMARA)

REDAKSI

Recent Posts

UM Gresik Perkuat Pengelolaan Website, Dorong Informasi Digital yang Lebih Profesional

INVESTORJATIM.COM — Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) terus memperkuat kualitas pengelolaan informasi digital melalui peningkatan…

34 menit ago

Podcaster Jurnalistik Desak Pemerintah Atur Hak Royalti dari Platform Digital

INVESTORJATIM.COM — Para pembuat podcast jurnalistik mendesak pemerintah memperjuangkan hak ekonomi atas karya mereka yang…

2 jam ago

Pulih 100%, Telkomsel Tuntaskan Perbaikan Jaringan Pasca-Gempa Flores

INVESTORJATIM.COM - Telkomsel bersama TelkomGroup berhasil menuntaskan pemulihan layanan telekomunikasi pascagempa yang berdampak di sejumlah…

4 jam ago

DPCS Gelar Upacara HUT ke-81 RI dengan Busana Adat Nusantara

INVESTORJATIM.COM – Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya (DPCS) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan…

16 jam ago

Midtown Residence Surabaya Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Perkuat Kekompakan Tim Hospitality

INVESTORJATIM.COM – Midtown Residence Surabaya menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Grand…

1 hari ago

Gempa NTT, Bantuan dari Pelabuhan Tanjung Perak Dikirim Pakai MV Tidar

INVESTORJATIM.COM – Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak dari Pelabuhan…

1 hari ago