
INVESTORJATIM.COM – Benda kecil seperti baterai kerap luput dari perhatian. Padahal, hampir setiap hari baterai digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari menyalakan remote televisi, jam, mouse, senter, hingga mainan anak.
Masalah baru muncul ketika daya baterai habis. Baterai yang sudah tidak terpakai bukan sekadar barang kecil yang bisa dilempar ke tempat sampah. Sebagai bagian dari limbah elektronik (e-waste), baterai perlu mendapat penanganan khusus karena dapat mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).
Karena itu, kebiasaan menggunakan dan membuang baterai perlu diubah. Langkahnya pun tidak selalu rumit. Masyarakat bisa memulainya dari rumah, sejak memilih baterai hingga memastikan baterai yang sudah habis tersalurkan ke tempat yang tepat.
Sebagai brand inspirasi dan koleksi produk dari A sampai Z di bawah naungan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) (ACES), AZKO mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan baterai melalui sejumlah langkah sederhana.
Tak selalu harus baterai sekali pakai
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah beralih ke baterai rechargeable. Berbeda dengan baterai sekali pakai, jenis ini dapat diisi ulang dan digunakan berkali-kali.
AZKO, misalnya, menyediakan KRISBOW Baterai Rechargeable AA Set 4 pcs dengan kapasitas 2.500 mAh. Baterai tersebut memiliki tingkat pengosongan daya yang rendah, masa simpan hingga lima tahun, serta bebas kadmium dan merkuri.
Dengan ukuran AA yang lazim digunakan, baterai tersebut dapat digunakan pada berbagai perangkat, seperti remote control, jam, mainan, kamera digital, wireless keyboard dan mouse, game controller, senter, hingga sejumlah peralatan rumah tangga.
Penggunaan baterai isi ulang menjadi salah satu pilihan untuk perangkat yang digunakan secara rutin. Semakin jarang membeli baterai sekali pakai, semakin sedikit pula baterai yang berpotensi berakhir sebagai limbah.
Jangan buru-buru mengganti baterai
Kebiasaan lain yang tak kalah penting adalah memastikan kondisi baterai sebelum memutuskan menggantinya.
Untuk membantu memperpanjang masa penggunaan, AZKO menyediakan KRISBOW Charger Baterai Universal 6 Slot. Perangkat ini dapat mengisi hingga enam baterai sekaligus dan dilengkapi sistem auto cut-off yang menghentikan pengisian ketika baterai telah penuh.
Charger tersebut juga kompatibel dengan baterai berukuran D, C, AA, AAA, dan 9V. Indikator LED membantu pengguna memantau proses pengisian.
Sementara itu, KRISBOW Baterai Tester dapat digunakan untuk memeriksa kondisi baterai AA, AAA, C, D, dan 9V. Pointer serta skala tiga warna membantu pengguna mengetahui apakah baterai masih dalam kondisi baik, mulai lemah, atau sudah perlu diganti.
Langkah sederhana ini bisa mencegah baterai yang sebenarnya masih dapat digunakan terbuang terlalu cepat.
Ketika baterai sudah benar-benar habis
Pada akhirnya, setiap baterai memiliki batas masa pakai. Ketika sudah tidak dapat digunakan lagi, baterai tidak seharusnya dibuang begitu saja bersama sampah rumah tangga.
Mengacu pada Permen LHK No. 9 Tahun 2024, baterai sel kering lithium, non-lithium, maupun sel basah termasuk barang elektronik rusak atau tidak digunakan lagi yang mengandung B3.
Risikonya bukan sekadar persoalan sampah. World Health Organization (WHO) melalui laporan Throwing Away Our Health (2025) menyebut baterai sebagai salah satu jenis sampah elektronik yang dapat mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk timbal, merkuri, lithium, dan kadmium.
Jika tidak dikelola dengan baik, material tersebut berpotensi mencemari lingkungan, termasuk udara, tanah, dan air. Paparan bahan berbahaya dari e-waste juga dikaitkan dengan gangguan perkembangan saraf dan kognitif pada anak-anak.
Artinya, perjalanan sebuah baterai tidak semestinya berakhir di tempat sampah setelah dayanya habis.
Ada tempat untuk menyalurkan baterai bekas
Untuk membantu masyarakat mengelola perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai, AZKO menyediakan program BISA BAIK atau Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik.
Program yang telah berjalan sejak 2023 tersebut menyediakan dropbox di 24 toko AZKO yang tersebar di 17 kota, termasuk Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Balikpapan, Palembang, Bali, Manado, dan Banjarmasin.
Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah elektronik dari merek apa pun, termasuk baterai dan perangkat elektronik lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi, AZKO juga memberikan tambahan diskon 10 persen untuk pembelian produk elektronik pilihan bagi pelanggan yang berpartisipasi dalam program tersebut.
Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Melinda Pudjo mengatakan, tanggung jawab terhadap produk tidak berhenti ketika produk dibeli dan digunakan konsumen.
“Bagi kami, komitmen keberlanjutan berarti bertanggung jawab atas produk yang kami hadirkan, tidak hanya saat digunakan, tetapi hingga akhir masa pakainya.”
Menurut dia, perusahaan berupaya menghadirkan pilihan produk yang membantu masyarakat menggunakan perangkat secara lebih bijak sekaligus menyediakan akses penyaluran perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai melalui BISA BAIK.
Pada akhirnya, mengelola baterai secara lebih bertanggung jawab tidak harus dimulai dari langkah besar. Memilih baterai isi ulang, memeriksa kondisinya sebelum membeli pengganti, hingga memisahkan baterai yang sudah habis dan menyalurkannya melalui jalur yang tepat merupakan kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan dari rumah.
Kebiasaan kecil tersebut menjadi penting karena ukuran baterai yang kecil tidak lantas membuat dampaknya terhadap lingkungan ikut kecil. (onny)








Komentar